Harga minyak naik tipis pada Senin, setelah serangan militer kembali terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada akhir pekan ini. Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait pasokan minyak mentah dari Timur Tengah.
Dilansir dari CNBC, Senin, 29 Juni 2026, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,3 persen menjadi US$70,17 per barel. Sedangkan harga minyak Brent internasional naik 0,78 persen menjadi US$72,55 per barel.
Adapun harga minyak WTI ditutup di bawah US$70 pada Jumat pekan lalu untuk pertama kalinya sejak 27 Februari, atau sehari sebelum dimulainya perang dengan Iran.
Setelah bentrokan yang mengancam kegagalan negosiasi yang bertujuan mengakhiri konflik tersebut, para pejabat AS mengatakan bahwa kedua belah pihak sepakat menghentikan sementara permusuhan dan mengizinkan kapal-kapal komersial untuk melintasi Selat Hormuz dengan bebas.
Pembicaraan teknis direncanakan akan berlanjut mengenai semua aspek dalam MOU. Kedua belah pihak akan menahan diri untuk saat ini dan kapal-kapal dapat bergerak bebas,”
kata seorang pejabat AS kepada CNBC.
AS Serang Iran


Militer AS menyerang sejumlah sasaran di Iran setelah sebuah kapal tanker komersial di Selat Hormuz dilaporkan terkena proyektil pada Sabtu. Negara-negara tetangga Iran, Kuwait dan Bahrain juga melaporkan adanya serangan rudal dan drone semalam.
Kembali terjadinya kekerasan ini mendorong Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran mengenai konsekuensi yang menghancurkan.
Pesawat tempur Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta situs radar pantai, karena Iran sekali lagi melanggar Perjanjian Gencatan Senjata!”
tulis Trump di platform Truth Social.
Mungkin akan tiba saatnya kami tidak lagi bisa bersikap masuk akal dan akan terpaksa menyelesaikan secara militer apa yang telah kami mulai dengan sangat berhasil. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan lagi ada!”
tambahnya.
AS Serang 10 Target Militer
Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) pada Minggu dini hari menyatakan, jet tempur AS menyerang 10 target militer Iran di dan sekitar Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan drone terhadap kapal tanker berbendera Panama, M/T Kiku.
Menurut Centcom, kapal tersebut sedang melintasi selat sambil mengangkut lebih dari 2 juta barel minyak mentah ketika serangan terjadi.


























