Menteri Keuangan Purbaya mengakui kondisi masyarakat kelas menengah tengah tertekan, yang tercermin dari menurunnya pendapatan kelompok tersebut. Namun, ia meyakini kelas menengah akan menguat dalam dua tahun ke depan.
Purbaya mengatakan, pemerintah selama ini sudah menggelontorkan anggaran besar untuk membantu masyarakat kelas bawah bisa bertahan. Tetapi, kelas menengah justru menghadapi kondisi yang berbeda, karena belum mendapat dukungan yang cukup.
Yang bawah kita keluarkan anggaran cukup besar supaya mereka bisa terus bertahan di ekonomi ini. Untuk subsidi BBM aja kita keluarkan Rp500 triliun lebih, subsidi non-BBM itu hampir sama Rp540 triliun untuk pendidikan dan lain-lain, jadi subsidi dari pemerintah cukup besar,”
ujar Purbaya di Jakarta Jumat, 4 September 2026.
Jurus Selamatkan Kelas Menengah


Purbaya menuturkan kelompok masyarakat kelas menengah tidak mendapatkan subsidi, sehingga pendapatan mereka turun. Untuk itu, salah satu langkah yang akan ditempuh pemerintah dengan mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi.
Kelas menengah pendapatannya turun. Ya itulah makanya kita ciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat,”
jelasnya.
Purbaya menyoroti, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini rata-rata tumbuh di kisaran 5 persen. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya penciptaan lapangan kerja di sektor formal.
Kan selama ini pertumbuhan ekonomi kita di bawah 5 rata-rata ya, kalau di bawah 5 itu terjadilah deindustrialisasi dan lain-lain kan. Akibatnya penciptaan lapangan kerja formal berkurang,”
tuturnya.
Maka dari itu, Purbaya menilai penting bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi diatas 6,5 persen. Ia pun mendukung, target pertumbuhan ekonomi tinggi Presiden Prabowo sebesar 8 persen.
Ketika Pak Presiden Prabowo bilang 8 persen lah, saya setuju dah 8 persen cepatnya, tentunya kita capai secara bertahap. Tujuannya apa? Kita tuh bisa menciptakan lapangan kerja formal yang berhasil nambah kalau tumbuhnya di atas 6 persen di atas 6,5 persen,”
tuturnya.
Dua Tahun Kelas Menengah Akan Tumbuh


Purbaya menilai, saat ini Indonesia secara bertahap sudah bergerak menuju pertumbuhan ekonomi tinggi, yang mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja formal.
Nanti pelan-pelan lapangan kerja formal kalau tercipta, kalau kita tumbuh lebih cepat dari 6 persen lapangan kerja tercipta, itu pendapatan masyarakat menengah meningkat, tercipta masyarakat menengah baru,”
ujarnya.
Purbaya mengatakan pemerintah akan menghidupkan kembali sektor industri melalui berbagai program, termasuk hilirisasi. Menurutnya, penguatan industri akan menjadi salah satu motor penciptaan lapangan kerja formal dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Purbaya pun meyakini dampak dari strategi tersebut mulai terasa dalam satu hingga dua tahun ke depan. Sehingga, kondisi kelas menengah Indonesia perlahan kembali menguat.
Jadi kedepan mungkin setahun, dua tahun kita akan harapkan masyarakat menengah kita semakin tumbuh lagi,”
kata Purbaya.

























