Rupiah diperdagangkan menguat pada Jumat pagi, 3 Juli 2026. Nilai tukar dibuka perkasa sebesar 0,25 persen ke level Rp17.950 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan menguatnya rupiah karena rilis data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan.
Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS NFP yang lebih lemah dari perkiraan,”
kata Lukman kepada Owrite, Jumat, 3 Juli 2026.
Namun, Lukman menilai, penguatan itu akan terbatas karena sentimen investor asing terhadap pasar domestik masih belum pulih.
Penguatan akan terbatas mengingat sentimen investor asing terhadap pasar domestik masih belum pulih,”
jelas Lukman.
Meski rupiah menguat, tetapi level mata uang garuda ini hampir menyentuh Rp18.000 per dolar AS. Lukman menjelaskan, kondisi ini karena sentiment di dalam negeri masih belum membaik.
Sentimen masih belum membaik. Outflow asing di pasar ekuitas domestik oleh kekuatiran downgrade status pasar. Sedangkan, credit rating Indonesia juga masih dibayangi oleh downgraded Fitch,”
tuturnya.
Adapun pada perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah akan menguat di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.



















