Apakah kamu pernah merasa merasa lelah di hari minggu yang cerah? Padahal kamu tidak mengerjakan pekerjaan yang berat secara fisik, tapi pikiran kamu rasanya penuh. Kalau ini terjadi pada mu, jangan disepelekan karena ini merupakan tanda burnout ringan yang sering tidak kamu sadari.
Ditengah aktivitas yang serba cepat, chat yang terus masuk, dan dateline yang datang silih berganti membuat seseorang sering lupa akan kesehatannya sendiri.
Tidak perlu tunggu parah dan butuh perawatan yang mahal, karena sebenarnya ada cara simple untuk mengatasi burnout ringan ini, yaitu dengan curhat dan me time.
Kelihatannya memang simple, tapi jangan salah dua hal ini ternyata punya peran yang sangat besar untuk menjaga keseimbangan emosi.
Curhat
Ada kalanya seseorang curhat hanya butuh didengar, bukan dikasih solusi maupun dihakimi. Curhat seringkali dianggap sepele, bahkan ada yang beranggapan kalau curhat itu tanda kelemahan.
Padahal, menurut KlikDokter berbagi cerita dengan orang yang dipercaya bisa membantu mengurangi stress dan beban pikiran yang menumpuk.
Bayangkan saja seperti kamu lagi memegang gelas yang penuh dengan air. Pasti lama-lama tangan jadi pegal kan? Curhat bisa kamu ibaratkan seperti meletakkan gelas itu sebentar dan memberi jeda supaya kamu bisa bernafas lagi.
Hal ini juga diperkuat oleh Universitas Airlangga, dalam jurnal penelitiannya menyebut bahwa curhat bisa membantu kita mendapatkan sudut pandang baru, merasa dipahami, dan bahkan mempererat hubungan dengan orang lain.
Terkadang, dari cerita sederhana ke teman, kamu justru menemukan jawaban yang sebelumnya tidak terlihat.
Me Time
Kalau curhat itu “mengeluarkan”, maka me time adalah “mengisi” kembali.
Ditengah kesibukan aktivitas, meluangkan waktu untuk diri sendiri sering terasa seperti kemewahan.
Padahal, ini merupakan kebutuhan. Menurut Halo Sehat, me time bisa membantu meredakan kecemasan, meningkatkan fokus, dan menjaga keseimbangan emosi.
Me time juga tidak perlu ribet, cukup dengan duduk sendiri sambil minum secangkir kopi, mendengarkan musik favorit, atau sekedar duduk sendiri tanpa gangguan dan melupakan sejenak kesibukan yang ada.
Dari sini, kamu punya waktu untuk mengobrol dengan diri sendiri. Apa yang sedang kamu rasakan? Apa yang kamu butuhkan? Hal-hal kecil seperti ini yang justru seringkali terlewatkan saat kamu sedang sibuk dengan dunia luar.
Dan menariknya, setelah me time seringkali pikiran lebih jernih, fokus balik lagi, dan energi terisi kembali.
Tapi perlu diingat bahwa terlalu sering curhat bisa membuat seseorang menjadi bergantung pada orang lain.
Sebaliknya, terlalu sering menyendiri juga bisa membuat seseorang merasa makin jauh dari lingkungan.
Mengutip Alodokter, kombinasi antara berbagi cerita dan meluangkan waktu untuk diri sendiri justru jadi cara paling efektif untuk menjaga kesehatan mental tetap stabil.
Karena pada akhirnya, kamu butuh dua-duanya, ruang untuk didengar dan ruang untuk memahami diri sendiri.
Jadi, kalau hari ini terasa berat, mungkin kamu nggak butuh solusi besar. Coba mulai dari hal sederhana seperti telepon teman untuk cerita, atau ambil waktu sebentar buat sendiri.
Karena menjaga kesehatan mental itu bukan soal tren. Ini soal bagaimana kamu menjaga kesehatan mental mu di tengah hidup yang nggak selalu mudah.

