Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

LNG Industri Turun Jadi US$13 per MMBTU, Begini Dampaknya ke Keuangan PGN

Penurunan harga LNG industri belum mengganggu kegiatan operasional perusahaan, dan PGN masih melakukan analisis.

Perwira PGN saat melakukan pengecekan pipa gas. (Sumber: Dok. PGN)
Perwira PGN saat melakukan pengecekan pipa gas. (Sumber: Dok. PGN)

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengatakan bahwa kebijakan pemerintah yang menurunkan harga Liquefied Natural Gas (LNG) menjadi US$13 per million british thermal unit (mmbtu) belum berdampak terhadap operasional perseroan. Namun, perusahaan masih menghitung potensi pengaruh kebijakan tersebut terhadap kondisi keuangan.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan penurunan harga LNG industri belum mengganggu kegiatan operasional perusahaan. Meski demikian, analisis terhadap dampak finansial baru akan dilakukan setelah pemerintah menerbitkan aturan pelaksanaannya.

Sampai dengan keterbukaan informasi ini, kebijakan penurunan harga gas LNG industri tidak berdampak pada operasional. Untuk dampak lainnya, termasuk kondisi keuangan Perseroan, akan dilakukan kajian/analisis sesuai dengan peraturan pelaksanaan yang akan ditetapkan Pemerintah,”

kata Fajriyah dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 1 Juli 2026.

PGN Tetap Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah

Ilustrasi kegiatan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN)
Ilustrasi kegiatan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) (Foto: https://pgn.co.id/)

Fajriyah mengatakan PGN tetap siap menjalankan kebijakan pemerintah terkait penurunan harga LNG industri.

Iklan

Sebagai bentuk dukungan atas kebijakan Pemerintah, Perseroan siap mengimplementasikan kebijakan tersebut dengan tetap menjaga profitabilitas bisnis niaga gas dan bisnis Perseroan secara keseluruhan,”

ujarnya.

Menurut PGN, kebijakan penurunan harga LNG industri dilakukan pemerintah melalui optimalisasi struktur biaya dan peningkatan efisiensi di seluruh rantai pasok LNG, mulai dari harga gas hulu, biaya pemrosesan LNG, hingga komponen infrastruktur dan niaga. 

Dengan skema tersebut, penyesuaian harga diharapkan dapat diteruskan kepada pelanggan industri tanpa mengganggu keberlangsungan pasokan gas.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.