Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 29 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Perang Perbatasan Memanas, Amerika Siap Jadi Penengah Thailand dan Kamboja
Internasional

Perang Perbatasan Memanas, Amerika Siap Jadi Penengah Thailand dan Kamboja

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Desember 26, 2025 5:19 pm
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
6 bulan lalu
Share
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio (Foto: Instagram Marco Rubio)
SHARE

Pemerintah Amerika Serikat menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap berlanjutnya bentrokan bersenjata antara Thailand dan Kamboja.

Daftar isi Konten
  • Perjanjian Damai yang Kembali Tertunda
  • Perundingan Militer Kembali Dibuka

Sikap ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Kamis 25 Desember 2025.

Rubio menegaskan bahwa Washington siap berperan aktif dalam memfasilitasi dialog guna meredakan ketegangan di kawasan perbatasan kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Rubio saat melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet.

Dalam komunikasi itu, Rubio menyampaikan pesan Presiden AS Donald Trump yang menginginkan terciptanya perdamaian serta menekankan pentingnya menjalankan secara penuh Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur.

Departemen Luar Negeri AS menyebut, Rubio kembali menegaskan kesiapan Amerika untuk menjadi mediator demi memastikan stabilitas dan keamanan regional.

Perjanjian Damai yang Kembali Tertunda

Thailand dan Kamboja sebelumnya telah menandatangani kesepakatan damai pada Oktober lalu di sela KTT ASEAN di Kuala Lumpur, disaksikan langsung oleh Presiden Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Namun, implementasi kesepakatan tersebut terhambat setelah insiden ledakan ranjau darat di wilayah perbatasan yang menyebabkan sejumlah tentara Thailand mengalami luka serius.

Melalui akun Telegram resminya, Hun Manet mengungkapkan bahwa ia dan Rubio membahas perkembangan gencatan senjata serta langkah konkret pelaksanaan perjanjian damai dengan Thailand.

Ia menegaskan komitmen kuat Phnom Penh terhadap kesepakatan Bangkok Phnom Penh, seraya berharap jalur diplomasi bilateral mampu menyelesaikan sengketa perbatasan dan menciptakan perdamaian jangka panjang.

Perundingan Militer Kembali Dibuka

Percakapan Rubio dan Hun Manet berlangsung setelah Thailand dan Kamboja menggelar pertemuan militer pertama sejak konflik kembali pecah.

Perundingan tersebut berlangsung pada Rabu, 24 Desember 2025 di Provinsi Chanthaburi, Thailand, meski hanya berjalan kurang dari satu jam.

Kedua negara sepakat melanjutkan pembicaraan lanjutan pada Jumat mendatang.

Sejak bentrokan kembali meletus pada 8 Desember, jumlah korban tewas di kedua pihak dilaporkan mencapai 96 orang.

Thailand mencatat 23 prajurit dan satu warga sipil tewas, ditambah 41 warga sipil lain yang meninggal akibat dampak konflik.

Sementara itu, Kamboja melaporkan 31 warga sipil kehilangan nyawa. Secara keseluruhan, hampir satu juta warga di kedua negara terpaksa mengungsi demi menghindari kekerasan yang terus berlangsung.


Tag:Amerika SerikatMarco RubioPerang PerbatasanPerjanjian DamaiThailand dan Kamboja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Prosesi Adat Jokowi Injak Kepala Kerbau Tuai Tafsir, Pengamat: Perang Politik Lawan PDIP!
By Rahmat Tunny
Presiden ke-7 RI Joko Widodo menginjak kepala kerbau saat menghadiri prosesi adat di Lampung. (Sumber: Istimewa)
1
Malam Reuni Bareng SBY-JK, Pagi Roy Suryo Langsung Jalani Sidang Gugat Kapolda Metro Jaya
By Rahmat Baihaqi
Roy Suryo gugat Kapolda Metro dan Jaksa Agung terkait penangkapan paksa dirinya kasus pencemaran nama baik Presiden Ke-7 Joko Widodo ke PN Jaksel.
2
Batu Bara RI Tembus 790 Juta Ton Tapi Masih Byarpet: Kenapa PLN Masih Krisis Pasokan?
By Natania Longdong
Warga menggunakan senter untuk berangkat menuju masjid saat pemadaman listrik bergilir di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
3
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Telan 1.300 Nyawa, WHO Sebut Ancaman Belum Berakhir
By Ani Ratnasari
Ilustrasi cuaca panas ekstrem di Eropa.
4
Alarm Bahaya Brasil, Jepang Siap Tebar Teror dan Paksa Favorit Juara Angkat Koper
By Hadi Febriansyah
Pemain Brasil saat laga melawan Skotlandia di grup C Piala Dunia. (Foto: FIFA).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi cuaca panas ekstrem di Eropa.
Internasional

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Telan 1.300 Nyawa, WHO Sebut Ancaman Belum Berakhir

World Health Organization (WHO) melaporkan gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Pemerintah Indonesia bertemu dengan Climate Change Committee di London, Juni 2026.
Internasional

Contek Inggris, KLH Bakal Bikin Badan Independen Pengendali Iklim Nasional, Biar Bebas Drama Sektoral?

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) merencanakan pembentukan lembaga independen demi memperkuat tata kelola…

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
By
Adi Briantika
Amin Suciady
1 hari lalu
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bertemu dengan Raja Charles III di Istana St. James, London, Juni 2026.
Internasional

Raja Charles III Puji Visi Lingkungan Prabowo, Lupa Banjir Kayu Gelondongan di Sumatra?

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat melangsungkan pertemuan khusus dengan Raja Charles…

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
By
Adi Briantika
Amin Suciady
1 hari lalu
Gempa di Venezuela.
Internasional

Gempa Kembar Venezuela Picu Bencana Besar, 235 Nyawa Melayang hingga 70 Ribu Keluarga Terdampak

Jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah.…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up