Sebanyak 664 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa, 1 September 2026.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dapat membutuhkan penanganan cepat.
Keluhan seperti mual, muntah, diare, pusing, hingga lemas dapat muncul setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Dalam kondisi tersebut, pertolongan awal menjadi penting untuk mencegah kondisi semakin memburuk, terutama ketika tubuh kehilangan banyak cairan.
Lantas, apa yang harus dilakukan ketika seseorang mengalami gejala keracunan makanan? Berikut langkah penanganan awal yang perlu diketahui sebelum mendapatkan pertolongan medis, seperti dilansir dari berbagai sumber, Jumat, 4 September 2026:
- Cukupi Kebutuhan Cairan. Gejala mual, muntah, dan diare akibat keracunan biasanya akan mulai dirasakan penderita dalam kurun waktu 6–48 jam setelah makan. Apabila gejala tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, kondisi ini berisiko menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, penderita disarankan untuk tetap mengonsumsi air mineral atau cairan elektrolit sedikit demi sedikit untuk menjaga keseimbangan cairan tubuhnya. Hal ini juga berguna untuk membuang racun di dalam tubuh.
- Atur Posisi Tepat saat Muntah. Saat muntah, penderita disarankan untuk duduk dalam posisi tegak. Hal ini bertujuan untuk mencegah muntah masuk ke dalam saluran pernapasan yang berisiko menyebabkan penderita mengalami gangguan pernapasan. Selain itu, pada saat muntah, posisikan kepala sedikit menunduk agar makanan tidak kembali turun ke tenggorokan sehingga risiko tersedak dapat minimalkan.
- Konsumsi Makanan yang Tepat. Setelah gejala keracunan mereda, penderita disarankan mengonsumsi makanan rendah lemak yang mudah dicerna, seperti pisang, madu, bubur, dan kentang. Hindari minuman beralkohol, kafein, susu, makanan pedas, berminyak, atau makanan dan minuman asam untuk sementara waktu karena berisiko memperburuk gejala keracunan.
- Minum Air Jahe. Pertolongan pertama keracunan juga bisa dilakukan dengan minum air jahe. Air jahe dapat membantu meredakan gejala keracunan, seperti mual dan sakit perut. Selain itu, air rebusan jahe juga dapat memberi efek menenangkan pada saluran pencernaan sehingga cukup baik dikonsumsi oleh penderita gangguan pencernaan lainnya.
- Istirahat yang Cukup. Apabila gejala keracunan sudah mulai mereda, usahakan untuk tidak terburu-buru melakukan aktivitas. Penderita keracunan makanan disarankan untuk beristirahat secara optimal guna memberikan waktu pada tubuh agar bisa pulih sepenuhnya.
- Segera Periksa ke Dokter. Apabila gejala yang dialami tak kunjung membaik bahkan setelah melakukan beberapa cara mengatasi keracunan makanan di atas, langkah selanjutnya yang paling efektif adalah mencari pertolongan medis.




















