Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Sudaryono Klaim Selamatkan Rp44 Triliun dari MBG dalam 100 Hari, Begini Caranya

Kepala BGN Sudaryono mengklaim berhasil menghemat dan mengembalikan Rp44 triliun ke kas negara dalam 100 hari. Berikut rincian sumber efisiensinya.

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengklaim dalam 100 hari kepemimpinannya berhasil melakukan efisiensi anggaran dan mengembalikan Rp44 triliun ke kas negara.

Jadi, total yang kita efisiensi dari uang rakyat dalam waktu 100 hari totalnya adalah Rp44 triliun,”

kata Sudaryono dikutip dari laman resmi BGN, Jumat, 30 Oktober 2026.

Penghematan ini berasal dari pemangkasan alokasi anggaran, penyesuaian insentif yayasan, hingga penertiban rekening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah.

Sudaryono menjelaskan salah satu sumber penghematan terbesar berasal dari penyesuaian alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari yang sebelumnya Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun. Dengan perubahan ini, ada Rp38 triliun anggaran yang dikembalikan ke kas negara.

Iklan

Pertama, setelah kami hitung lagi dari Rp268 triliun yang dialokasikan, setelah kami hitung, kami rasa kami cukup dengan Rp229 triliun, sehingga ada Rp38 triliun anggarannya yang kami kembalikan ke kas negara,”

ujar Sudaryono.

Selain itu, sejak 5 Oktober 2026 BGN telah mengubah skema insentif SPPG dari yang sebelumnya Rp6 juta per hari menjadi Rp2.000 per ompreng. Menurut Sudaryono, perubahan skema ini berpotensi menghemat anggaran sekitar Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun sampai akhir tahun.

BGN juga membatasi dana operasional dapur MBG maksimal Rp3.000. Sebelumnya, biaya operasional menggunakan sistem at cost sehingga pengeluaran dapat melampaui batas Rp3.000.

Sudaryono menilai pembatasan tersebut dapat mencegah pembengkakan biaya operasional. Dari kebijakan ini, BGN memperkirakan akan ada penghematan tambahan sekitar Rp3 triliun hingga akhir tahun nanti.

Di luar pemangkasan dan efisiensi anggaran, BGN mengklaim telah mengembalikan dana dari rekening SPPG bermasalah. Dari hasil penyisiran terhadap 414 rekening yang diduga fiktif atau bermasalah dengan total Rp311,25 miliar.

BGN juga telah mengembalikan Rp160,37 miliar sebagai tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Setiap rupiah ini adalah uang rakyat yang harus bisa dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya,”

tuturnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.