Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 25 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Maulid Nabi Tak Cuma Baca Shalawat, 7 Tradisi Daerah Ini Punya Cara Unik Merayakannya
Hype

Maulid Nabi Tak Cuma Baca Shalawat, 7 Tradisi Daerah Ini Punya Cara Unik Merayakannya

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
Last updated: Agustus 25, 2026 7:38 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
1 jam lalu
Share
Tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Tradisi peringatan Maulid Nabi di Tapin Kalimantan Selatan. (Foto: YouTube Pariwisata Tapin).
SHARE

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia tidak hanya diisi dengan pengajian dan pembacaan shalawat. Di berbagai daerah, masyarakat punya tradisi Muludan yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Tradisi tersebut hadir dalam bentuk yang beragam. Ada masyarakat yang memperingatinya dengan membunyikan alat musik tradisional, mengayun anak, membuat gunungan makanan, hingga mengarak hiasan berisi uang dan hasil bumi.

Keragaman tersebut menunjukkan bagaimana nilai-nilai Islam berpadu dengan kearifan lokal di berbagai wilayah Indonesia. Merangkum dari berbagai sumber, Selasa, 25 Agustus 2026, berikut sejumlah tradisi Muludan yang masih dikenal di berbagai daerah.

  1. Gerantung, Lombok Utara

Persisnya diperingati oleh masyarakat Desa Dasan Beleq, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Tradisi ini ditandai dengan bunyi alat musik tradisional bernama gerantung yang menggema selama lebih dari 24 jam hingga pergantian 12 Rabiul Awal.

Gerantung merupakan alat musik jenis idiofon yang dibuat dari logam campuran, seperti besi, kuningan, dan perunggu. Dalam perayaan Maulid, bunyi gerantung menjadi bagian penting dari kemeriahan sekaligus menjadi cara masyarakat mempertahankan kesenian tradisional daerah.

Baca juga:
Maulid Nabi Bukan Sekadar Mengenang Kelahiran Rasulullah, Ini 7 Makna… Umat Islam di Indonesia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa, 25…
Maksud Hati Puji Sherly Tjoanda, Ahmad Sahroni Disentil Warganet: Uang… Ungkapan bernada seksisme yang disampaikan anggota DPR RI Ahmad Sahroni kepada Gubernur…
Pesona Gili Trawangan, Destinasi Wisata yang Kembali Jadi Sorotan Gili Trawangan merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia yang terkenal dengan…
  • Maulid Nabi Bukan Sekadar Mengenang Kelahiran Rasulullah, Ini 7 Makna yang Bisa…
  • Maksud Hati Puji Sherly Tjoanda, Ahmad Sahroni Disentil Warganet: Uang Tak Bisa…
  • Pesona Gili Trawangan, Destinasi Wisata yang Kembali Jadi Sorotan
  1. Baayun Maulid, Kalimantan Selatan

Dalam tradisi ini, bayi atau anak-anak diayun oleh orang tua sambil diiringi lantunan syair Maulid. Baayun Maulid jadi bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana bagi orang tua untuk memanjatkan doa bagi anak-anak mereka.

Peserta mengarak replika unta saat mengikuti pawai Maulid Nabi di Kampung Nelayan Nambangan-Cumpat, Surabaya.
Peserta mengarak replika unta saat mengikuti pawai Maulid Nabi di Kampung Nelayan Nambangan-Cumpat, Surabaya. (ANTARA FOTO/Moch Asim).

Melalui tradisi tersebut, nilai keagamaan juga diperkenalkan kepada generasi sejak usia dini.

  1. Ampyang, Kudus

Tradisi Ampyang masih dilestarikan masyarakat Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Perayaan ini ditandai dengan pembuatan gunungan makanan yang dihias menggunakan ampyang, kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Ampyang merupakan kerupuk berbahan tepung yang berbentuk bulat dan memiliki beragam warna. Selain ampyang, makanan khas lain yang biasa hadir dalam tradisi ini adalah nasi kepal yang dibungkus menggunakan daun jati.

Tradisi Ampyang menjadi salah satu bentuk pertemuan antara budaya lokal dan nilai keislaman.

  1. Bungo Lado, Padang Pariaman

Tradisi ini dilakukan dengan membuat pohon hias yang dipenuhi uang kertas dari berbagai nominal hasil iuran masyarakat. Pohon tersebut kemudian diarak menuju masjid atau surau. Uang yang terkumpul selanjutnya disumbangkan untuk kebutuhan rumah ibadah.

Bungo Lado tidak hanya menjadi bentuk perayaan Maulid Nabi, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan berlomba dalam kebaikan. Masyarakat bersama-sama mengumpulkan dana untuk mendukung kebutuhan masjid, surau, dan kepentingan umat.

  1. Maudu’ Lompoa, Takalar

Rangkaian perayaan dilakukan sejak sekitar 40 hari sebelum puncak acara. Masyarakat menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari ayam kampung, bakul lontar, padi, kelapa, hingga makanan khas yang disiapkan berdasarkan aturan adat. Pada puncak acara, bakul yang berisi nasi, ayam, telur hias, dan kue tradisional dibawa menuju tepi Sungai Cikoang.

  1. Coka Iba, Maluku Utara

Salah satu cirinya adalah kehadiran 99 peserta bertopeng yang melambangkan Asmaul Husna. Selain itu, terdapat empat kelompok yang merepresentasikan unsur api, angin, air, dan tanah. Rangkaian Coka Iba dimulai dengan pembacaan Sarafal Anam pada 10 Rabiul Awal dan dilanjutkan dengan pembacaan riwayat Nabi pada 12 Rabiul Awal.

  1. Male, Jembrana

Perayaan Maulid Nabi juga memiliki bentuk khas di Loloan Timur, Kabupaten Jembrana, Bali. Dalam tradisi ini, telur rebus disusun pada batang pisang atau kerangka kayu dan dihias menjadi berbagai bentuk. Hiasan tersebut dapat menyerupai masjid, rumah, kapal, hingga menara.

Baca juga:
PON 2028 Tak Bangun Stadion Baru, Pemerintah Pilih Renovasi Venue… Pemerintah memastikan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 di Nusa…
Soal 25 Gerai Minimarket Tutup, Mendag Cari Solusi Supaya Tak… Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara, terkait penutupan 25 gerai minimarket waralaba Alfamart…
Puluhan Minimarket Disikat, Kebijakan Baru Picu Ancaman ‘Perang Dagang’ Lokal Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menutup 25 gerai minimarket…
  • PON 2028 Tak Bangun Stadion Baru, Pemerintah Pilih Renovasi Venue yang Ada
  • Soal 25 Gerai Minimarket Tutup, Mendag Cari Solusi Supaya Tak Ada PHK
  • Puluhan Minimarket Disikat, Kebijakan Baru Picu Ancaman ‘Perang Dagang’ Lokal

Tradisi Male merupakan hasil akulturasi budaya Melayu, Bugis, Makassar, dan Arab yang berkembang di Jembrana.

Beragam tradisi tersebut memperlihatkan kekayaan cara masyarakat Indonesia dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Di sisi lain, keberadaan tradisi Muludan juga memperlihatkan bahwa penyebaran dan pengamalan Islam di Indonesia berkembang berdampingan dengan budaya masyarakat. Nilai keagamaan tetap menjadi bagian utama, sementara kearifan lokal membuat peringatan Maulid memiliki ciri khas di setiap daerah.

Tag:JembranaMaluku utaraMaulid NabiNabi Muhammad SAWNTB
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun Tangan
By Natania Longdong
Foto udara saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.
1
BMKG Ramal Cuaca Selasa 25 Agustus: Cerah Mendominasi, Jaksel Diprediksi Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah.
2
Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah
By Ossid Duha Jussas Salma
Tim Manggala Agni menemukan trenggiling yang terbakat akibat karhutla (Foto: TikTok radarkhatulistiwa).
3
ST Burhanuddin Buka Target Besar Gojukai: Dari Podium Nasional hingga Kancah Dunia
By Syifa Fauziah
Jaksa Agung, ST Burhanuddin di Kejurnas Karate-do Gojukai. (Sumber: YouTube/Karate-Do Gojukai Indonesia)
4
Ribuan Peserta Serbu GOR Ciracas, Kejurnas Karate Gojukai Piala Jaksa Agung jadi Ajang Cari Bibit Juara
By Syifa Fauziah
Kejuaraan Nasional Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung RI Ketiga Tahun 2026 resmi digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur,
5

BERITA LAINNYA

Aktivitas Pariwisata di Australia. (Sumber: dokumen Tourism Western Australia)
Hype

9 Aktivitas Seru di Rottnest Island Australia Barat, Liburan Keluarga Tanpa Jetlag

Tinggal menghitung bulan menuju akhir tahun, banyak keluarga di Indonesia mulai berbondong-bondong…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
4 jam lalu
Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW.
Hype

Maulid Nabi Bukan Sekadar Mengenang Kelahiran Rasulullah, Ini 7 Makna yang Bisa Jadi Refleksi

Umat Islam di Indonesia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa, 25…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
Hype

Bukan Cuma Musim Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Terus Berulang di Indonesia

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
19 jam lalu
Ilustrasi KIP
Hype

Desil Tukang Becak Naik dari 1 ke 9, Kisahnya Viral hingga Bikin Netizen Geram

Kisah seorang tukang becak di Kulon Progo, DIY, viral setelah status kesejahteraannya…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up