Banyak orang mengira bahwa tidur dalam waktu yang lama otomatis membuat tubuh terasa segar saat bangun, padahal belum tentu.
Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kualitas tidur yang kurang baik, kebiasaan sebelum tidur, pola hidup yang tidak sehat, hingga gangguan kesehatan tertentu.
Jika dibiarkan berlarut-larut, rasa lelah setelah bangun tidur dapat mengganggu konsentrasi, produktivitas, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Lantas, apa penyebabnya dan dampaknya, berikut penjelasannya.
Penyebab Bangun Tidur Masih Terasa Lelah
Merasa lelah saat bangun tidur tidak selalu menandakan kurang tidur. Dalam banyak kasus, melansir dari laman Halodoc (15/11/2020) kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor yang memengaruhi kualitas istirahat selama malam hari.
1. Inersia Tidur
Inersia tidur adalah kondisi ketika otak belum sepenuhnya beralih dari mode tidur ke mode terjaga. Akibatnya, seseorang dapat merasa pusing, bingung, sulit berkonsentrasi, atau tetap mengantuk sesaat setelah bangun tidur.
Kondisi ini umumnya berlangsung selama 15–60 menit dan akan membaik dengan sendirinya. Inersia tidur dapat dipicu oleh kurang tidur, terbangun secara tiba-tiba dari fase tidur nyenyak, jadwal tidur yang tidak teratur, atau kerja shift yang mengganggu ritme sirkadian tubuh.
2. Paparan Sinar Biru Sebelum Tidur
Paparan sinar biru dari ponsel, laptop, tablet, televisi, maupun lampu tertentu pada malam hari dapat mengganggu kualitas tidur. Sinar biru diketahui dapat menekan produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun.
Ketika produksi melatonin terganggu, tubuh menjadi lebih sulit tertidur atau mempertahankan tidur yang nyenyak. Akibatnya, seseorang dapat bangun dalam kondisi lelah meski telah tidur cukup lama.
3. Kebiasaan Tidur yang Kurang Baik
Rutinitas tidur yang tidak teratur juga dapat menyebabkan kualitas tidur menurun. Beberapa kebiasaan yang dapat mengganggu tidur antara lain tidur dan bangun pada jam yang berbeda-beda setiap hari, tidur siang terlalu lama, menggunakan gawai menjelang tidur, serta tidur di lingkungan yang terlalu terang, panas, atau bising.
Selain itu, penggunaan kasur dan bantal yang kurang nyaman juga dapat mengurangi kualitas istirahat. Kondisi-kondisi tersebut dapat membuat tubuh tidak mendapatkan tidur yang optimal sehingga tetap merasa lelah saat bangun.
4. Konsumsi Kafein dan Alkohol
Kafein merupakan zat stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan. Mengonsumsi kopi, teh, minuman energi, atau sumber kafein lainnya terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat seseorang lebih sulit terlelap dan mengurangi kualitas tidur.
Sementara itu, meskipun alkohol dapat menimbulkan rasa kantuk, minuman ini justru dapat mengganggu siklus tidur normal. Akibatnya, tidur menjadi kurang nyenyak dan tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup.
5. Kurangnya Paparan Cahaya Matahari
Paparan cahaya matahari berperan penting dalam mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Kurangnya paparan sinar matahari dapat memengaruhi produksi hormon melatonin yang mengatur waktu tidur dan bangun.
Ketika ritme sirkadian terganggu, kualitas tidur dapat menurun sehingga tubuh terasa kurang segar pada keesokan harinya. Oleh karena itu, mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup, terutama pada pagi hari, dapat membantu menjaga pola tidur yang lebih sehat.
Cara Mengatasi Lelah saat Bangun Tidur
Dari laman Universitas Muhamadiyah Surabaya, Dede Nasrullah Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) memberikan tips mengatasi agar bangun tidur tidak terasa lelah. Ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Rutin berolahraga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan membuat tubuh terasa lebih bugar saat bangun.
- Menjaga jadwal tidur yang konsisten membantu mengatur jam biologis tubuh sehingga waktu istirahat menjadi lebih optimal.
- Hindari konsumsi kafein, alkohol, dan nikotin terutama pada sore atau malam hari karena dapat mengganggu kualitas tidur.
- Batasi penggunaan ponsel, televisi, atau perangkat elektronik lainnya sebelum tidur untuk mengurangi paparan sinar biru.
- Perhatikan makanan yang dikonsumsi pada malam hari dan hindari makan terlalu dekat dengan waktu tidur.
- Cukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
- Ciptakan suasana kamar yang nyaman, tenang, bersih, dan gelap untuk mendukung tidur yang lebih nyenyak.
Penting untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebiasaan tidur yang baik agar tubuh mendapatkan waktu pemulihan yang optimal.
Jika rasa lelah saat bangun tidur terjadi terus-menerus meski sudah menerapkan pola tidur yang sehat, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan kesehatan yang mendasarinya.


















