Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 9 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Pelayaran di Selat Hormuz Bangkit Lagi, Dunia Masih Waswas Hubungan AS-Iran Belum Aman
Internasional

Pelayaran di Selat Hormuz Bangkit Lagi, Dunia Masih Waswas Hubungan AS-Iran Belum Aman

iren natania longdongHardani Triyoga
Last updated: Juli 2, 2026 11:52 am
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi Selat Hormuz.
Ilustrasi Selat Hormuz. (ANTARA/Anadolu/py.)
SHARE

Lalu lintas pelayaran jalur Selat Hormuz berangsur pulih setelah sempat lumpuh imbas konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel, dengan Iran. Meski aktivitas sudah berangsung meningkat, pelaku industri masih ragu soal hubungan Washington dengan Teheran.

Pemulihan arus kapal di Hormuz terjadi setelah AS dan Iran menandatangani memorandum pada 14 Juni 2026. Kesepakatan AS-Iran itu diproyeksikan bakal meredakan ketegangan di kawasan sekaligus membuka kembali jalur pelayaran di salah satu titik terpenting perdagangan energi dunia.

Presiden Asosiasi Pengiriman dan Logistik Turki (UTIKAD) Bilgehan Engin mengatakan normalisasi pelayaran di Selat Hormuz berlangsung secara bertahap seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah.

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang dipicu oleh kesepakatan AS-Iran akan meningkat secara bertahap, yang menandai bukan penurunan tajam. Tapi, normalisasi bertahap dan berfluktuasi,”

kata Engin, dikutip dari Anadolu, Kamis, 2 Juli 2026.
Baca juga:
Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Harga Brent Merangkak ke US$99,44 per… Harga minyak naik pada perdagangan Rabu, seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat…
Minyak Dunia Makin Panas, Konflik AS-Iran Dorong Brent ke US$97,20… Harga minyak dunia kembali naik pada perdagangan Selasa, mencatat kenaikan untuk hari…
Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS, Ini Proyeksinya Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,03 persen atau 5 poin ke level…
  • Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Harga Brent Merangkak ke US$99,44 per Barel
  • Minyak Dunia Makin Panas, Konflik AS-Iran Dorong Brent ke US$97,20 per Barel
  • Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS, Ini Proyeksinya

Meski demikian, Engin menyampaikan kesepakatan AS-Iran masih rapuh sehingga belum bisa dimaknai membaiknya hubungan AS dan Iran secara permanen.

Menurutnya, kondisi keamanan di Selat Hormuz masih jadi faktor utama yang menentukan kelancaran pelayaran komersial.

Sebelum konflik pecah, sekitar 130 kapal komersial melintasi Selat Hormuz setiap hari. Namun, setelah serangan bersama AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, aktivitas pelayaran anjlok drastis.

Hingga kini, volume lalu lintas kapal masih sekitar 70 persen di bawah level sebelum perang. Angka itu sudah mengalami peningkatan dibanding masa konflik.

Meredanya ketegangan juga mulai mengurangi tekanan terhadap industri pelayaran global. Tarif angkutan spot yang sebelumnya melonjak akibat tingginya risiko keamanan diperkirakan akan bergerak turun secara bertahap, meski belum kembali ke level sebelum krisis.

Meskipun biaya asuransi menurun, tarif angkutan tidak menurun dengan kecepatan yang sama karena adanya faktor biaya struktural,”

ujarnya.
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pasar Minyak Berbalik Arah dan Investor Mulai Lega

Engin menjelaskan premi risiko memang mulai menyusut. Namun, belum sepenuhnya hilang. Maka itu, tarif pengiriman diperkirakan tetap berada di atas tingkat sebelum konflik. Sementara, perusahaan pelayaran kini mulai meninjau ulang kontrak jangka panjang yang disepakati saat biaya logistik sedang tinggi.

Dia menuturkan pemilik kapal dan perusahaan logistik besar sedang merevisi kontrak jangka panjang dengan harga tinggi yang ditandatangani selama krisis.

Melalui struktur yang terkait dengan indeks dan fleksibel yang terbuka untuk negosiasi ulang,”

jelasnya.

Selain berdampak pada biaya logistik, konflik di Selat Hormuz sebelumnya memaksa banyak kapal memutar jalur melalui Tanjung Harapan, Afrika Selatan. Pengalihan rute tersebut memperpanjang waktu pelayaran sekaligus meningkatkan biaya operasional.

Kini, seiring pulihnya kondisi di Selat Hormuz, rute pelayaran utama mulai digunakan kembali. Tapi, Engin menilai proses normalisasi akan berlangsung bertahap sehingga tidak akan langsung memicu penurunan tarif angkutan secara drastis.

Pembalikan pengalihan rute tidak akan menyebabkan guncangan pasokan yang parah dengan sendirinya. Tetapi, sebaliknya akan menyebabkan penurunan bertahap di pasar spot dan lingkungan penetapan harga yang lebih kompetitif dengan margin yang menyempit,”

tutur Engin.
Baca juga:
Selat Hormuz Memanas, Brent Naik ke US$96,80 per Barel Harga minyak dunia naik pada perdagangan Senin, karena serangan balas-membalas antara Amerika…
Gaza Tanpa 2 Juta Warga Palestina: Rencana Israel dan Harapan… Israel berupaya mendapatkan dukungan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk…
PPHN Diusulkan Kembali, Pengamat Sentil MPR: Negara Demokrasi Tak Butuh… Rencana MPR RI menghidupkan kembali Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) menuai kritik dan…
  • Selat Hormuz Memanas, Brent Naik ke US$96,80 per Barel
  • Gaza Tanpa 2 Juta Warga Palestina: Rencana Israel dan Harapan pada Trump
  • PPHN Diusulkan Kembali, Pengamat Sentil MPR: Negara Demokrasi Tak Butuh Haluan Negara…

Dia menuturkan dalam jangka panjang, pasar akan mencari keseimbangan baru.

Menetapkan harga dasar baru yang bergantung pada pertumbuhan permintaan dan disiplin armada,”

katanya.

Ia juga memperkirakan pelabuhan-pelabuhan di kawasan Teluk Persia akan kembali pulih lebih cepat. Hal itu terutama untuk ekspor energi dan arus peti kemas menuju Asia.

Namun, gangguan keamanan di Laut Merah masih menjadi tantangan yang dapat memperlambat pemulihan rantai pasok global.

Menurut Engin, kembalinya aktivitas di Selat Hormuz memang menjadi sinyal positif bagi perdagangan global. Namun, hal itu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa hubungan AS dan Iran benar-benar mencair.

Tag:Amerika SerikatiranKonflikSelat Hormuztimur tengah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Heboh Teori Konspirasi Erupsi Enam Gunung Api Ala Ulta Levenia, Netizen: “Gaya Obrolan Cowok jam 12 Malam!”
By Ani Ratnasari
Tangkap layar dari YouTube Bukan Kaleng-kaleng
1
Viral Momen Teddy Turunkan Mic Prabowo Saat Rapat Bencana, Netizen: “Seakrab Itu?”
By Ani Ratnasari
Penampakan Tangan Setkan Teddy arahkan microfon Presiden Prabowo. (Sumber: X/@txtdrimedia)
2
Bukan Cuma Reshuffle, Prabowo Diminta Hapus Semua Wamen demi Efisiensi Anggaran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
3
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 9 September 2026: Jaktim Hujan Ringan, Lima Wilayah Lain Cerah
By Syifa Fauziah
Ilustrasi prakiraan cuaca di Jakarta.
4
Persija Jakarta Dikaitkan dengan Ivan Mamut, Shin Tae-yong Akhirnya Buka Suara
By Hadi Febriansyah
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi WNI tewas karena kecelakaan kerja di Jepang.
Internasional

Mesin Pembuat Cat Makan Korban, WNI Asal Purworejo Tewas di Jepang

Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial IK asal Purworejo, Jawa Tengah, meninggal…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
5 hari lalu
Ilustrasi WNI gabung Angkatan Bersenjata Rusia.
Internasional

Kedubes Rusia Bantah 8 WNI Gabung Angkatan Bersenjata, Tuduh Ukraina Rekrut Asing

Kedutaan Besar Rusia di Jakarta membantah klaim Kedutaan Besar Ukraina yang menyebut…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
5 hari lalu
Ilustrasi pembersihan etnis warga Palestina dari Gaza oleh Israel dan Amerika Serikat.
Internasional

Gaza Tanpa 2 Juta Warga Palestina: Rencana Israel dan Harapan pada Trump

Israel berupaya mendapatkan dukungan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
5 hari lalu
Ilustrasi sesumbar 'Selat Trump'.
Internasional

Banggakan Serangan Bombardir AS di Iran, Trump Cetuskan Ide Ubah Nama Selat Hormuz

2 September 2026, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Iran tidak pernah…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
6 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up