Anak-anak kini semakin banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, baik untuk belajar, bermain, maupun menggunakan perangkat digital.
Padahal, meluangkan waktu untuk beraktivitas di luar ruangan dan bersentuhan langsung dengan alam juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang baik bagi anak.
Salah satu aktivitas yang mulai dikenal adalah grounding, yakni kegiatan menghubungkan tubuh dengan alam, misalnya dengan berjalan tanpa alas kaki di rumput atau tanah.
Aktivitas sederhana ini tidak hanya mengajak anak bermain, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk bergerak.
Apa Itu Grounding?
Melansir laman Alodokter (10 Juni 2026), grounding atau earthing merupakan aktivitas yang dilakukan dengan membuat kontak langsung antara tubuh dan permukaan bumi.
Caranya cukup sederhana, seperti berjalan tanpa alas kaki di atas rumput atau tanah, duduk dengan kaki telanjang menyentuh tanah, berbaring di atas rumput, hingga berkebun.
Aktivitas ini membuat seseorang lebih merasakan lingkungan di sekitarnya melalui sentuhan langsung dengan alam.
Pada anak, grounding dapat dilakukan sambil bermain atau mengeksplorasi lingkungan luar sehingga aktivitas di alam tidak hanya menjadi sarana rekreasi.
Manfaat Grounding
Grounding berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Namun, sebagian manfaat tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
- Membantu Mengurangi Rasa Lelah. Orang yang melakukan grounding cenderung lebih jarang merasa lelah atau sakit serta memiliki suasana hati yang lebih baik. Pada anak, aktivitas di luar ruangan juga dapat menjadi kesempatan untuk bergerak dan beristirahat sejenak dari kegiatan yang dilakukan di dalam rumah.
- Membantu Mengurangi Kecemasan. Ketika berjalan tanpa alas kaki di taman, misalnya, seseorang dapat memusatkan perhatian pada sensasi yang dirasakan saat kaki menyentuh rumput atau tanah. Bagi anak, aktivitas tersebut bisa menjadi cara sederhana untuk mengajak mereka fokus pada lingkungan sekitar.
- Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur. Salah satu dugaan mekanismenya berkaitan dengan pengelolaan kadar kortisol, hormon yang berperan dalam respons tubuh terhadap stres dan siklus tidur.
- Menjadi Kesempatan untuk Lebih Aktif. Berjalan, bermain di rumput, berkebun, atau mengeksplorasi lingkungan dapat membuat anak lebih banyak bergerak. Aktivitas seperti ini juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi waktu anak menggunakan perangkat digital, terutama jika dilakukan bersama orang tua.
Tetap Perhatikan Keamanan
Meski terlihat sederhana, grounding tanpa alas kaki tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. Pastikan permukaan tanah atau rumput bersih dan aman dari benda tajam seperti pecahan kaca, paku, atau benda lain yang dapat melukai kaki.
Kebersihan tempat juga perlu diperhatikan karena tanah dapat terkontaminasi mikroorganisme tertentu. Karena itu, orang tua sebaiknya mendampingi anak dan memilih area yang memang aman untuk digunakan.
Grounding sebaiknya dipandang sebagai aktivitas di alam yang dapat melengkapi kebiasaan hidup sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan atau perawatan medis.
Anak tetap perlu mendapatkan makanan bergizi, cukup tidur, rutin bergerak, serta memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya.

















