Advokat Elza Syarief memutuskan mundur sebagai kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya sejak 15 Juni 2026.
Elza menyatakan tidak ikut membela lagi mantan kliennya usai penyidik Kejaksaan Agung menjerat tangan kanan Sony, Asep Yusuf Somantri, sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Karena Pak Sony tidak jujur dan sebelum bersumpah (dia) ‘bersih’. Info beberapa orang, terutama (info dari) Asep, dia rutin menerima uang dari Asep,”
ucap Elza dikonfirmasi wartawan, Selasa, 16 Juni 2026.
Melindungi Siapa?
Namun, Elza mengira Sony masih berupaya untuk membuka pihak-pihak yang terlibat, tapi diduga masih melindungi orang-orang di sekitarnya. Hal itu yang membuat Elza menjadi tidak nyaman.
“Bagaimana cara (Sony) selalu mempersulit saya dan saya tidak nyaman. Sepertinya mau saya tidak sebagai kuasanya, karena takut kedoknya terbuka,”
beber Elza.
Selain itu, ada pihak di sekeliling Sony yang mengecap Elza sebagai advokat yang berbahaya sebab kerap membongkar pihak-pihak yang diduga turut terlibat dalam korupsi program MBG. Bahkan Elza mengaku juga kerap dipersulit untuk bertemu Sony.
“Saya merasa supaya kuasa saya dicabut. Sebelum dicabut saya mundur saja. Sama saja dicabut atau mundur, yang penting saya bukan kuasanya lagi,”
tegas Elza.
Ragukan Justice Collaborator
Sony mengajukan diri sebagai justice collaborator kepada penyidik Kejagung untuk membongkar kasus ini, tapi Elza meragukan permohonan itu bakal diterima.
“Soal prinsip justice collaborator, harus (orang yang) memang bersalah, bukan bersih. Kalau (berhasil) dapat justice collaborator atau tidak, wallahua’lam,”
tutur Elza.


