Presiden Trump menggunakan krim yang sangat umum di sisi kanan lehernya, yang merupakan perawatan kulit pencegahan, yang diresepkan oleh dokter Gedung Putih. Presiden menggunakan perawatan ini selama satu minggu, dan kemerahan diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu,”
demikian pernyataan tersebut seperti dilansir dari New York Times, Selasa, 3 Maret 2026.
Trump sebdiri tengah menghadapi pengawasan publik terkait kesehatannya, yang dipicu oleh tanda-tanda kelelahan selama tahun pertamanya kembali menjabat dan kurangnya kejelasan dari dokter dan ajudannya mengenai detail kondisi presiden.
Misalnya saja seelama setahun terakhir, Trump sering terlihat dengan memar yang terlihat jelas di tangannya. Ketika memar muncul di tangan kanannya, para pejabat Gedung Putih mengatakan itu disebabkan oleh jabat tangannya.
Ketika memar muncul di tangan kirinya bulan lalu, Tuan Trump mengatakan itu karena dia membenturkannya ke meja dan sedang minum aspirin. Memar itu pun akhirnya ditutupi dengan riasan.
Trump juga sering terlihat mengalami pembengkakan di kakinya, yang menurut dokter dan ajudan presiden merupakan akibat dari insufisiensi vena kronis, suatu kondisi yang terjadi ketika pembuluh vena kesulitan mengalirkan darah kembali ke jantung.
Selama lebih dari satu dekade, Trump, para dokternya, dan para pembantunya sering mengeluarkan pernyataan singkat, samar, atau optimis tentang kebugaran dan kondisi kesehatan presiden.
Dr. Harold Bornstein menyatakan pada akhir tahun 2015 bahwa Trump akan menjadi individu paling sehat yang pernah terpilih menjadi presiden.
Sedangkan dokter Gedung Putih untuk Trump, Dr. Ronny L. Jackson menegaskan pada tahun 2018 bahwa dengan diet yang lebih baik, Tuan Trump bisa hidup hingga usia 200 tahun .
Para kritikus Tuan Trump telah berspekulasi tentang kesehatannya selama ia berkecimpung dalam politik nasional, dan pada gilirannya, Tuan Trump sering menolak untuk menjelaskan kapan dan mengapa ia mencari perawatan medis, baik karena menderita Covid atau menjalani prosedur rutin.