Penyidik menanyakan materi komedi Pandji yang membahas soal analogi memilih pemimpin berdasarkan salat. Lalu menyinggung soal izin tambang kepada dua ormas Islam.
Lalu juga materi soal tadi sudah saya bilang, soal pemberian izin tambang kepada dua ormas: Muhammadiyah dan PBNU. Lalu juga soal materi terkait dengan banyak artis yang terpilih menjadi pejabat di Jawa Barat,”
jelasnya.
Selama pemeriksaan, lanjut Haris, Pandji juga disodorkan potongan-potongan video materi stand up-nya. Namun potongan video itu katanya bukan berasal dari Netflix, melainkan dari beberapa akun TikTok.
Pandji Tidak Merasa Melakukan Penistaan Agama
Disaat yang bersamaan, Pandji mengaku selama pemeriksaan berlangsung secara lancar. Dia menegaskan materi komedinya di panggung ‘Mens Rea’ tidak dimaksudkan menghina suatu agama.
Saya ada pada posisi tidak merasa melakukan penistaan agama. Jadi prosesnya tadi jalan dengan cukup lancar, pertanyaannya terjawab, dan ya kita ikutin prosesnya saja,”
ujar dia.
Pandji sempat berkelakar pemeriksaan terhadap dirinya akan berlangsung seru. Hal itu justru terpatahkan setelah diperiksa delapan jam lamanya.
Saya nggak punya deskripsi yang lebih tepat untuk menggambarkannya, kayaknya kurang tepat juga untuk digambarkan seru. Pokoknya saya ikutin aja prosesnya dari awal sampai akhir,”
pungkas Pandji.
Diketahui, sejumlah pihak melaporkan materi stand up comedy Pandji ke Polda Metro Jaya dengan alasan merasa tersinggung. Hingga saat ini, tercatat sudah ada lima laporan yang masuk ke Kepolisian.
Laporan pertama diajukan oleh sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah. Laporan lainnya datang dari seseorang berinisial S yang mengaku berasal dari Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten.
Laporan terbaru dilayangkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), yang disampaikan langsung oleh Wakil Ketua TPUA, Novel Bamukmin. Secara keseluruhan, laporan-laporan tersebut mengacu pada Pasal 300 dan 301 yang berkaitan dengan dugaan penghasutan terhadap agama dan kepercayaan.