Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra menarik untuk dikulik. Namanya tengah jadi sorotan publik setelah keterlibatannya dalam dalam beberapa forum diskusi mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Fathimah merupakan mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan 2023. Sebelum diterima di UI, ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Depok dan berhasil lolos melalui jalur Talent Scouting pada Program Kelas Khusus Internasional (KKI).
Karier Berorganisasi
Fathimah memiliki rekam jejak organisasi yang cukup panjang. Pada 2024, ia dipercaya menjadi Head of Community of Neuroscience and Psychiatry (CORE) FKUI. Di tahun yang sama, ia juga menjadi Project Officer kegiatan sosial Semarak Ramadan yang diselenggarakan Forum Studi Islam FKUI.
Karier organisasinya berlanjut pada 2025 ketika ia menjabat sebagai Head of 2nd Commission di Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI). Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam berbagai agenda penguatan demokrasi kampus, termasuk penyusunan mekanisme fit and proper test serta pembahasan rancangan peraturan kemahasiswaan. Ia juga pernah menjadi orator dalam forum Independence of the Medical Profession yang digelar Dewan Guru Besar FKUI bersama BEM FKUI.
Pada Januari 2026, Fathimah terpilih sebagai Wakil Ketua BEM UI mendampingi Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan. Dalam kepengurusannya, ia aktif mengawal berbagai isu sosial, pendidikan, hingga kebijakan publik yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat.
Mahasiswa Berprestasi
Di bidang akademik, Fathimah juga mencatatkan prestasi. Bersama tim penelitinya, ia meraih Juara I dalam kompetisi riset nasional The 17th Liver Update pada Mei 2025 melalui penelitian di bidang hepatologi. Prestasi tersebut menunjukkan kiprahnya yang tidak hanya aktif di organisasi, tetapi juga dalam dunia penelitian medis.
Fathimah semakin dikenal luas setelah cuplikan perdebatan dalam forum diskusi mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama juru bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, viral di media sosial. Dalam diskusi tersebut, ia menyampaikan pandangan bahwa pemerintah perlu memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti akses pendidikan dan infrastruktur, sebelum menjalankan program-program tambahan.
Gaya penyampaiannya yang lugas, terstruktur, dan argumentatif menuai beragam tanggapan dari publik. Sejumlah warganet bahkan memuji kemampuan public speaking Fathimah serta cara penyampaiannya yang dinilai berbasis data.
Keren public speaking-nya, mengalahkan para menteri dan pejabat-pejabat negeri ini,”
tulis akun @aldevi_bunda.
Mbak Fath, saya respect. Anda bicaranya bagus dan terstruktur, terus maju. Jangan lupa selalu pakai data karena pemerintah kita buta data. Stay safe, Mbak,”
tulis akun @tiniyatim.

























