Pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia Nababan mendadak viral usai mengaitkan fenomena rentetan erupsi enam gunung berapi yang terjadi dalam waktu berdekatan dengan proyek konspirasi High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).
Dalam unggahan akun Instagram @reformsyndicate, menampilkan potongan video Ulta di podcast YouTube Bukan Kaleng-kaleng.
Di sana, Ulta membahas rangkaian gempa dan gejolak yang terjadi di sejumlah negara, hingga aktivitas vulkanik di Indonesia.
Tak hanya itu, Ulta juga sempat menyinggung gejolak di Aceh, Papua, Kalimantan hingga demonstrasi yang berlangsung pada Agustus.
Ia bahkan secara terbuka membagikan pemikirannya soal dugaan adanya “orkestrasi” di balik berbagai bencana geologi dan gejolak politik di Indonesia.
Fenomena Alam
Ia mempertanyakan apakah rangkaian aktivitas vulkanik tersebut sepenuhnya merupakan fenomena alam atau ada faktor lain.
Walau gak ada bukti ilmiah yang kredibel, tapi otak skeptis pasti berpikir atau setidaknya entertain pemikiran,”
kata Ulfa dalam potongan video tersebut.
Tak hanya itu, Ulta juga mengaitkan pertanyaan tersebut dengan HAARP, yang merupakan proyek penelitian ionosfer yang pernah melibatkan sejumlah lembaga di Amerika Serikat.
Ia bahkan menceritakan pernah ngobrol dengan seorang teman mengenai teori konspirasi gempa yang terjadi di Turki dan China setelah kedua negara disebut mengalami gesekan dengan Amerika Serikat.
Sehingga gue agak mungkin sekitar 73,5 persen gue kayak, wah ini pasti ada yang orkestrasi deh,”
katanya.
Potongan video tersebut tentunya langsung mengundang beragam reaksi warganet. Dalam waktu kurang dari 24 jam, unggahan @reformsyndicate sudah dibanjiri sekitar 73,7 ribu likes, 29,1 ribu komentar, 12,3 ribu posting ulang, dan 34,5 ribu share.
Alih-alih serius membahas HAARP, sejumlah netizen justru ramai-ramai melontarkan komentar nyeleneh hingga menyebut pernyataan itu sebagai cocoklogi.
Inimah kalo gunung gunung tau pasti pada geleng-geleng,”
komentar @lovelly_salsyabillah05.
Komentar tersebut langsung menggambarkan reaksi sebagian warganet yang merasa heran dengan munculnya dugaan tersebut.
Salah satunya akun @marthellarrs yang mempertanyakan dasar pembahasan Ulta mengenai gempa dan bencana di sejumlah negara.
Dia ngobrolin bencana Turki sama temannya, bukan sama profesor/ahli kebencanaan. Terus skrg COCOKLOGI! Kataku mending tobat deh,”
tulisnya.
Ada pula netizen yang memilih membawa isu tersebut ke ranah candaan dan mengaitkannya dengan program prioritas pemerintah.
Mungkin gunungnya makan MBG makannya pada muntah,”
komentar @herusutandi.
Sementara itu, ada juga warganet @helgawp yang menyindir gaya pembahasan Ulta yang dianggap seperti obrolan tengah malam yang tiba-tiba dipublikasikan.
Ketika pembahasan cowo diatas jam 12 malam dibawa ke public,”
sindirnya.
Tak kalah absurd, netizen lain bahkan membuat skenario sendiri terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Jgn2 nanti bilang, kemarin asap krakatau mengarah ke samudera Hindia itu krn ulah pemerintah demi menyelamatkan rakyatnya,”
gurau @w42n6691.





















