PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berencana menambah pasokan gas bumi sekitar 5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dari Lapangan Sengeti. Penambahan pasokan gas itu ditargetkan mulai mengalir pada kuartal IV 2028.
Tambahan pasokan itu akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan pembangkit listrik.
Pasokan baru itu berasal dari pemanfaatan stranded gas atau sumber gas yang sebelumnya dinilai kurang ekonomis untuk dikembangkan. Melalui integrasi dengan jaringan distribusi gas bumi yang dimiliki PGN, potensi gas dari Lapangan Sengeti bisa disalurkan ke pasar domestik.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menjelaskan tambahan pasokan dari Lapangan Sengeti jadi strategi perusahaan. Upaya itu untuk menjaga ketersediaan gas bumi di tengah tantangan pasokan energi nasional.
Dia menuturkan gas dari Lapangan Sengeti akan menambah pasokan gas pipa bagi pelanggan domestik.
PGN menyiapkan aspek infrastruktur maupun komersial agar penyaluran gas dapat berjalan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku,”
kata Fajriyah dalam keterangan resmi, Selasa, 23 Juni 2026.
Selain meningkatkan pasokan, proyek itu juga buka peluang pengembangan bisnis pengolahan gas (processing gas) di lapangan tersebut.
PGN menilai pengembangan Lapangan Sengeti tak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan. Namun, juga berpotensi mendukung peningkatan produksi gas nasional serta memberikan tambahan penerimaan bagi negara.
Dia menuturkan pemanfaatan stranded gas merupakan salah satu strategi PGN untuk memastikan ketersediaan pasokan gas bumi bagi pelanggan domestik.
Kami terus mengoptimalkan sumber daya gas dalam negeri untuk mendukung ketahanan energi nasional,”
ujarnya.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, kehadiran pasokan baru dari Lapangan Sengeti diharapkan bisa perkuat keamanan pasokan gas jangka Panjang. Selain itu, mendukung pengembangan lapangan gas yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.
Untuk diketahui, PGN saat ini mengelola mayoritas infrastruktur gas bumi hilir nasional. Kemudian, mendorong diversifikasi sumber pasokan bagi energi industri, pembangkit listrik, dan sektor domestik yang terus meningkat.



























