Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 15 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • iran
  • Spill
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / China Murka! Beijing Tegur Keras Jepang Soal Taiwan
Internasional

China Murka! Beijing Tegur Keras Jepang Soal Taiwan

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: November 18, 2025 10:44 am
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
China Murka! Beijing Tegur Keras Jepang Soal Taiwan Pemerintah China kembali menegaskan pentingnya empat dokumen politik yang selama puluhan tahun menjadi pondasi hubungan Beijing–Tokyo, terutama terkait status Taiwan. Sikap ini disampaikan setelah pernyataan kontroversial Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dianggap bertentangan dengan komitmen yang telah disepakati kedua negara. Dalam konferensi pers di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyatakan bahwa komentar Takaichi “secara serius melanggar semangat empat dokumen politik China–Jepang dan merusak landasan hubungan bilateral.” Pernyataan Takaichi yang dimaksud diucapkan dua pekan lalu, ketika ia menyebut bahwa tindakan militer China terhadap Taiwan dapat mengancam kelangsungan hidup Jepang. Ia bahkan menolak menarik kembali ucapannya meski menuai kritik. Komentar tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa Jepang dapat menggunakan situasi Taiwan sebagai dasar menerapkan hak bela diri kolektif, yang berpotensi membuat Tokyo mendukung langkah militer Amerika Serikat jika China melakukan blokade terhadap Taiwan. China Ingatkan Jepang Soal Komitmen ‘Satu China’ Mao mengingatkan kembali bahwa ketika kedua negara membahas normalisasi hubungan pada 1970-an, China telah menyampaikan tiga prinsip utama. Pertama Republik Rakyat China adalah satu-satunya pemerintahan sah yang mewakili seluruh China. Kedua Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari RRC. Ketiga, Perjanjian Taiwan–Jepang sebelumnya tidak sah dan harus dibatalkan. Untuk terakhir untuk memperkuat pernyataan itu, Mao menyinggung kembali empat dokumen penting dalam hubungan China–Jepang. Pertama pernyataan ersama 1972, yang menjadi dasar pembukaan hubungan diplomatik, menyatakan Jepang menghormati posisi China bahwa Taiwan adalah bagian dari RRC. Ada juga perjanjian Damai dan Persahabatan 1978, yang menegaskan komitmen untuk mematuhi deklarasi 1972. Deklarasi Bersama 1998, di mana Jepang kembali menegaskan dukungan pada prinsip “satu China”. Dokumen 2008, yang mengulangi bahwa Jepang harus mengikuti kebijakan tersebut tanpa kerancuan. “Keempat dokumen ini adalah komitmen resmi Jepang dan memiliki implikasi hukum internasional,” tegas Mao. Ia menambahkan bahwa siapa pun yang memimpin Jepang wajib menghormati kesepakatan itu. China pun mendesak Jepang “menghentikan tindakan provokatif, mencabut pernyataan keliru, dan mematuhi komitmen historis yang telah ditandatangani.” Jepang Kirim Diplomat ke Beijing untuk Meredakan Situasi Di tengah meningkatnya ketegangan, Direktur Jenderal Biro Asia dan Oseania Jepang, Kanai Masaaki, tiba di Beijing pada Senin untuk membuka dialog. Pemerintah Jepang ingin memastikan bahwa posisi mereka tidak berubah sejak komunike 1972. Ketegangan makin terasa setelah China mengeluarkan imbauan perjalanan yang meminta warganya menghindari kunjungan ke Jepang. Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi sektor pariwisata Jepang yang sangat bergantung pada wisatawan asal China. Credit: Instagram Mao Ning Caption: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning
Foto: Instagram Mao Ning
SHARE

Pemerintah China kembali menegaskan pentingnya empat dokumen politik yang selama puluhan tahun menjadi pondasi hubungan Beijing Tokyo, terutama terkait status Taiwan.

Daftar isi Konten
  • Soal Komitmen ‘Satu China’
  • Kirim Diplomat ke Beijing Meredakan Situasi

Sikap ini disampaikan setelah pernyataan kontroversial Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dianggap bertentangan dengan komitmen yang telah disepakati kedua negara.

Dalam konferensi pers di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyatakan bahwa komentar Takaichi “secara serius melanggar semangat empat dokumen politik China–Jepang dan merusak landasan hubungan bilateral.”

Pernyataan Takaichi yang dimaksud diucapkan dua pekan lalu, ketika ia menyebut bahwa tindakan militer China terhadap Taiwan dapat mengancam kelangsungan hidup Jepang. Ia bahkan menolak menarik kembali ucapannya meski menuai kritik.

Komentar tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa Jepang dapat menggunakan situasi Taiwan sebagai dasar menerapkan hak bela diri kolektif, yang berpotensi membuat Tokyo mendukung langkah militer Amerika Serikat jika China melakukan blokade terhadap Taiwan.

Soal Komitmen ‘Satu China’

Mao mengingatkan kembali bahwa ketika kedua negara membahas normalisasi hubungan pada 1970-an, China telah menyampaikan tiga prinsip utama.

Pertama Republik Rakyat China adalah satu-satunya pemerintahan sah yang mewakili seluruh China.

Kedua Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari RRC. Ketiga, Perjanjian Taiwan–Jepang sebelumnya tidak sah dan harus dibatalkan.

Untuk terakhir untuk memperkuat pernyataan itu, Mao menyinggung kembali empat dokumen penting dalam hubungan China–Jepang.

Pertama pernyataan bersama 1972, yang menjadi dasar pembukaan hubungan diplomatik, menyatakan Jepang menghormati posisi China bahwa Taiwan adalah bagian dari RRC.

Ada juga perjanjian Damai dan Persahabatan 1978, yang menegaskan komitmen untuk mematuhi deklarasi 1972.

Deklarasi Bersama 1998, di mana Jepang kembali menegaskan dukungan pada prinsip “satu China”.

Dokumen 2008, yang mengulangi bahwa Jepang harus mengikuti kebijakan tersebut tanpa kerancuan.

Keempat dokumen ini adalah komitmen resmi Jepang dan memiliki implikasi hukum internasional,”

Mao.

Ia menambahkan bahwa siapapun yang memimpin Jepang wajib menghormati kesepakatan itu.

China pun mendesak Jepang “menghentikan tindakan provokatif, mencabut pernyataan keliru, dan mematuhi komitmen historis yang telah ditandatangani.”

Kirim Diplomat ke Beijing Meredakan Situasi

Di tengah meningkatnya ketegangan, Direktur Jenderal Biro Asia dan Oseania Jepang, Kanai Masaaki, tiba di Beijing pada Senin untuk membuka dialog.

Pemerintah Jepang ingin memastikan bahwa posisi mereka tidak berubah sejak komunike 1972.

Ketegangan semakin terasa setelah China mengeluarkan imbauan perjalanan yang meminta warganya menghindari kunjungan ke Jepang.

Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi sektor pariwisata Jepang yang sangat bergantung pada wisatawan asal China.

Tag:BeijingDokumen PolitikJepangTaiwan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Trump dan Xi Jinping Bertemu di Beijing, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke US$105 per Barel
By Anisa Aulia
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
1
Sidang Kasus Air Keras: Serda Edi Sudarko Ngaku Kesal Lihat Video Andrie Yunus di Hotel Fairmont
By Rahmat
Hakim menampilkan foto salah satu terdakwa yang juga terkena air keras Serda Edi Sudarko (kedua kanan) pada sidang lanjutan kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Sidang tersebut beragendakan mendengar keterangan delapan orang saksi dengan rincian lima orang anggota TNI dan tiga orang warga sipil yang dihadirkan Oditur Militer.
2
Buntut Polemik LCC Kalbar: MPR RI Nonaktifkan Dua Juri dan MC, Final Bakal Diulang
By Hadi Febriansyah
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah.
3
Efek Domino Kurs Rp17.500: Manufaktur Terjepit, Daya Beli Masyarakat Turun, dan Potensi PHK
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026) melemah 106 poin atau 0,62 persen menjadi Rp17.287 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.181 per dolar AS, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia akibat perang AS dan Iran.
4
Kevin Warsh Disetujui Jadi Ketua The Fed Gantikan Jerome Powell, Ini PR Beratnya
By Anisa Aulia
Kevin Warsh, Ketua Federal Reserve (The Fed) terpilih. (Sumber: Dok. Federal Reserve)
5

BERITA LAINNYA

Peserta ASEAN AWGCW 2026. {sumber foto: Humas Kementerian Lingkungan Hidup)
Internasional

Indonesia Peringatkan ASEAN: Jangan Sampai Asia Tenggara Jadi Kuburan Limbah Global

Indonesia memperkuat komitmen negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi tantangan pengelolaan bahan kimia…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
11 jam lalu
Gambar ilustrasi senjata api pistol meletus
Internasional

Senat Filipina Mencekam! Suara Tembakan Iringi Penangkapan Sekutu Duterte

Situasi mencekam terjadi di Gedung Senat Filipina pada Rabu 13 Mei 2026…

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
By
Hadi Febriansyah
Dusep
15 jam lalu
Trump Tiba di Bandara Beijing dan Disambut Secara Meriah oleh Pejabat Tinggi China
Internasional

Tiba di Beijing, Donald Trump Siap Bertemu Xi Jinping

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendarat di Beijing dengan pesawat Air…

iren natania longdongSyifa Fauziah
By
Iren Natania
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Presiden AS, Donald Trump. (Sumber: whitehouse.gov)
Internasional

Jelang Pertemuan Trump dan Xi, Isu Perang Iran Bakal Dibahas

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dia akan mengangkat isu…

iren natania longdongSyifa Fauziah
By
Iren Natania
Syifa Fauziah
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up