Rencana pemerintah Indonesia yang akan mengutus Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani untuk menghadiri upacara pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei diperkirakan memunculkan tantangan baru.
Mengacu pada laporan kantor berita ISNA, seluruh wilayah udara Teheran ditutup selama prosesi pemakaman utama berlangsung.
Selain itu, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan bahwa situasi di Iran cukup rumit karena sebagian besar rangkaian acara untuk delegasi asing telah selesai dan para delegasi telah pulang ke negara masing-masing.
Iklan
Kami menunggu situasi yang baik untuk mengonfirmasi delegasi Indonesia untuk mengunjungi Iran,”
kata Boroujerdi pada awak media, Rabu, 8 Juli 2026.
Iran Sambut Baik Kirim Delegasi ke Teheran
Meski demikian, Boroujerdi tetap menyambut baik rencana Indonesia mengirimkan delegasi ke Teheran.
Kami sangat senang Pemerintah Indonesia memutuskan mengirimkan delegasi,”
ujarnya.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan keterangan pers saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama strategis kedua negara, mulai dari investasi, ekonomi digital, transisi energi, hingga kerja sama ASEAN. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz)
Diberitakan sebelumnya, Menlu Sugiono mengatakan hingga kini pemerintah masih menunggu konfirmasi dari otoritas Iran terkait waktu dan lokasi yang dapat dihadiri oleh delegasi Indonesia.
Rencananya yang akan berangkat Menlu RI bersama dengan Ketua MPR RI. Kami masih menunggu jawaban, waktu, dan tempat di mana kita bisa menghadiri upacara pemakaman tersebut. Seperti kita ketahui juga ada prosesi yang dilakukan terkait dengan rangkaian acara dari pemakaman,”
kata Sugiono di Jakarta, pada 7 Juli lalu.
Menurutnya, komunikasi antara pemerintah Indonesia dan Iran terus berlangsung. Besarnya penghormatan masyarakat Iran terhadap Ayatollah Khamenei membuat pihak penyelenggara masih mengatur lokasi yang memungkinkan untuk menerima kunjungan para delegasi asing.