“Timur Tengah akan lenyap dan mereka pasti akan menyerang kota-kota di Amerika Serikat, karena mereka gila. Kami melakukan (serangan) dengan sangat baik. Kami benar-benar menghancurkan mereka, tetapi intinya sangat sederhana: Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,”
ujar dia.
Sesumbar
Presiden AS itu juga mengklaim pasukannya kini mendominasi jalur perairan regional yang sangat vital
“Kami sekarang mengendalikan Selat Hormuz. Kami mengendalikannya. Tadi malam, kami menenggelamkan 28 perahu, 28 kapal. Kami mengendalikannya. Mereka (Iran) tidak mendapatkan apa-apa, dan kami telah menenggelamkan kapal-kapal mereka,”
tekan Trump.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump juga menyarankan untuk mengubah nama selat tersebut.
“Sekarang setelah kami menguasainya di bawah kendali AS, haruskah kami mengubah nama Selat Hormuz menjadi SELAT TRUMP???” Seperti Amerika sendiri, situasinya akan lebih ‘panas’ dari sebelumnya!”
tulis Trump.
Ketegangan regional meningkat menyusul serangan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari dan serangan balasan rudal dan drone Teheran terhadap Israel dan kepentingan AS di berbagai negara di kawasan tersebut.
Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni mengenai kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz, tetapi implementasi terhenti di tengah ketidaksepakatan mengenai pengaturan keamanan di selat tersebut.