Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 17 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hukum / Kasus Air Keras Andrie Yunus: Koordinator Kontras Diperiksa, Berharap Kasus Segera Naik ke Penyidikan
Hukum

Kasus Air Keras Andrie Yunus: Koordinator Kontras Diperiksa, Berharap Kasus Segera Naik ke Penyidikan

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
Last updated: Juni 17, 2026 2:53 pm
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
Share
Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya mengenai laporan model B oleh TAUD atas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, 17 Juni 2026.
Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya mengenai laporan model B oleh TAUD atas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, 17 Juni 2026. (Owrite.id/Rahmat Baihaqi)
SHARE

Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Dimas Bagus Arya menjalani pemeriksaan oleh penyelidik Polda Metro Jaya mengenai laporan Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) atas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Daftar isi Konten
  • Periksa Intel
  • Jadi Penyidikan
  • Kisruh

Pemeriksaan tersebut melanjuti laporan model B yang dibuat TAUD mengenai percobaan pembunuhan berencana dan terorisme yang sedang diselidiki pihak Polda Metro Jaya. Dimas memperkirakan penyelidik bakal mendalami invetigasi TAUD ihwal jumlah pelaku lebih dari empat orang.

“Ada 16 orang (terduga pelaku) yang kami identifikasi berdasarkan rekaman CCTV dan rekonstruksi menggunakan metode open source intelligence. Mereka diduga berkaitan dengan peristiwa sebelum penyiraman air keras,”

ujar Dimas di Polda Metro Jaya, Rabu, 17 Juni 2026.
Baca juga:
Percobaan Penculikan Lansia di PIK: Getah Asmara Tak Direstui, Berujung… Polisi berhasil membongkar motif di balik percobaan penculikan terhadap seorang lansia berinisial…
Presiden Jerman Berkunjung, Demo Tetap Lanjut Lur: Ini Rute Jalan… Presiden Prabowo direncanakan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier,…
Bantah Sengaja Bikin Sinyal Demo 'Indonesia Bangkrut' Jadi Lemot, Polisi:… Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengklaim pihaknya tidak…
  • Percobaan Penculikan Lansia di PIK: Getah Asmara Tak Direstui, Berujung Ancaman 12…
  • Presiden Jerman Berkunjung, Demo Tetap Lanjut Lur: Ini Rute Jalan dan Titik…
  • Bantah Sengaja Bikin Sinyal Demo 'Indonesia Bangkrut' Jadi Lemot, Polisi: Karena Kebanyakan…

Penyelidik, kata Dimas, juga bakal mengonfirmasi mengenai putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam putusan itu, hakim memerintahkan jajaran Polda Metro Jaya untuk melanjutkan penyelidikan kasus Andrie Yunus yang sebelumnya dilimpahkan kepada Pusat Polisi Militer TNI.

Belasan pelaku yang diduga melibatkan prajurit TNI, berupaya melakukan percobaan pembunuhan terhadap Andrie dengan cara menyiram air keras dan terdapat dugaan terorisme sebab ada yang pihak yang mendanai aksi komplotan ini.

Periksa Intel

Dimas juga meminta kepolisian memeriksa sejumlah pejabat Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, termasuk mantan Kepala BAIS Letjen TNI Yudi Abrimantyo.

“Itu berkaitan juga dengan proses yang selama ini terjadi. (Pemeriksaan jajaran BAIS) untuk membongkar tindakan operasi yang juga kami dalilkan dalam temuan investigasi yang disampaikan TAUD,”

tegas Dimas.

Dia menduga ada indikasi penggunaan fasilitas negara, salah satunya penggunaan sebuah rumah di kawasan Panglima Polim III. Kata Dimas rumah itu tercatat sebagai aset milik Kementerian Pertahanan, maka polisi harus menyelidiki lebih jauh serta mengklarifikasi institusi TNI maupun pihak terkait lainnya.

“Kami berharap temuan-temuan ini bisa menjadi dasar bagi penyidik untuk mengembangkan perkara dan segera menaikkan ke tahap penyidikan,”

tutur Dimas.

Jadi Penyidikan

Di saat bersamaan, anggota LBH Jakarta Daniel Winarta mengatakan TAUD telah menyerahkan seluruh hasil investigasinya kepada kepolisian yang semestinya dinilai cukup untuk menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan.

TAUD telah menyerahkan ratusan potongan rekaman CCTV yang telah dikantonginya selama ini. Dalam rekaman itu TAUD mengatakan ada koordinasi empat anggota BAIS—yang telah divonis— dengan 12 orang terduga pelaku lain.

“Bukti yang kami serahkan, ada koordinasi antara empat pelaku yang sudah disidangkan dengan 12 orang lain. Total ada 16 orang yang saling berkoordinasi di lapangan,”

ujar Daniel.

Tidak hanya rekaman CCTV, TAUD meminta agar kepolisian juga memeriksa kendaraan milik korban sebab belum pernah diperiksa hingga kini.

Kisruh

TAUD melaporkan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dengan laporan model B kepada Bareskrim Mabes Polri. Namun, berkas itu malah dilimpahkan kepada Polda Metro Jaya untuk diselidiki.

Sejalan dengan itu, TAUD juga sempat melayangkan gugatan praperadilan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena perakra Andrie dihentikan oleh kepolisian ibu kota. Hasilnya, hakim memerintahkan kepolisian untuk kembali mengusut kasus tersebut.

Sementara itu, terhadap empat prajurit TNI telah divonis oleh Pengadilan Militer II-08 Jakarta, hakim menjatuhkan pidana penjara yang bervariasi: Sersan Dua Marinir Edi Sudarko yang divonis 3 tahun penjara, Letnan Satu Marinir Budhi Hariyanto (2,5 tahun), Kapten Marinir Mandala Dwi Prasetio (2 tahun), dan Letnan Satu Pasukan Kopasgat Sami Lakka (1,5 tahun).

Kemudian, ada hukuman tambahan bagi Edi Sudarko dan Budhi Hariyanto yaitu dipecat sebagai anggota TNI.

Baca juga:
Udah Gelap Tapi Ogah Pulang, Massa 'Indonesia Bangkrut' Bertahan di… Peserta aksi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” masih bertahan di depan Tower Thamrin…
Polisi Sebut Demo 'Indonesia Bangkrut' Belum Berizin: Suratnya Nyasar ke… Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan hingga sore…
Demo 'Indonesia Bangkrut': Dua Pemuda Diciduk Gegara Bawa Bom Molotov Polisi mendalami penangkapan dua lelaki yang diduga hendak menyusup ke dalam aksi…
  • Udah Gelap Tapi Ogah Pulang, Massa 'Indonesia Bangkrut' Bertahan di Thamrin Nine
  • Polisi Sebut Demo 'Indonesia Bangkrut' Belum Berizin: Suratnya Nyasar ke Mana, Bung?
  • Demo 'Indonesia Bangkrut': Dua Pemuda Diciduk Gegara Bawa Bom Molotov
Tag:Air KerasAndrie YunusBAIS TNIkontrasPolda Metro JayaTAUDTerorisme
Share This Article
Email Salin Tautan Print
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput isu nasional dengan berfokus pada bidang politik hukum dan kriminal.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prabowo Ngaku Terbuka pada Kritik, Pengerahan TNI saat Demo Mahasiswa Jadi Sorotan
By Rahmat Tunny
Pasukan TNI ikut melakukan penghadangan kepada mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi di Bundaran HI.
1
Ricuh Diskusi UGM dan Cap Pengkhianat Reformasi, Substansi Kritik Mahasiswa Jangan Dikaburkan
By Hardani Triyoga
Mahasiswa geruduk acara diskusi di UGM yang dihadiri Budiman Sudjatmiko.
2
Jokowi Mau Safari Politik Bareng PSI, Politikus PDIP: Sebaiknya Bertaubat Saja
By Hardani Triyoga
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)(sumber: Tangkapan layar dari siaran YouTube PSI)
3
Tanpa Ikon Pemersatu, Gerakan Mahasiswa Saat Ini Tak Sehebat Reformasi 1998
By Rahmat Tunny
Aksi demonstrate mahasiswa UI di Jan. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
4
Harga Emas Hari Ini 17 Juni 2026: Antam dan Global Kompak Berkilau
By Syifa Fauziah
Ilustrasi Emas Antam
5

BERITA LAINNYA

Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) berjalan memasuki mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Hukum

Elza Syarief Ungkap Pernyataan Mengejutkan dari Sony Sonjaya Usai Ditangkap

Pengakuan mengejutkan datang dari mantan kuasa hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief. Di…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (kiri) didampingi Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri Irjen Pol. Nurworo Danang (kanan) dan Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago (tengah) memberi salam kepada wartawan usai memberikan keterangan pers terkait kasus dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Hukum

Ponsel Sony Sonjaya Disita Kejaksaan, Eks Pengacara Sebut Berisi Chatting dan Data Penting Kasus BGN

Perkembangan kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
Peserta aksi yang tergabung dalam Lingkar Aspirasi Publik (LAP) melakukan orasi saat unjuk rasa di Tugu Adipura, Kota Tangerang, Banten, Rabu (10/6/2026).
Hukum

Panas Kasus MBG: Krisna Murti Balas Tudingan Elza Syarief Soal Pengajuan Justice Collaborator Kliennya

Mantan kuasa hukum mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, Elza Syarief, mengaku…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
3 jam lalu
Peserta aksi yang tergabung dalam Lingkar Aspirasi Publik (LAP) mengibarkan bendera Merah Putih saat unjuk rasa di Tugu Adipura, Kota Tangerang, Banten, Rabu (10/6/2026).
Hukum

Elza Syarief Cabut dari Barisan Pembela Sony, Krisna Murti: Baru Ketemu 2 Jam Sudah Putus Kuasa

Kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya, Krisna…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up