Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 23 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Masih Jadi People Pleaser? Yuk Saatnya Mulai Pasang Boundaries Demi Kesehatan Mentalmu 
Hype

Masih Jadi People Pleaser? Yuk Saatnya Mulai Pasang Boundaries Demi Kesehatan Mentalmu 

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: Juni 23, 2026 4:16 pm
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
Share
Boundaries
Boundaries (Foto: Pexels)
SHARE

Pernah merasa sulit menolak permintaan teman? Atau sering mengiyakan segala sesuatu meski sebenarnya kamu tidak nyaman? Jika iya, bisa jadi kamu sedang terjebak dalam pola people pleaser, yaitu kebiasaan selalu berusaha menyenangkan orang lain meski harus mengorbankan diri sendiri.

Daftar isi Konten
  • Boundaries Bukan Berarti Egois
  • Jenis-Jenis Boundaries yang Perlu Kamu Tahu
  • Kenapa Sulit Menetapkan Boundaries?
  • Cara Membangun Boundaries yang Sehat

Kalau dilihat sekilas, sikap ini memang terlihat baik. Kamu akan dianggap ramah, peduli, dan mudah diajak bekerja sama dengan siapapun 

Namun, hati-hati jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus tanpa batasan yang jelas, kamu kan merasakan kelelahan secara mental, karena kamu akan kehilangan moment untuk me time, hingga merasa dimanfaatkan.

Baca juga:
Fenomena Bed Rotting Viral di Kalangan Gen Z, Psikolog Ungkap… Belakangan, fenomena bed rotting ramai diperbincangkan gen z di media sosial. Fenomen…
Apa Itu Validasi dalam Bahasa Gaul? Kenapa Istilah Ini Sering… Kalau kamu sering main TikTok, X, Threads, atau Instagram, pasti sudah nggak…
Banyak Dipakai Gen Z, Ternyata Ini Arti Streak yang Sebenarnya Istilah streak semakin sering terdengar, terutama di era media sosial dan aplikasi…
  • Fenomena Bed Rotting Viral di Kalangan Gen Z, Psikolog Ungkap Dampaknya pada…
  • Apa Itu Validasi dalam Bahasa Gaul? Kenapa Istilah Ini Sering Muncul Bareng…
  • Banyak Dipakai Gen Z, Ternyata Ini Arti Streak yang Sebenarnya

Karena itu, semakin banyak gen z yang mulai menerapkan konsep boundaries atau batasan dalam hubungan. Boundaries bukan tentang menjauh dari orang lain, melainkan cara untuk menjaga diri agar tetap nyaman dan sehat secara emosional.

Psikolog Willy Tasdin dalam kanal YouTube Nous ID menjelaskan boundaries adalah aturan yang dibuat seseorang untuk melindungi dirinya, baik secara fisik maupun psikologis.

Boundaries adalah cara kita menentukan bagaimana orang lain boleh memperlakukan kita dan bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain,”

jelas Willy.

Dengan adanya batasan yang jelas, kamu bisa menentukan bagaimana orang lain memperlakukanmu dan bagaimana kamu berinteraksi dengan mereka.

Boundaries Bukan Berarti Egois

Salah satu alasan banyak orang sulit membuat batasan adalah karena takut dianggap egois. Padahal, menjaga diri sendiri bukanlah bentuk keegoisan. Justru dengan memahami batasan yang kamu miliki, hubungan dengan orang lain bisa menjadi lebih sehat dan seimbang.

Misalnya, kamu tidak harus selalu membalas pesan saat itu juga, tidak harus selalu hadir di setiap ajakan teman, atau tidak mesti menceritakan semua hal pribadi kepada orang lain. 

Karena pada konsepnya, kamu berhak menentukan apa yang membuatmu nyaman.

Kalau kamu tidak punya boundaries, kamu cenderung akan lebih mudah merasa tertekan karena terus berusaha untuk memenuhi ekspektasi semua orang.

Jenis-Jenis Boundaries yang Perlu Kamu Tahu

Dalam kehidupan sehari-hari, batasan tidak hanya soal berani berkata “tidak”. Karena ada beberapa bentuk boundaries yang sebenarnya sering kamu temui.

1. Batasan Fisik

Batasan fisik berkaitan dengan ruang pribadi dan kenyamanan tubuhmu.

Contohnya, siapa yang boleh menyentuhmu, seberapa dekat seseorang boleh berada di sekitarmu, atau area pribadi yang tidak ingin disentuh orang lain.

Setiap orang memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda. Karena itu, batasan fisik perlu dihormati, meski hubunganmu dengan seseorang sudah cukup dekat.

2. Batasan Emosional

Batasan emosional berhubungan dengan perasaan, pikiran, dan informasi pribadi yang ingin kamu bagikan kepada orang lain.

Tidak semua orang harus mengetahui seluruh cerita hidupmu. Memilih untuk menyimpan beberapa hal untuk diri sendiri bukan berarti kamu tertutup, melainkan bentuk perlindungan diri yang sehat.

3. Batasan Waktu

Banyak orang tidak sadar bahwa waktu juga membutuhkan batasan.

Kamu perlu menentukan berapa banyak waktu yang ingin diberikan untuk keluarga, teman, pasangan, pekerjaan, hingga waktu untuk diri sendiri. 

Jika semuanya ingin dipenuhi sekaligus, energi kamu bakal cepat habis sebelum tujuanmu tercapai. 

Baca juga:
Ternyata Ini Arti Slang "Six Seven"  yang Viral di TikTok Belakangan ini, istilah "six seven" atau 6-7 ramai berseliweran di TikTok, Instagram,…
Kenapa Passion Rasanya Susah Banget Ditemuin? Masih bingung passion kamu apa? Tenang, banyak Gen Z mengalami hal yang…
Sering Merasa Awkward dan Pengen Ngehindar dari Keramaian? Mungkin Kamu… Sekarang banyak Gen Z yang merasa tertekan, bukan karena apa tapi kemudahan…
  • Ternyata Ini Arti Slang "Six Seven"  yang Viral di TikTok
  • Kenapa Passion Rasanya Susah Banget Ditemuin?
  • Sering Merasa Awkward dan Pengen Ngehindar dari Keramaian? Mungkin Kamu Lagi Alami…

Kenapa Sulit Menetapkan Boundaries?

Menurut Willy, salah satu penyebabnya adalah budaya kolektif yang masih kuat di Indonesia.

Sejak kecil, banyak dari kita diajarkan untuk menjaga perasaan orang lain dan mengutamakan kebersamaan. Akibatnya, muncul rasa sungkan ketika ingin menolak atau membuat batasan.

Belum lagi rasa bersalah yang sering muncul ketika memilih diri sendiri dibanding memenuhi keinginan orang lain.

Padahal, memiliki ruang pribadi dan waktu untuk diri sendiri adalah kebutuhan yang wajar. Kamu tidak harus selalu tersedia untuk semua orang setiap saat.

Cara Membangun Boundaries yang Sehat

Jika ingin mulai membangun boundaries, langkah pertama adalah mengenali kebutuhan diri sendiri.

Coba tanyakan pada dirimu, hal apa yang membuatmu nyaman dan situasi seperti apa yang justru menguras energi. Dari sana, kamu bisa mengetahui batasan yang perlu dibuat.

Langkah berikutnya adalah mengomunikasikan batasan tersebut secara jelas. Orang lain tidak akan memahami batasanmu jika kamu tidak pernah menyampaikannya.

Selain itu, penting juga untuk menghormati batasan orang lain. Jika kamu ingin batasanmu dihargai, maka kamu juga perlu menghargai batasan yang mereka miliki.

Terakhir, kamu harus siap menghadapi berbagai reaksi. Tidak semua orang akan menyukai atau memahami batasan yang kamu buat. Namun, itu bukan alasan untuk mengabaikan kenyamanan dan kesehatan mentalmu sendiri.

Menjadi pribadi yang lebih baik tidak berarti kamu harus selalu mengalah. Kamu tetap bisa peduli kepada orang lain tanpa mengorbankan kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri.

Kunci utamanya adalah menerapkan boundaries secara jelas dan konsistensi. Jika kamu sudah menentukan batasan, maka penting untuk menjalaninya secara konsisten sekaligus menghormati batasan yang dimiliki orang lain.

Jadi, kalau selama ini kamu masih sering menjadi people pleaser dan sulit mengatakan “tidak”, mungkin ini saat yang tepat untuk mulai belajar memasang boundaries. 

Sebab menjaga kesehatan mental tidak hanya soal istirahat yang cukup, tetapi juga tentang berani menentukan batasan yang sehat dalam setiap hubungan.

Tag:bounderiesgen zmenyenangkan orang lainpeople pleaser
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
1
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
2
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
3
Dilaporkan Soal Dugaan Korupsi Rp20 M, ITDC Ngaku Cuma Sediakan Lahan di Mandalika
By Rahmat Baihaqi
Kawasan Sirkuit Mandalika.
4
Pakar Bongkar Siapa yang Paling Diuntungkan dari Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
5

BERITA LAINNYA

Owrite Go To Campus
Hype

Owrite Gandeng Mercu Buana Ajak Mahasiswa Kampanyekan Efisiensi Energi Lewat Semercu Sahabat Bumi Vol. 2

Owrite bersama Universitas Mercu Buana mengajak mahasiswa untuk lebih aktif menyuarakan isu…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
1 jam lalu
Owrite Go To Campus
Hype

Bukan Sekadar Lomba, Owrite Go To Campus Jadi Jalur Awal Rekrutmen Talenta Muda

Owrite Go To Campus kembali digelar sebagai wadah untuk menjaring talenta muda dari…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
2 jam lalu
mie kuning
Hype

Hasil Tes Mengejutkan! Mie Kuning di Pasar Diduga Mengandung Formalin, Ini Faktanya

Baru-baru ini, konten di Instagram dari seorang food technology creator Andrea Novita menarik…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
3 jam lalu
Grebeg Suro
Hype

Grebeg Suro 2026: Ini Bedanya Tradisi Suro di Surakarta dan Yogyakarta

Setiap kali bulan Suro atau jika di kalender hijriah disebut dengan bulan…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up