Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 23 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Ekonom Warning: UU PFII Dikhawatirkan Buka ‘Karpet Merah’ bagi Dana Bermasalah
Ekonomi Bisnis

Ekonom Warning: UU PFII Dikhawatirkan Buka ‘Karpet Merah’ bagi Dana Bermasalah

Rika PangestiHardani Triyoga
Last updated: Juli 23, 2026 12:47 am
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 jam lalu
Share
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi di daerah.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi di daerah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
SHARE

Pengesahan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menuai kritik dari kalangan ekonom.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai proses pembahasan yang berlangsung cepat memunculkan pertanyaan mengenai pihak yang paling diuntungkan dari beleid tersebut.

Proses UU PFII yang cepat menimbulkan pertanyaan soal dana atau investor mana yang ingin segera mendapat perlakuan khusus,”

kata Bhima kepada Owrite, Rabu, 22 Juli 2026.
Baca juga:
Purbaya Ungkap Skema Pendanaan PFII, Pastikan APBN Hanya Jadi Dana… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…
Purbaya Ungkap Panda Bond Terbit 23 Juli 2026 di China,… Pemerintah akan menerbitkan Panda Bond di pasar keuangan China pada 23 Juli…
UU Pusat Finansial Internasional Diketok DPR, Kawasan Bakal Dilengkapi Pengadilan… DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia…
  • Purbaya Ungkap Skema Pendanaan PFII, Pastikan APBN Hanya Jadi Dana Cadangan
  • Purbaya Ungkap Panda Bond Terbit 23 Juli 2026 di China, Bidik Dana…
  • UU Pusat Finansial Internasional Diketok DPR, Kawasan Bakal Dilengkapi Pengadilan Khusus

Menurut Bhima, percepatan pengesahan UU PFII bukan sekadar soal mengejar investasi. Tapi, melainkan menimbulkan tanda tanya mengenai siapa yang akan memperoleh berbagai fasilitas khusus di kawasan tersebut.

Yang butuh PFII berarti bukan masyarakat, tapi pengusaha yang dapat karpet merah,”

lanjut Bhima.

Ia mengingatkan, UU PFII tidak hanya berdampak pada iklim investasi. Tapi, juga dapat memengaruhi proses aksesi Indonesia menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Menurut Bhima, sejumlah ketentuan dalam UU PFII berpotensi bertabrakan dengan komitmen Indonesia dalam memperkuat transparansi keuangan dan pemberantasan korupsi.

Isi UU PFII menciptakan kawasan khusus bagi uang hasil korupsi, penggelapan dana transnasional,”

Bhima juga menyoroti keterkaitan UU PFII dengan Pasal 50A dalam revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang mengatur imunitas bagi investor pembeli instrumen obligasi khusus Danantara.

“Ini adalah satu paket amnesty bagi pengemplang pajak dan dana-dana gelap lain. Tawarannya bukan soal imbal hasil yang menarik, tapi kekebalan hukum,” jelas Bhima.

Disahkan Kilat, UU PFII Belum Bisa Jamin RI Siap Saingi Singapura dan Dubai

Lebih lanjut, Bhima menilai UU PFII berpotensi melemahkan rezim transparansi beneficial ownership yang selama ini menjadi salah satu nilai positif Indonesia dalam asesmen OECD.

Ia mengatakan prinsip know your customer dan keterbukaan pemilik manfaat dikhawatirkan tidak lagi berlaku secara penuh bagi investor yang masuk ke kawasan PFII.

Bhima menjelaskan sejumlah skema dalam UU PFII yang dinilai paling berisiko membuka celah penyalahgunaan.

Pengadilan khusus di kawasan berarti ada aturan khusus yang dikecualikan dari pengadilan umum. Termasuk soal beneficial ownership dan asal usul dana,”

katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti adanya pengaturan administrasi perpajakan dan pengawasan keuangan yang bersifat khusus.

Ada administrasi pajak khusus dan pengawasan keuangan khusus, padahal sudah ada OJK dan BI,”

ujar Bhima.
Baca juga:
IHSG Dibuka Menghijau ke 6.270, Tapi Ingat Rawan Pelemahan Hari… Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Selasa, 21 Juli…
IHSG Hari Ini Dibuka Hijau ke Level 6.206, tapi Rentan… Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,51 persen ke level 6.206 pada…
Prabowo soal LNG Masela: Para Investor Harus Untung, Kita Malu… Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan proyek LNG Abadi Masela harus dijalankan dengan…
  • IHSG Dibuka Menghijau ke 6.270, Tapi Ingat Rawan Pelemahan Hari Ini
  • IHSG Hari Ini Dibuka Hijau ke Level 6.206, tapi Rentan Koreksi
  • Prabowo soal LNG Masela: Para Investor Harus Untung, Kita Malu Kalau Mitra…

Menurutnya, keberadaan mekanisme khusus tersebut justru berpotensi melemahkan fungsi lembaga yang selama ini bertanggung jawab menjaga integritas sistem keuangan nasional.

Tak hanya itu, Bhima memperingatkan pemberian insentif berupa tarif pajak 0 persen di kawasan PFII berisiko menekan rasio pajak Indonesia.

Ia menilai pengalaman pemberian insentif di kawasan hilirisasi menunjukkan bahwa fasilitas pajak belum tentu mampu meningkatkan penerimaan negara.

Investasi yang berkualitas akan masuk karena pertimbangan rantai pasok, infrastruktur, kualitas tenaga kerja, dan birokrasi yang bersih, bukan dengan iming-iming fasilitas pajak 0 persen,”

tuturnya.

Tag:DanaEkonominvestorkarpet merahPFII
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Mundur dari Kepala BGN, Posisi Nanik di Pertamina Masih Aman Jabat Komisaris
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.
1
Nanik S Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN
By Rahmat Baihaqi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (tengah) berjalan saat tiba untuk melakukan audiensi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
2
Usai Mundur, Nanik Klaim Prabowo Bakal Siapkan Kursi Ketua Dewan Pengawas BGN
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
3
Eks Kepala BGN Nanik S Deyang Tangkis Tuduhan MBG Alat Politik 2029: Anak SD Belum Bisa Nyoblos!
By Rahmat Baihaqi
Siswa menunjukan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 002 Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, Senin (20/7/2026).
4
Tegas! Komisi IX DPR Minta Pengganti Kepala BGN Harus Profesional, Jangan Titipan Politik
By Rahmat Tunny
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi RI.
Ekonomi Bisnis

Singapura dan Dubai Unggul Jauh, Ini Tantangan Berat RI Jadi Pusat Keuangan Global

Pengesahan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) diharapkan jadi pintu masuk Indonesia…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
8 jam lalu
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Tol Trans Jawa ruas Srondol-Jatingaleh, Semarang, Jawa Tengah
Ekonomi Bisnis

Disahkan Kilat, UU PFII Belum Bisa Jamin RI Siap Saingi Singapura dan Dubai

Pengesahan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dalam waktu singkat dinilai tak…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
10 jam lalu
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono mengamati hilal menggunakan teleskop saat pelaksanaan rukyatul hilal di Rusun ASN 1 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/2/2026).
Ekonomi Bisnis

Basuki vs Dody Hanggodo, Adu Kinerja dan Anggaran Kementerian PU: Siapa Lebih Moncer?

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat ini tengah disorot publik karena…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
11 jam lalu
Penampakan Menteri PU Dody Hanggodo saat turun dari Private Jet. (Sumber: Istimewa)
Ekonomi Bisnis

Dody Bantah Naik Jet Pribadi Saat Kunjungan Kerja: Itu Pesawat Kementerian Perhubungan

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo membantah tudingan menggunakan jet pribadi saat melakukan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up