Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah ditutup berlawanan arah pada akhir pekan Jumat, 4 September 2026. Rupiah menguat, sedangkan IHSG melemah.
Rupiah tercatat menguat 0,21 persen atau 37 poin ke level Rp17.642 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara IHSG melemah 0,47 persen ke level 6.636.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, rupiah bersama beberapa nilai tukar negara Asia turut menguat diantaranya Dolar Singapura (SGD) 0,01 persen, Baht Thailand (THB) menguat 0,05 persen.
Kemudian Yuan Tiongkok (CNY) menguat 0,10 persen, Won Korea (KRW) menguat 0,38 persen, dan Rupee India (INR) menguat sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS.
Sentimen Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan menguatnya rupiah ini karena pasar merespons positif pernyataan dovish dari Gubernur Fed Christopher Waller terkait suku bunga.
Pasar merespons positif pernyataan dovish dari Gubernur Fed Christopher Waller yang membuat para pedagang tetap waspada terhadap kemungkinan pergerakan suku bunga pada bulan September,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Jumat, 4 September 2026.
Selain itu, pasar juga tengah menanti laporan Nonfarm Payrolls (NFP) hari ini untuk mendapatkan petunjuk baru tentang prospek kebijakan moneter the Fed.
Data Nonfarm Payrolls diperkirakan akan menunjukkan penambahan 56.000 pekerjaan pada bulan Agustus, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap stabil di 4,1 persen selama periode yang sama,”
tuturnya.
Saham Anjlok


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp15 triliun dengan melibatkan 35,7 miliar saham dalam 2 juta kali transaksi. Sebanyak 256 saham naik, 172 tidak bergerak, dan 363 turun.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) melemah 14,98 persen ke Rp1.390
- PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) melemah 14,29 persen ke Rp216
- PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) melemah 9,72 persen ke Rp975
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) sebesar Rp97,31 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp87,98 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) sebesar Rp84,84 miliar
























