Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan tetap memberikan insentif kendaraan listrik. Namun, pemberian insentif dialihkan ke sejumlah perusahaan.
Rencananya insentif ini berlaku pada Agustus 2026, setelah sempat mundur beberapa kali mulai dari wacana awal pada Juni 2026.
Motor listrik masih ada insentif. Nanti, tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu,“
kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Masih Menunggu
Purbaya menjelaskan saat ini masih menunggu masukan dari Kementerian Perindustrian dan Danantara. Sebab, dua lembaga itu yang menentukan penyaluran insentif kendaraan listrik
Saya masih tunggu masukan dari Menperin dan dari Danantara, Pak Sigit (Chief Technology Officer/CTO BPI Danantara) karena dia yang diminta menentukan ke mana subsidinya. Untuk mobil juga kita tunggu masukkan,”
jelas Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya mengatakan, untuk kuota motor listrik masih akan sama seperti yang direncanakan sebelumnya. Adapun pemerintah akan menyiapkan kuota insentif 100.000 unit sepeda motor listrik, dan 100.000 mobil listrik pada tahun ini.
Masih (sama kuotanya),”
ujar Purbaya.
Sebelumnya, pemerintah kembali menunda rencana pemberian insentif untuk kendaraan listrik ke Agustus 2026. Purbaya bilang penundaan pemberian insentif bagi motor dan mobil listrik karena pemerintah masih membutuhkan tambahan untuk mematangkan persiapan.
“Mungkin persiapannya belum cukup. Dia (Menko) belum bicara sama saya. Saya ingat sih waktu itu ditunda satu bulan. Mungkin perlu satu bulan lagi,” ujar Purbaya.
Purbaya pun menuturkan akan melakukan komunikasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto perihal mundurnya implementasi kebijakan ini.
























