Di Jepang, taman tidak sekadar menjadi ruang untuk menanam berbagai jenis tumbuhan. Penataan taman memiliki aturan, simbol, dan filosofi yang membuat hubungan manusia dengan alam menjadi bagian penting di dalamnya.
Salah satu bentuk seni yang berkaitan dengan cara pandang tersebut adalah bonsai.
Bonsai dikenal sebagai tanaman yang dirawat dan dibentuk dalam ukuran kecil sehingga menyerupai pohon yang tumbuh di alam.
Keindahannya bukan hanya terlihat dari bentuk tanaman, tetapi juga dari proses perawatan yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Mengenal Bonsai
Melansir dari laman Bonsai Galinou (3 Januari 2024), bonsai merupakan seni merawat pohon dalam wadah dengan memperhatikan bentuk, ukuran, dan keseimbangannya.
Tanaman diarahkan agar tetap berukuran kecil, tetapi memiliki tampilan seperti pohon yang tumbuh secara alami.
Nama bonsai berasal dari dua kanji Jepang, yaitu bon yang berarti wadah atau pot dan sai yang berarti menanam atau membudidayakan tanaman.
Secara sederhana, bonsai dapat dipahami sebagai tanaman yang ditanam dan dirawat di dalam wadah.
Seni ini memiliki kaitan dengan tradisi penjing dari Tiongkok yang menampilkan lanskap alam dalam bentuk mini.
Seiring perkembangannya di Jepang, seni tersebut kemudian memiliki karakter tersendiri dan dikenal luas sebagai bonsai.
Taman Jepang
Taman Jepang pada dasarnya dibuat untuk menghadirkan hubungan yang harmonis dengan alam. Tanaman, batu, air, dan berbagai elemen lainnya ditata sedemikian rupa agar menciptakan suasana yang tenang.
Keterbatasan ruang juga menjadi salah satu alasan lanskap dalam taman Jepang sering dibuat dalam bentuk yang lebih kecil.
Dalam konteks inilah bonsai menjadi populer karena memungkinkan unsur pepohonan dan lanskap alam dihadirkan dalam ruang yang terbatas.
Teknik Pemangkasan
Teknik pemangkasan juga terlihat dalam niwaki, yaitu seni membentuk pohon taman agar terlihat menyatu dengan lingkungan di sekitarnya.
Pohon dipangkas dan cabang-cabangnya diatur supaya ukurannya tetap seimbang dengan elemen lain di taman.
Tujuannya bukan sekadar membuat pohon terlihat rapi, tetapi menciptakan bentuk yang menyerupai gambaran pohon tua di alam.
Konsep Sederhana
Konsep ini disebut kanso, yang secara sederhana dapat dipahami sebagai prinsip untuk mengutamakan kesederhanaan dan menghindari terlalu banyak elemen yang tidak diperlukan.
Taman Jepang tidak dibuat dengan memenuhi ruang menggunakan banyak tanaman, hiasan, atau warna yang mencolok.
Hal menariknya, tampilan yang terlihat sederhana tersebut sebenarnya membutuhkan proses perencanaan, penataan, dan pemangkasan selama bertahun-tahun.
Salah satu cirinya adalah penggunaan bentuk yang tidak terlalu simetris. Berbeda dengan taman yang dibuat dengan garis lurus dan susunan yang seragam, taman Jepang lebih banyak menggunakan bentuk asimetris dan lengkungan agar terlihat lebih dekat dengan kondisi alam.
Perawatan Bonsai
Perawatan tanaman dalam taman Jepang membutuhkan ketelitian. Pohon dan semak dapat dipangkas secara berkala untuk menjaga bentuk serta keseimbangannya dengan lingkungan sekitar.
Taman dapat dibuat dalam ukuran kecil, tetapi tetap memberikan kesan seperti sebuah lanskap yang lebih luas.
Konsep tersebut terlihat jelas pada tsuboniwa, yaitu taman kecil yang dapat dibuat di area terbatas seperti halaman dalam rumah atau ruang sempit di antara bangunan.
Batu, tanaman, kolam kecil, dan elemen lainnya dipilih secara hati-hati sehingga ruang yang kecil tetap memiliki suasana tersendiri.
Bonsai memiliki semangat yang serupa. Sebuah pohon dapat dirawat dalam wadah dan dibentuk sehingga kehadirannya mampu menghadirkan gambaran sebuah pohon di alam dalam ukuran yang jauh lebih kecil.
Seni Pertamanan
Bonsai dapat dipahami dalam konteks yang lebih luas dari sekadar tanaman berukuran kecil. Ia berkaitan dengan cara orang Jepang memandang hubungan antara manusia, tanaman, ruang, dan alam.
Pertamanan Jepang mengajarkan bahwa keindahan tidak selalu membutuhkan banyak hiasan. Bentuk yang sederhana, ruang kosong, susunan yang tidak terlalu simetris, serta tanaman yang dirawat dengan teliti justru dapat menciptakan suasana yang tenang.
Karena itu, bonsai dapat dilihat sebagai salah satu bentuk seni yang mempertemukan alam dan keterampilan manusia.
Pohonnya tetap merupakan makhluk hidup, tetapi melalui perawatan yang teliti, manusia membantu membentuk tampilannya tanpa menghilangkan kesan alami.



















