Menjadi orang tua memanglah tidak mudah. Selain harus memperhatikan setiap kebutuhan anak, orang tua juga harus memperhatikan tumbuh kembang anak hingga masa pubertasnya, terlebih anak perempuan.
Orang tua perlu mengenali tanda-tanda pubertas dini pada anak perempuan sebelum menstruasi pertama terjadi.
Sebab, perubahan fisik seperti pertumbuhan payudara dan munculnya rambut kemaluan bisa jadi ciri pubertas yang datang terlalu cepat.
Ahli kesehatan sekaligus epidemiolog, dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH., mengatakan secara klinis anak perempuan disebut mengalami pubertas dini atau precocious puberty ketika tanda-tanda seksual sekundernya muncul sebelum usia 8 tahun.
Secara klinis anak perempuan disebut mengalami pubertas dini atau pubertas prekoks bila tanda-tanda seks sekunder seperti payudara atau rambut kemaluan muncul sebelum usia 8 tahun,”
ujar dr. Dicky kepada Owrite pada 1 September 2026.
Tanda Pubertas Dini
Menurut Dicky, ada sejumlah tanda perubahan fisik yang perlu diperhatikan orang tua, terutama jika muncul sebelum anak berusia 8 tahun.
Tanda-tanda tersebut antara lain:
- Pertumbuhan payudara
- Muncul rambut kemaluan atau rambut di ketiak
- Bau badan seperti orang dewasa
- Lonjakan pertumbuhan tinggi badan
Dicky menyarankan jika tanda-tanda itu muncul lebih awal, orang tua tidak perlu menunggu sampai anak mengalami menstruasi untuk berkonsultasi.
Orang tua bisa langsung membawa anak untuk periksa ke dokter spesialis anak, khususnya subspesialis endokrinologi.
Pubertas Dini Dievaluasi
Dicky menegaskan pubertas dini bukan berarti anak mengalami tumbuh kembang yang lebih baik.
Secara biologis, pubertas yang berlangsung terlalu cepat dapat membuat lempeng pertumbuhan tulang menutup lebih awal.
Hal ini bisa membuat anak—yang sebelumnya sempat mengalami lonjakan tinggi badan—berpotensi memiliki tinggi badan akhir yang lebih pendek.
Selain dampak fisik, pubertas dini juga dapat memengaruhi kondisi psikososial anak. Anak yang mengalami perubahan tubuh atau menstruasi pada usia yang sangat muda dapat merasa bingung, takut, cemas, merasa berbeda dari teman sebayanya, hingga mengalami bullying.
Faktor Pubertas Dini
Selain mengenali tanda-tanda pubertas dini, orang tua juga perlu memperhatikan berat badan anak karena pubertas dini bisa saja disebabkan oleh obesitas pada masa kanak-kanak.
Selain itu, paparan bahan kimia yang dapat mengganggu sistem hormon atau endocrine-disrupting chemicals juga masih banyak diteliti, meski bukti terkait faktor tersebut belum sekuat obesitas.
Orang tua juga disarankan untuk memperhatikan produk yang digunakan anak, seperti krim, kosmetik, atau suplemen yang berpotensi mengandung hormon seperti estrogen atau testosteron.
Mengenali perubahan tubuh anak sejak awal dan berkonsultasi ketika tanda pubertas muncul sebelum usia 8 tahun menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi tersebut mendapatkan penanganan yang tepat.



















