Maraknya informasi lowongan kerja di media sosial dan platform digital memudahkan pencari kerja menemukan peluang karier. Namun di balik kemudahan tersebut, masih banyak oknum yang memanfaatkan situasi dengan menyebarkan lowongan kerja palsu atau loker bodong.
Melalui unggahan Instagram @dealls.jobs, pencari kerja diimbau untuk lebih teliti sebelum melamar pekerjaan agar tidak menjadi korban penipuan. Berikut tiga ciri lowongan kerja bodong yang perlu diwaspadai.
1. Alamat Kantor Tidak Jelas
Salah satu tanda paling umum dari lowongan kerja palsu adalah informasi perusahaan yang tidak lengkap. Biasanya, pelaku tidak mencantumkan alamat kantor yang jelas, website resmi, maupun kontak perusahaan yang dapat diverifikasi.
Sebelum melamar, pastikan untuk mengecek alamat perusahaan melalui internet atau layanan peta digital. Jika informasi perusahaan sulit ditemukan atau terkesan mencurigakan, sebaiknya hindari lowongan tersebut.
2. Menawarkan Gaji yang Tidak Masuk Akal
Pencari kerja juga perlu waspada terhadap tawaran gaji yang terlalu tinggi untuk posisi tertentu, terutama untuk pekerjaan entry-level atau tanpa pengalaman kerja.
Modus ini sering digunakan untuk menarik perhatian calon korban agar segera melamar tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut. Perusahaan yang kredibel umumnya menawarkan gaji yang sesuai dengan standar industri dan tanggung jawab pekerjaan yang diberikan.
3. Meminta Data Diri Secara Berlebihan
Lowongan kerja bodong sering kali meminta data pribadi yang tidak relevan sejak awal proses rekrutmen. Misalnya, nomor rekening, data kartu identitas secara detail, hingga informasi sensitif lainnya.
Padahal, perusahaan profesional biasanya hanya meminta data tertentu setelah kandidat dinyatakan lolos dan menandatangani dokumen resmi. Jika perekrut meminta informasi pribadi yang berlebihan sejak awal, pencari kerja patut meningkatkan kewaspadaan.
Pencari kerja disarankan untuk selalu melakukan riset terhadap perusahaan, memeriksa keaslian informasi lowongan, dan memastikan proses rekrutmen berlangsung secara profesional. Jika menemukan indikasi penipuan, segera hentikan komunikasi dan laporkan akun atau pihak yang bersangkutan.
Dengan lebih teliti dan kritis, pencari kerja dapat terhindar dari berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan lowongan pekerjaan.























