Flu sering kali membuat tenggorokan terasa tidak nyaman, hidung tersumbat, dan tubuh menjadi lemas. Di tengah kondisi tersebut, tidak sedikit orang memilih menghindari minuman dingin atau es karena khawatir dapat memperparah gejala.
Lantas, benarkah minum es saat flu harus dihindari, atau justru anggapan tersebut hanya mitos? Simak penjelasan medis mengenai hubungan antara minuman dingin dan flu berikut ini.
Es Bukan Penyebab Pilek
Dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Darmawan B Setyanto, Sp.A(K) menjelaskan bahwa tidak ada larangan mengonsumsi es saat sedang pilek, elama es dibuat dari air yang bersih dan aman dikonsumsi.
Terjadinya penyakit dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu kondisi tubuh, lingkungan, dan keberadaan kuman atau virus penyebab penyakit. Suhu dingin hanya menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih mudah terinfeksi paparan virus.
Mekanisme Pertahanan Saluran Napas
Suhu dingin dari es dapat mengurangi kemampuan penyapuan mukosilier. Mekanisme ini bergantung pada gerakan silia atau bulu getar di saluran napas yang berfungsi menyapu lendir beserta kuman keluar dari tubuh. Ketika suhu dingin mengganggu gerakan silia, kemampuan tubuh membersihkan saluran napas pun menurun.
Kemudian, suhu dingin dapat menyebabkan vasokonstriksi, yaitu penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini membuat aliran darah ke saluran napas berkurang sehingga pasokan sel-sel imun juga menurun. Akibatnya, pertahanan tubuh terhadap kuman menjadi lebih lemah.
Jadi tidak ada bukti khusus terkait es berkaitan dengan penyebab flu. Kecuali jika air yang digunakan untuk membuat es tidak higienis.
Pastikan Es yang Dikonsumsi Bersih dan Higienis
Jadi tidak ada pantangan untuk minum es saat sedang pilek, selama es tersebut dibuat dari air yang bersih dan aman dikonsumsi.
Sebaliknya, apabila es berasal dari air mentah atau air yang terkontaminasi bakteri maupun mikroorganisme lain, risiko infeksi tambahan dapat meningkat sehingga kondisi tubuh berpotensi menjadi lebih buruk.
Maka itu, hindari membeli es dari tempat yang kebersihan air dan proses pembuatannya tidak jelas. Jika membeli minuman di luar, perhatikan kebersihan tempat penyimpanan es, alat yang digunakan, serta cara penyajiannya. Pilihan paling aman adalah membuat es sendiri di rumah.
Perawatan untuk Meringankan Gejala Pilek
Selain obat sesuai anjuran dokter, beberapa cara sederhana berikut dapat membantu meredakan pilek:
- Perbanyak minum cairan: air putih, jus, kaldu hangat, atau air lemon hangat untuk menjaga tenggorokan tetap lembap.
- Istirahat cukup: bantu tubuh pulih lebih cepat, terutama jika disertai demam atau batuk.
- Jaga kelembapan kamar: gunakan humidifier atau vaporizer bila udara terasa kering.
- Kumur air garam hangat: campurkan ¼–½ sendok teh garam dalam segelas air hangat untuk meredakan sakit tenggorokan.
Hingga kini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa minuman dingin secara langsung menyebabkan atau memperparah flu. Yang lebih penting adalah menjaga daya tahan tubuh. Dan boleh minum es, asalkan air es yang digunakan higienis.
Apabila gejala flu tidak kunjung membaik setelah 7–10 hari, semakin berat, atau disertai demam tinggi, sesak napas, maupun keluhan lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter.




















