Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 29 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Suhu Tembus 41 Derajat Bikin Eropa Jadi ‘Oven’, 1.300 Orang Tewas Akibat Silent Killer
Internasional

Suhu Tembus 41 Derajat Bikin Eropa Jadi ‘Oven’, 1.300 Orang Tewas Akibat Silent Killer

iren natania longdongowrite-adi-briantika
Last updated: Juni 29, 2026 3:55 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
3 jam lalu
Share
Fenomena 'Heat Dome'.
Fenomena 'Heat Dome'. (severe-weather.eu)
SHARE

Gelombang panas di Eropa mengakibatkan ribuan kematian. Hal itu disampaikan oleh Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Daftar isi Konten
  • Kewalahan
  • Sengatan Sang Surya

Rekor suhu panas kembali dipecahkan di berbagai negara Eropa, termasuk di Jerman, Polandia, dan Republik Ceko, pada Minggu, 28 Juni 2026, seiring gelombang panas ekstrem yang terus bergerak ke arah timur.

Dalam unggahannya di platform X, Tedros mengatakan lebih dari 1.300 kematian tambahan telah tercatat sejak 21 Juni terkait dengan suhu tinggi di Eropa.

“Stres terhadap panas sering disebut sebagai ‘silent killer‘ sementara rumah, tempat kerja, dan sekolah di Eropa tidak dibangun untuk suhu (panas) seperti ini,”

kata Tedros, dilansir dari BBC Internasional, Senin, 29 Juni 2026.
Baca juga:
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Telan 1.300 Nyawa, WHO Sebut Ancaman… World Health Organization (WHO) melaporkan gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar…
'Diserempet' Mobil China, Volkswagen Cetak Rekor Bakal PHK 100 Ribu… Produsen mobil terbesar di Jerman, Volkswagen alias VW, berencana memutus hubungan kerja…
Politikus Spanyol Sindir Trump di Parlemen Eropa, Nyanyian 'Tuan Genosida'… Anggota Parlemen Eropa asal Spanyol Irene Montero dengan lantang menyindir Presiden Amerika…
  • Gelombang Panas Ekstrem Eropa Telan 1.300 Nyawa, WHO Sebut Ancaman Belum Berakhir
  • 'Diserempet' Mobil China, Volkswagen Cetak Rekor Bakal PHK 100 Ribu Karyawan
  • Politikus Spanyol Sindir Trump di Parlemen Eropa, Nyanyian 'Tuan Genosida' Bikin Heboh!

Pada Minggu pagi, Kementerian Kesehatan Prancis juga melaporkan sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari yang diperkirakan sejak minggu lalu.

Badan tersebut menyebut sebagian besar kematian tambahan terjadi pada kelompok usia 65 tahun ke atas. Peningkatan itu juga diikuti lonjakan 40 persen jumlah orang yang meninggal di rumah.

“Eropa adalah benua yang mengalami pemanasan tercepat di Bumi, memanas dua kali lipat dari rata-rata global,”

ujar Tedros memperingatkan.

Kewalahan

Ia kemudian menambahkan, jutaan orang di seluruh benua saat ini hidup di bawah panas ekstrem, ratusan orang telah meninggal, sekolah-sekolah ditutup, jaringan listrik kewalahan.

Pada 28 Juni, Jerman pun mencatat hari terpanas sepanjang sejarah untuk hari ketiga berturut-turut setelah suhu mencapai 41,7°C di wilayah timur negara itu, berdasarkan data awal.

Stasiun cuaca di Coschen, dekat perbatasan Polandia di Brandenburg timur, mencatat suhu 41,7°C sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Sementara itu, Republik Ceko kembali mencatat rekor suhu tertinggi dalam dua hari terakhir, dengan suhu mencapai 41,1°C di Doksany, sebelah utara Praha, menurut Institut Meteorologi CHMI.

CHMI memperkirakan gelombang panas mencapai puncaknya pada hari Minggu, sebelum badai diprediksi melanda wilayah barat negara itu.

Polandia juga memecahkan rekor suhu tertinggi sepanjang masa setelah suhu mencapai 40,5°C di Kota Slubice. Hal itu disampaikan juru bicara Instytut Meteorologii i Gospodarki Wodnej (IMGW) atau Institut Meteorologi dan Manajemen Air kepada kantor berita AFP pada Minggu.

Tedros menegaskan perubahan iklim menjadi penyebab cuaca ekstrem tersebut. Ia pun kembali mengingatkan bahwa Eropa mengalami pemanasan dua kali lipat dari rata-rata global.

“Didorong oleh perubahan iklim dan pemanasan global, fenomena gelombang panas ‘sekali dalam satu generasi’ kini terjadi hampir setiap tahun,” ucap Tedros.

ujar Tedros memperingatkan.

Ia juga menyerukan negara-negara Eropa untuk menerapkan rencana aksi kesehatan terkait panas sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.

Sengatan Sang Surya

Cuaca ekstrem pun telah mendorong berbagai otoritas di Eropa mengambil langkah-langkah drastis untuk mencegah penyakit yang berkaitan dengan panas. Pada Kamis, festival musik di Belanda dibatalkan menyusul peringatan merah yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat panas ekstrem.

Di Paris, para pejabat melarang konsumsi alkohol yang dibawa dari luar di tempat umum serta membatalkan pawai kebanggaan kota guna membantu layanan darurat yang kewalahan. Larangan tersebut mulai berlaku pada 26 Juni 2026 waktu setempat menjelang pertandingan Piala Dunia antara Prancis dan Norwegia, dan berlangsung hingga Minggu pagi.

Menurut Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez sedikitnya 74 orang telah tenggelam sejak awal gelombang panas.

“Sebagian besar kematian terjadi di badan air yang tidak diawasi seperti sungai, danau, dan kolam,”

kata dia kepada surat kabar Le Parisien.

Gelombang panas yang memecahkan rekor pada Juni ini dipicu oleh fenomena yang dikenal sebagai “kubah panas”. Pola cuaca tersebut menyebabkan udara turun melalui atmosfer, kemudian terkompresi dan memanas saat mencapai permukaan tanah.

Udara yang turun juga menjadi lebih kering sehingga tidak memungkinkan terbentuknya awan. Akibatnya, sinar matahari dapat memanaskan permukaan bumi secara lebih intens.

Baca juga:
Babak Baru Timur Tengah: Trump Teken Memorandum Damai dengan Iran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani memorandum kesepakatan damai dengan Iran.…
Prabowo Buka Karpet Merah untuk Jerman, Ini Paket Investasi yang… Presiden Prabowo Subianto meminta Jerman untuk memperluas investasi di sejumlah sektor strategis…
Presiden Jerman Berkunjung, Demo Tetap Lanjut Lur: Ini Rute Jalan… Presiden Prabowo direncanakan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier,…
  • Babak Baru Timur Tengah: Trump Teken Memorandum Damai dengan Iran
  • Prabowo Buka Karpet Merah untuk Jerman, Ini Paket Investasi yang Ditawarkan
  • Presiden Jerman Berkunjung, Demo Tetap Lanjut Lur: Ini Rute Jalan dan Titik…
Tag:belandaeropaGelombang PanasJermanPanas EkstremPrancissuhu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prosesi Adat Jokowi Injak Kepala Kerbau Tuai Tafsir, Pengamat: Perang Politik Lawan PDIP!
By Rahmat Tunny
Presiden ke-7 RI Joko Widodo menginjak kepala kerbau saat menghadiri prosesi adat di Lampung. (Sumber: Istimewa)
1
Malam Reuni Bareng SBY-JK, Pagi Roy Suryo Langsung Jalani Sidang Gugat Kapolda Metro Jaya
By Rahmat Baihaqi
Roy Suryo gugat Kapolda Metro dan Jaksa Agung terkait penangkapan paksa dirinya kasus pencemaran nama baik Presiden Ke-7 Joko Widodo ke PN Jaksel.
2
‘Magnet’ Politik Jokowi Sudah Luntur, Safari di Lampung jadi Alarm untuk PSI dan Gibran
By Hardani Triyoga
Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi bersama PSI safari politik di Lampung. (Foto: IG PSI).
3
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Telan 1.300 Nyawa, WHO Sebut Ancaman Belum Berakhir
By Ani Ratnasari
Ilustrasi cuaca panas ekstrem di Eropa.
4
Batu Bara RI Tembus 790 Juta Ton Tapi Masih Byarpet: Kenapa PLN Masih Krisis Pasokan?
By Natania Longdong
Warga menggunakan senter untuk berangkat menuju masjid saat pemadaman listrik bergilir di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi cuaca panas ekstrem di Eropa.
Internasional

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Telan 1.300 Nyawa, WHO Sebut Ancaman Belum Berakhir

World Health Organization (WHO) melaporkan gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
30 menit lalu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Internasional

Hubungan AS-Israel Retak? Trump Katanya Tak Anggap Lagi Tel Aviv Sekutu Istimewa

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Politico, Amerika Serikat (AS) tidak lagi memandang…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
34 menit lalu
ilustrasi helikopter Aramco di Arab Saudi.
Internasional

Misteri Helikopter Aramco Saudi Jatuh Tewaskan 14 Orang, Penyebab Masih Diselidiki

14 orang dilaporkan tewas secara tragis saat helikopter milik perusahaan raksasa minyak…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Pemerintah Indonesia bertemu dengan Climate Change Committee di London, Juni 2026.
Internasional

Contek Inggris, KLH Bakal Bikin Badan Independen Pengendali Iklim Nasional, Biar Bebas Drama Sektoral?

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) merencanakan pembentukan lembaga independen demi memperkuat tata kelola…

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
By
Adi Briantika
Amin Suciady
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up