Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Pos Indonesia Gagal Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar, Katanya Gegara Hal Ini

Pos Indonesia telah mengirimkan surat kepada KSEI perihal permohonan penundaan pembayaran bunga ke-6 sukuk ijarah tersebut.

Gedung kantor Pos Indonesia. (Sumber: Pos Indonesia)
Gedung kantor Pos Indonesia. (Sumber: Pos Indonesia)

PT Pos Indonesia (Persero) mengalami gagal bayar imbal jasa Sukuk ljarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A sampai C ke-6 senilai Rp24,11 miliar.

Pembayaran imbal jasa sukuk tersebut seharusnya dilakukan pada 7 Juli 2026 sebesar Rp24.118.750.000. Namun hingga waktu yang ditetapkan, Pos Indonesia tidak mampu membayar kewajiban tersebut.

Sampai batas waktu yang telah ditentukan, PT Pos Indonesia (Persero) tidak dapat melaksanakan kewajiban pembayaran imbal jasa sukuk jarah berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I tahun 2024 Seri A-C ke-6,”

tulis Manajemen Pos Indonesia di keterbukaan informasi dikutip Selasa, 14 Juli 2026.

Alasan Tak Bisa Bayar

Ilustrasi Rupiah dan Pendapatan. (Sumber: Unsplash/ Defrino Maasy)
Ilustrasi Rupiah dan Pendapatan. (Sumber: Unsplash/ Defrino Maasy)

Manajemen Pos Indonesia mengungkapkan penyebab Pos Indonesia mengalami gagal bayar karena kondisi keuangan perusahaan yang tidak memungkinkan.

Iklan

Penyebab PT Pos Indonesia (Persero) tidak dapat melaksanakan kewajiban pembayaran imbal jasa sukuk tersebut adalah karena kondisi kas perusahaan yang saat ini tidak memungkinkan untuk dilakukan pembayaran,”

katanya.

Namun, Pos Indonesia telah mengirimkan surat kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) perihal permohonan penundaan pembayaran bunga ke-6 sukuk ijarah tersebut.

KSEI telah melakukan penundaan bagi hasil ke-6 Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 08 Juli 2026,”

tuturnya.

Kinerja Perseroan

Berdasarkan laporan keuangan PT Pos Indonesia, laba tahun berjalan Perseroan turun dari Rp248,52 miliar pada Juni 2024 menjadi Rp117,80 miliar pada Juni 2025. Hal ini berdasarkan laporan keuangan terakhirnya pada 30 Juni 2025. 

Lalu total liabilitas perusahaan membengkak menjadi Rp9,89 triliun hingga Juni 2025. Sedangkan total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp9,02 triliun pada Juni 2025.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.