Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan serangan rudal yang menargetkan pusat komando dan kendali AS di Asia Barat. Selain itu, Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania juga dibidik IRGC.
Dalam pernyataan yang dimuat Kantor Berita Fars, IRGC mengatakan Angkatan Udara mereka menembakkan 10 rudal balistik yang menargetkan kedua lokasi tersebut.
IRGC juga mengklaim serangan itu menghancurkan kedua fasilitas tersebut.
Jika agresi tentara teroris AS diulangi, pangkalan AS lainnya di kawasan ini tidak akan luput dari tembakan hebat kami,”
demikian peringatan IRGC, dikutip dari Middle East Monitor, Jumat, 10 Juli 2026.
Serangan terjadi setelah gencatan senjata antara Iran dan AS resmi berakhir. Hal itu disampaikan secara langsung oleh Presiden AS Donald Trump pada Rabu, 8 Juli 2026.
Dalam pernyataannya, Trump mengecam Teheran setelah serangan yang meningkat selama beberapa hari. Dia pun sesumbar bakal meningkatkan kemungkinan terjadinya kembali permusuhan besar-besaran.
Trump juga mengklaim bahwa IRGC sudah menargetkan 85 fasilitas militer AS termasuk di Bahrain dan Kuwait.
Presiden kontroversial itu menyebut Iran sebagai sampah dengan dipimpin orang-orang sakit dan kejam.
Saya rasa (gencatan senjata) ini sudah berakhir. Mereka sampah. Mereka orang-orang sakit. Mereka dipimpin oleh orang-orang sakit, dan mereka orang-orang yang kejam dan bengis,”
kata Trump dikutip dari Washington Post, Rabu, 8 Juli 2026.










![Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].](https://www.owrite.id/wp-content/uploads/2026/06/Mahasiswa-temui-Wapres-Gibran-di-Istana-Wapres_Owrite-300x169.webp)









