Israel membagikan informasi intelijen kepada Amerika Serikat (AS) terkait kabar rencana Iran mau membunuh Presiden Donald Trump.
Menurut laporan, isu ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang memicu kekhawatiran akan kembalinya perang skala penuh.
Laporan itu juga muncul setelah Trump menggunakan pesawat Air Force One untuk meninggalkan Turki usai menghadiri KTT NATO.
Washington disebut sudah memantau serangkaian laporan intelijen terkait kemungkinan rencana pembunuhan terhadap Trump.
“Namun, peringatan dari Israel itu baru dan menyangkut rencana spesifik,” demikian laporan Channel News Asia, Jumat, 10 Juli 2026.
Sumber lainnya menyebut intelijen tersebut mengungkap adanya rencana baru.
Selama bertahun-tahun, Teheran bersumpah akan membalas Trump karena memerintahkan pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani pada Januari 2020. Insiden pembunuhan Jenderal Qassem itu terjadi saat Trump menjabat pada periode pertamanya sebagai presiden.
Mereka ingin menyingkirkan pemimpin AS, saya. Saya ada di daftar (orang yang akan dibunuh). Saya melihat pagi ini bahwa saya ada di setiap daftar mereka,”
kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One saat ia terbang pulang dari KTT NATO.
Trump diketahui menggunakan Air Force One lamanya saat meninggalkan Turki, lokasi penyelenggaraan KTT NATO. Sementara itu, jet Air Force One barunya yang merupakan hadiah dari Qatar diterbangkan lebih dahulu ke Inggris, tempat Trump kemudian berganti pesawat untuk melanjutkan perjalanan menuju Washington.
Keputusan untuk berganti dari jet baru dalam perjalanan luar negeri pertamanya itu memicu spekulasi bahwa langkah tersebut diambil karena fitur keamanannya dinilai belum memadai. Insiden itu terutama di tengah operasi militer baru AS terhadap Iran, yang berbatasan dengan Turki.
The New York Times melaporkan pada Rabu malam, 8 Juli 2026, bahwa pergantian pesawat itu dilakukan atas permintaan Dinas Rahasia AS sebagai tindakan pencegahan keamanan.
Dalam konferensi pers, Trump menghindari pertanyaan mengenai alasan keamanan tersebut. Namun, ia sempat menyinggung upaya Iran soal dugaan pembunuhan terhadapnya.
























