Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 13 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / S&P Tahan Rating Utang RI di BBB, Tapi Soroti Bahaya Defisit APBN dan Beban Bunga
Ekonomi Bisnis

S&P Tahan Rating Utang RI di BBB, Tapi Soroti Bahaya Defisit APBN dan Beban Bunga

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juli 13, 2026 5:39 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
51 menit lalu
Share
Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. (Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma)
Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. (Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma)
SHARE

Lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang, dan A-2 dalam jangka pendek dengan prospek (outlook) tetap stabil.

Daftar isi Konten
  • Peringatan S&P untuk RI
  • Alasan Pertahankan Rating RI

Dalam laporannya, S&P mengatakan pelemahan posisi fiskal dan eksternal Indonesia hanya bersifat sementara dan berpotensi membaik melalui kenaikan harga komoditas dan pemangkasan belanja. 

S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit sovereign Indonesia di level ‘BBB’ untuk jangka panjang dan ‘A-2’ untuk jangka pendek. Prospek untuk peringkat jangka panjang tetap stabil,”

tulis S&P dalam laporannya Senin, 13 Juli 2026.
Baca juga:
(Part II) Polemik Kunjungan Menteri PU ke New York: Dari… Fokus Bergeser ke Pembocor Dokumen Di sisi lain, polemik berkembang setelah Kementerian…
(Part I) Polemik Kunjungan Menteri PU ke New York: Dari… Polemik kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo Lasmono ke New…
Defisit APBN Prabowo Pecahkan Rekor di Luar Pandemi, Lampaui Era… Ekonom Bright Institute Awalil Rizky mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara…
  • (Part II) Polemik Kunjungan Menteri PU ke New York: Dari Dokumen Bocor…
  • (Part I) Polemik Kunjungan Menteri PU ke New York: Dari Dokumen Bocor…
  • Defisit APBN Prabowo Pecahkan Rekor di Luar Pandemi, Lampaui Era SBY dan…

S&P menuturkan, pelemahan fiskal dan eksternal ini disebabkan oleh kenaikan harga energi, suku bunga tinggi, pelemahan nilai tukar, ketidakpastian kebijakan, dan akumulasi utang.

Kami meyakini upaya pemerintah untuk memusatkan pengelolaan serta mengurangi kebocoran di sektor sumber daya alam dan mineral pada akhirnya dapat meningkatkan penerimaan negara dan pendapatan ekspor, terutama jika implementasi kebijakan semakin baik,”

katanya.

Lembaga ini menilai, prospek peringkat yang stabil mencerminkan ekspektasi bahwa pendapatan pemerintah akan terus pulih pada tahun ini, dan penerimaan ekspor akan bangkit kembali seiring dengan kenaikan harga komoditas.

Selain itu, kebijakan untuk meningkatkan pendapatan dan penerimaan ekspor dari sektor sumber daya alam juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan secara bertahap, terutama jika perubahan kebijakan menjadi lebih dapat diprediksi dan dilaksanakan dengan baik. 

Prospek yang stabil ini juga mencerminkan ekspektasi kami bahwa pemerintah terus memandang batas defisit tahunan sebesar 3 persen sebagai jangkar kebijakan yang penting,”

tuturnya.

Peringatan S&P untuk RI

Kendati demikian, S&P mengingatkan pihaknya berpeluang menurunkan peringkat utang Indonesia, bila terjadi sejumlah hal. Hal itu diantaranya bila utang bersih pemerintah secara umum meningkat lebih dari 3 persen terhadap PDB per tahun secara konsisten.

Kemudian pembayaran bunga pemerintah secara keseluruhan tetap berada di atas 15 persen dari pendapatan secara berkelanjutan. Lalu penerimaan ekspor melambat secara struktural.

Sehingga kebutuhan pembiayaan eksternal bruto secara konsisten melampaui gabungan penerimaan transaksi berjalan (current account receipts) dan cadangan devisa yang dapat digunakan,”

katanya.

Sementara itu, S&P mengatakan terdapat beberapa kriteria yang bisa dilakukan agar peringkat utang Indonesia meningkat. Hal itu meliputi dinilai dari indikasi bahwa metrik fiskal dan eksternal Indonesia telah menguat secara struktural.

Hal ini dapat terjadi jika defisit fiskal negara menyempit menuju 1 persen dari PDB secara berkelanjutan seiring dengan peningkatan pendapatan pemerintah yang signifikan, biaya pembiayaan yang moderat, dan stabilnya nilai tukar,”

jelasnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di APBN KiTA April 2026.(sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di APBN KiTA April 2026.(sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Alasan Pertahankan Rating RI

Pada saat yang sama, perbaikan signifikan pada indikator eksternal Indonesia tercermin dari utang luar negeri bersih yang turun menjadi di bawah 50 persen dari penerimaan transaksi berjalan. Selanjutnya, kebutuhan pembiayaan eksternal bruto yang turun menjadi di bawah 50 persen dari gabungan penerimaan transaksi berjalan dan cadangan devisa yang dapat digunakan.

S&P mengatakan, peringkat RI mencerminkan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan makroekonomi yang secara umum dijalankan secara hati-hati (prudent), serta beban utang luar negeri bersih dan utang pemerintah yang relatif rendah dibandingkan negara-negara sekelas (peers).

Di sisi lain, faktor yang masih menjadi kelemahan adalah PDB per kapita yang masih relatif rendah, basis ekspor dan penerimaan fiskal yang sempit, serta sektor keuangan domestik yang belum sedalam negara-negara sekelas. Sehingga meningkatkan beban pembayaran kembali utang pemerintah.

Baca juga:
Pemerintah Godok Pemberian BBM Murah untuk Kapal Nelayan Besar, Ini… Pemerintah berencana memberikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus kepada nelayan penangkap…
Rupiah Hari Ini Loyo ke Rp18.119 per Dolar AS: Tensi… Nilai tukar rupiah diperdagangkan melemah pada Senin, 13 Juli 2026. Rupiah amblas…
Biar Rupiah Tak Loyo Terus Terhadap Dolar AS, Ternyata RI… Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengungkapkan Indonesia membutuhkan investasi miliaran…
  • Pemerintah Godok Pemberian BBM Murah untuk Kapal Nelayan Besar, Ini Alasannya
  • Rupiah Hari Ini Loyo ke Rp18.119 per Dolar AS: Tensi Timur Tengah…
  • Biar Rupiah Tak Loyo Terus Terhadap Dolar AS, Ternyata RI Perlu Investasi…
Tag:APBNbunga utangDefisitfiskalperingkat utangS&P GlobalS&P Global Rating
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prabowo Bongkar Borok BUMN: Jadi Sumber Korupsi, Koruptor Diminta Kembalikan Uang Rakyat
By Natania Longdong
Presiden Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, di Indonesia Arena, Jakarta, 12 Juli 2026.
1
Prabowo Persilakan Warga Tak Puas Cari Negara Lain, Ray Rangkuti: Cara Pandang Otoritarian!
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7).
2
Perempuan di Bekasi Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah dan Dua Pamannya Selama Sembilan Tahun
By Ani Ratnasari
Perempuan di Bekasi Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah dan Dua Pamannya Selama Sembilan Tahun
3
Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Kopdes Merah Putih: Saya Pernah Lihat Rakyat Mati Kelaparan
By Natania Longdong
Presiden RI Prabowo Subianto saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7).
4
Prabowo soal Narasi Indonesia Gelap: Kalau Merasa Suram dan Tak Ada Harapan, Cari Negara Lain!
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7).
5

BERITA LAINNYA

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono usai melakukan rapat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Godok Pemberian BBM Murah untuk Kapal Nelayan Besar, Ini Alasannya

Pemerintah berencana memberikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus kepada nelayan penangkap…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
38 menit lalu
Tumpukan uang rupiah dari tabungan masyarakat. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
Ekonomi Bisnis

Defisit APBN Prabowo Pecahkan Rekor di Luar Pandemi, Lampaui Era SBY dan Jokowi

Ekonom Bright Institute Awalil Rizky mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer Cibubur, di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Anomali! Rupiah Amblas ke Rp18.109 per Dolar AS, Tapi IHSG Justru Hijau di Tengah Tekanan

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak berlawanan pada…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Para Perwira Elnusa saat melakukan implementasi CEOR offshore pertama di Indonesia. (Sumber: Elnusa)
Ekonomi Bisnis

Perdana di RI, Elnusa Suntik Teknologi CEOR Offshore Genjot Produksi Migas Lapangan Tua

Penerapan teknologi kekinian menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produksi minyak nasional,…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up