Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 25 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Pemerintah Guyur Perbankan Rp100 T Lagi, Ekonom: Bukan Karena Bank Sedang Krisis
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Guyur Perbankan Rp100 T Lagi, Ekonom: Bukan Karena Bank Sedang Krisis

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juni 30, 2026 7:57 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. (Sumber: Owrite)
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. (Sumber: Owrite)
SHARE

Pemerintah akan kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke sejumlah perbankan, setelah sebelumnya sempat ditarik ke Bank Indonesia (BI). Bahkan, pemerintah berencana menambah dana penempatan sebesar Rp100 triliun.

Daftar isi Konten
  • Bisa Berbahaya
  • Efek Positif
  • Risikonya

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai kebijakan pemerintah tersebut merupakan langkah penyeimbang. Hal ini karena pemerintah dan BI sedang menjaga stabilitas rupiah melalui suku bunga tinggi dan operasi moneter yang lebih ketat.

Sedangkan di lain sisi, pengetatan mulai terasa di perbankan melalui naiknya kebutuhan likuiditas, persaingan dana, dan biaya penghimpunan dana. 

Langkah pemerintah yang sempat menarik dana penempatan di perbankan lalu mengembalikan bahkan menambah lagi sekitar Rp100 triliun perlu dibaca sebagai kebijakan penyeimbang,”

ujar Josua saat dihubungi Owrite Selasa, 30 Juni 2026.
Baca juga:
Uang Beredar RI Tembus Rp10.371 Triliun per Juli 2026 Bank Indonesia (BI) melaporkan, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas…
NPI Kuartal II-2026 Defisit US$900 Juta, Transaksi Berjalan Jebol ke… Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2026…
Rupiah Perkasa di Level Rp17.729, Dolar AS Tertekan! Investor Kini… Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada pembukaan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026.…
  • Uang Beredar RI Tembus Rp10.371 Triliun per Juli 2026
  • NPI Kuartal II-2026 Defisit US$900 Juta, Transaksi Berjalan Jebol ke US$12,5 Miliar
  • Rupiah Perkasa di Level Rp17.729, Dolar AS Tertekan! Investor Kini Menanti Data…

Maka dari itu, Josua memandang bahwa pengembalian dana tersebut bukan semata tanda bank kekurangan likuiditas secara sistemik, tetapi lebih merupakan upaya mencegah pengetatan likuiditas.

Pengembalian dana tersebut bukan semata tanda bank kekurangan likuiditas secara sistemik, tetapi lebih merupakan upaya mencegah pengetatan likuiditas yang terlalu cepat setelah dana pemerintah sempat ditarik dari bank,”

katanya.

Josua menjelaskan, indikator agregat memang masih menunjukkan perbankan cukup kuat. Data menunjukkan hingga April 2026 Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 11,39 persen, kredit tumbuh 9,98 persen, AL/NCD 111,13 persen, dan AL/DPK 25,39 persen atau jauh di atas batas minimum. 

Namun, angka rata-rata industri tidak selalu menggambarkan kondisi setiap bank. Sebab, tekanan sering muncul pada distribusi likuiditas antarbank, komposisi dana murah, konsentrasi deposan besar, serta kebutuhan pendanaan bank yang kreditnya tumbuh lebih cepat. 

Karena itu, walaupun industri terlihat aman, sebagian bank tetap bisa merasakan likuiditas lebih ketat,”

terangnya.

Bisa Berbahaya

Menurut Josua, alasan pemerintah mengembalikan dan menambah dana penempatan untuk menjaga agar fungsi intermediasi perbankan tidak terganggu. 

Ia menilai, pengalaman sebelumnya menunjukkan penempatan kas negara di perbankan sebesar Rp200 triliun pada September 2025 ikut mendorong likuiditas, menurunkan biaya dana, menurunkan suku bunga pasar uang, mengurangi deposito dengan bunga khusus, dan mendukung kredit yang tumbuh 9,6 persen pada Desember 2025. 

Artinya, kebijakan ini pernah terbukti menjadi bantalan likuiditas saat transmisi suku bunga belum sepenuhnya mendukung sektor riil,”

katanya.

Josua enggan menyimpulkan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa bank sudah ketergantungan pada dana pemerintah. Menurutnya, langkah ini dibaca sebagai bank mulai terbiasa menggunakan dana pemerintah sebagai penyangga likuiditas murah.

Yang lebih tepat, sebagian bank mulai terbiasa menggunakan dana pemerintah sebagai penyangga likuiditas murah ketika pasar dana makin kompetitif. Ini masih wajar sebagai kebijakan sementara,”

ujarnya.

Meski dianggap wajar, Josua mengatakan kebijakan ini akan berisiko bila bank mulai menyusun ekspansi kredit dengan asumsi dana pemerintah akan terus ada. 

Jika itu terjadi, bank dapat kehilangan disiplin dalam membangun dana murah sendiri dari tabungan, giro, rekening gaji, transaksi korporasi, dan layanan digital,”

jelasnya.
Ilustrasi uang rupiah.
Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)

Efek Positif

Di samping itu, Josua mengatakan penempatan kembali dana SAL dapat membuat likuiditas lebih kondusif, terutama bagi Himbara. Karena Bank penerima dana punya ruang lebih besar untuk menahan kenaikan bunga deposito, menjaga kecukupan kas, dan tidak terlalu agresif berebut deposan besar. 

Ini penting karena laporan LPS menunjukkan penyesuaian bunga simpanan masih berbeda antar bank dan kompetisi pendanaan, khususnya pada deposan besar, masih berpotensi menahan penurunan biaya dana dalam jangka pendek,”

terangnya.

Kemudian dampak ke kredit juga bisa positif, namun tidak otomatis. Josua menuturkan tambahan dana pemerintah dapat membantu bank menjaga kredit modal kerja, investasi, perumahan, dan sektor prioritas. 

Namun bank tetap akan melihat permintaan kredit, risiko debitur, kualitas jaminan, dan prospek usaha. Sebab, dalam kondisi BI Rate naik ke 5,75 persen, bank tetap cenderung selektif. 

Risikonya

Josua menjelaskan, risiko kebijakannya ada dua pertama risiko ketergantungan. Karena jika dana SAL sering ditarik lalu dikembalikan lagi, bank bisa kesulitan membuat perencanaan likuiditas jangka panjang. 

Kedua, risiko persaingan tidak seimbang. Bila dana hanya terkonsentrasi di Himbara, bank penerima mendapat keuntungan biaya dana, sementara bank lain tetap harus bersaing lebih mahal di pasar deposito. 

Ini bisa memperlebar perbedaan biaya dana antar bank dan membuat tekanan likuiditas bergeser ke bank non-penerima,”

katanya.

Josua menilai, pengembalian dan tambahan dana SAL dilakukan untuk menjaga stabilitas likuiditas, bukan tanda perbankan sedang krisis.

Pengembalian dan tambahan dana SAL adalah langkah yang dapat dipahami sebagai kebijakan stabilisasi likuiditas, bukan tanda perbankan sedang krisis. Kebijakan ini berguna untuk meredam kenaikan biaya dana, menjaga kredit tetap berjalan, dan menahan dampak pengetatan BI-Rate ke sektor riil,”

terangnya.

Selain itu, bank tetap harus memperkuat dana murah, memperpanjang sumber pendanaan, dan lebih disiplin mengelola jatuh tempo dana. Pemerintah, BI, dan OJK juga perlu memastikan jadwal penempatan dan penarikan lebih jelas, agar kebijakan SAL tidak menciptakan kejutan likuiditas baru.

Baca juga:
Uang Digital Makin Ngebut, BI Pastikan Uang Kartal Tak Akan… Bank Indonesia (BI) menyatakan, kehadiran uang digital tidak akan menggantikan peran uang…
Baru Tumbuh 1,26 Persen, BI Sentil Bank yang Pelit Salurkan… Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, menyentil perbankan agar lebih…
Ekonomi Dunia Masih Suram, Pjs Gubernur BI: Kita Masuk Era… Bank Indonesia (BI) memperkirakan prospek ekonomi global masih suram, karena diliputi ketidakpastian.…
  • Uang Digital Makin Ngebut, BI Pastikan Uang Kartal Tak Akan Tergantikan di…
  • Baru Tumbuh 1,26 Persen, BI Sentil Bank yang Pelit Salurkan Kredit UMKM
  • Ekonomi Dunia Masih Suram, Pjs Gubernur BI: Kita Masuk Era Higher for…
Tag:Bank IndonesiaHimbaralikuiditasperbankanSisa Anggaran Lebih
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Saham Bank Mandiri Melemah di Tengah Isu Rekening Donasi Demo Diblokir
By Anisa Aulia
Saham Bank Mandiri Melemah usai isu Pemblokiran Rekening AMPB. (Gambar dibuat AI)
1
Polda Metro Blokir Rekening Bank Mandiri Koordinator AMPB Supriyono Selama 5 Hari
By Rahmat Baihaqi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
2
Karhutla Semester I 2026 Naik 366 Persen, 202 Ribu Hektare Dilalap Api
By Ani Ratnasari
Petugas BPBD Kabupaten Batang Hari dan Manggala Agni Daops Muara Bulian memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Pramuka, Muara Bulian, Batang Hari, Jambi, Minggu (23/8/2026).
3
Polda Metro Akui Blokir Rekening Koordinator AMPB Supriyono, Selidiki Asal Muasal Saldo
By Rahmat Baihaqi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan pemblokiran rekening koordinator Aliansi Masyrakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok. (Sumber: Istimewa)
4
Trofi Melayang, Mental Juang Menyala: Timnas Putri Indonesia U-16 Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026
By Hadi Febriansyah
Sejumlah pesepak bola, staf pelatih, dan ofisial Timnas Putri Garuda Pertiwi U16 Indonesia berfoto dengan medali runner up Piala Srikandi Merdeka 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Ekonomi Bisnis

Tersandung Bunga Obligasi, Saham Adhi Karya Kena Gembok BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan alias suspensi saham PT Adhi…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Warga berada di dekat anggota keluarganya yang terluka akibat gempa bumi di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Bantu Korban Bencana, NTT Dapat 6.800 Ton Beras

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP)…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.
Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS, IHSG Merosot 0,37 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
8 jam lalu
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj)
Ekonomi Bisnis

Kemenhub Beberkan Kondisi Transportasi Terkini di Tengah Kepungan Karhutla Kalimantan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan kondisi terkini terkait layanan transportasi di wilayah Kalimantan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up