Langkah pemerintah RI terkait pengiriman delegasi yang hadir ke pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei jadi sorotan. Meski sudah mengubah keputusan, Langkah pemerintah RI dikritik tak optimal.
Akademisi sekaligus pakar hubungan internasional Dinna Prapto Raharja menilai respons pemerintah RI terhadap undangan Pemerintah Iran untuk menghadiri prosesi pemakaman Ali Khamenei tergolong minimalis.
Dia heran dengan keputusan awal pemerintah RI yang hanya mengurus pejabat sekelas Duta Besar atau Dubes untuk Iran untuk hadir ke pemakaman Khamenei. Menurutnya, mestinya pemerintah RI tetap memenuhi undangan tersebut dengan mengutus delegasi resmi dari Jakarta yang dipimpin pejabat setingkat menteri.
Dinna menyampaikan dalam praktik diplomasi, undangan resmi dari suatu negara semestinya disambut dengan sebaik-baiknya. Apalagi saat negara itu secara khusus mengundang Indonesia.
Dalam tata krama diplomatik, undangan itu harusnya disambut sebaik-baiknya. Iran tidak mengundang negara-negara Eropa karena dianggap musuh. Nah, Indonesia diundang, kok responnya minimalis,”
kata Dinna kepada Owrite, Selasa, 7 Juli 2026.
Dia menambahkan langkah mengutus Duta Besar RI untuk Iran agar hadir juga sah dan sesuai dengan tata krama diplomatik. Namun, kehadiran hanya pada level Dubes menunjukkan respons RI berada pada tingkat paling minimal.
Dalam tata krama diplomatik, boleh memang kirim Dubes tapi kalo ‘cuma dubes’ yang hadir, berarti itu minimalistik aja responnya,”
ujar Dinna.
Ia menjelaskan secara formal RI memang tetap merespons undangan Pemerintah Iran. Namun, absennya pejabat tinggi dari Jakarta membuat pesan diplomatik yang disampaikan menjadi terbatas.
Indonesia secara formal merespon undangan. Tapi, minimalis karena tidak ada high-ranking dari Jakarta yang dikirim,”
jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan tujuan utama undangan tersebut bukan sekadar mengundang perwakilan diplomatik yang sudah bertugas di Teheran. Tapi, juga mengharapkan kehadiran delegasi dari pemerintah pusat.
Adapun pemerintah RI akhirnya mengubah keputusannya yang sebelumnya hanya mengutus Dubes untuk menghadiri prosesi pemakaman Khamenei di Teheran. Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk delegasi resmi RI yang dipimpin Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugionodan Ketua MPR RI Ahmad Muzani untuk hadiri pemakaman Khamenei.
Menteri Sugiono juga sudah buka suara terkait alasan pemerintah RI yang hanya mengutus dubes. Menurut dia, langkah itu diambil dengan mempertimbangkan sejumlah aspek teknis termasuk padatnya agenda kenegaraan di dalam negeri.
Dengan berbagai pertimbangan teknis, karena pada saat itu juga kita memperlakukan persiapan-persiapan kunjungan kenegaraan di Indonesia dan ada juga pejabat kunci yang tidak memungkinkan untuk ke sana (Iran),”
kata Sugiono di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.






















