Ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh di atas 5 persen di tengah ketidakpastian global. Namun, di saat bersamaan banyak masyarakat mengeluhkan pekerjaan dan kondisi perekonomiannya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ekonomi Indonesia harus tumbuh lebih dari 6 persen agar bisa menyerap tenaga kerja.
Jadi, kalau hitungan saya untuk menyerap tenaga kerja yang memasuki usia kerja itu kita harus tumbuh 6,7 persen. Sekarang kan kita di bawah itu,”
kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Belum Terasa
Meski sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan tingkat pengangguran dan kemiskinan membaik, Purbaya menilai dampak positif pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Menurutnya, kondisi itu terjadi karena perekonomian baru mulai kembali tumbuh setelah sebelumnya mengalami perlambatan. Kondisi itu membuat efek rambatan atau spillover effect dari pertumbuhan ekonomi belum langsung dirasakan seluruh lapisan masyarakat
Ketika ekonomi baru jatuh dan mulai naik lagi, tiba-tiba semuanya dapat kerja kan. Jadi, spillover efeknya belum sampai ke mereka mungkin. Yang penting kita juga terus seperti ini, nanti akan sampai,”
jelasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah orang menganggur di Indonesia pada Mei 2026 mencapai 7,22 juta orang. Jumlah itu turun dibandingkan posisi Februari 2026 sebesar 7,24 juta orang.
Sedangkan jumlah penduduk miskin per Maret 2026 sebanyak 22,93 juta orang, atau turun 0,43 juta orang dibandingkan September 2025 yang mencapai 23,36 juta orang.
Serap Tenaga Kerja
Purbaya mengatakan untuk mendorong penyerapan tenaga kerja, pemerintah akan percepat pertumbuhan ekonomi. Hal ini dilakukan dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter hingga menyelesaikan hambatan pada investasi.
Caranya saya kerja lebih keras, fiskal moneter jalannya selaras, semua debottlenecking dihilangkan,”
jelasnya.
Purbaya mengatakan, berdasarkan hitungan pemerintah setiap pertumbuhan ekonomi 1 persen dapat menciptakan sekitar 400.000 lapangan kerja. Pada tahun depan, ekonomi RI dibidik tumbuh sebesar 6 persen.
Menurut Purbaya, jika ekonomi Indonesia mampu tumbuh 6 persen, maka potensi lapangan pekerjaan baru mencapai 2,4 juta. Namun, pertumbuhan itu belum cukup untuk menyerap tenaga kerja, sehingga dibutuhkan pertumbuhan ekonomi lebih dari 6 persen.
Kalau 1 persen yang sekarang kita 400.000, kalau 6 persen, 2,4 juta lapangan kerja akan tercipta dari pertumbuhan 6 persen. Belum cukup untuk menyerap semua tenaga kerja yang masih berusia kerja,”
imbuhnya.
























