Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hukum

Rawat Jalan dan Dijaga LPSK, Begini Kondisi Terkini Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus

Kondisi mata kanan Andrie masih menjadi perhatian. Hingga kini matanya masih diperban agar kondisi bola mata tetap utuh.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya (tengah) didampingi Anggota Divisi Hukum KontraS Vebrina Monicha (kanan) dan Pengacara Publik LBH Jakarta Daniel Winarta (kiri) dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyampaikan keterangan kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya (tengah) didampingi Anggota Divisi Hukum KontraS Vebrina Monicha (kanan) dan Pengacara Publik LBH Jakarta Daniel Winarta (kiri) dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyampaikan keterangan kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/6/2026). (ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya/bar)

Kondisi Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus mulai membaik, setelah berbulan-bulan terbaring di rumah sakit akibat disiram air keras.

Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya bilang meski kondisi rekannya sudah membaik, Andrie masih harus mejalani fisioterapi guna mengembalikan fungsi motorik.

“Fisioterapi itu untuk mengembalikan fungsi motorik, karena beberapa proses operasi menyentuh saraf dan otot. Dikhawatirkan ototnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya,”

kata Dimas di Polda Metro Jaya, Rabu, 17 Juni 2026.

Selama Andrie menjalani fisioterapi, kata Dimas, dia mulai menunjukkan tanda-tanda positif. Andrie sudah bisa beraktivitas ringan seperti senam hingga keseharian secara mandiri.

Iklan

“Alhamdulillah prosesnya berjalan baik. Dia sudah mulai bisa melakukan gerakan-gerakan senam ringan, sudah bisa mandi sendiri, dan sudah bisa makan tanpa disuapi,”

terang Dimas.

Menuju Pulih

Andrie sempat mengalami kontraksi pada bagian otot tangan akibat operasi penyembuhan kulit bekas luka cairan kimia, kondisi tersebut berdampak pada jaringan menjadi kaku bila tidak terus digerakkan. Alhasil langkah fisioterapi menjadi bagian penting untuk pemulihan total.

Namun, kondisi mata kanan Andrie masih menjadi perhatian. Hingga kini mata Wakil Koordinator Kontras itu masih diperban agar kondisi bola mata tetap utuh dan mencegah kemungkinan terburuk.

“Kalau melihat keterangan tim dokter pada April lalu, kemungkinan akan ada operasi lanjutan sekitar Agustus untuk mata kanannya,”

ujar Dimas.

Meski tidak lagi dirawat inap di rumah sakit, Andrie juga kini dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Kondisi kesehatannya tak luput dari pantauan, bahkan kegiatan Andrie juga harus dibatasi demi mencegah risiko infeksi.

“Rawat jalan sudah berjalan sekitar dua bulan terakhir sejak akhir April. Untuk sementara aktivitasnya masih dibatasi sambil menunggu proses pemulihan lebih lanjut,”

kata Dimas.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.