Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 27 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Bom Waktu Pengungsian Gempa NTT: Pemerintah Jangan Gebyah Uyah Layanan Kesehatan
Kesehatan

Bom Waktu Pengungsian Gempa NTT: Pemerintah Jangan Gebyah Uyah Layanan Kesehatan

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
Last updated: Agustus 27, 2026 10:14 am
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 jam lalu
Share
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (24/8/2026).
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (24/8/2026). (ANTARA FOTO/Johanes Viandinando/app/tom.)
SHARE

Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus meningkat. Data BNPB per 24 Agustus 2026 mencatat 180.327 jiwa masih berada di pengungsian.

Daftar isi Konten
  • Kerentanan
  • Akurat Data

Lonjakan jumlah pengungsi dinilai perlu diikuti perubahan pendekatan dalam penanganan kesehatan. Epidemiolog Dicky Budiman mengingatkan pemerintah agar tidak menerapkan pola bantuan yang mengggeneralisasi seluruh pengungsi, lantaran terdapat kelompok rentan dengan kebutuhan berbeda.

Kelompok seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, perempuan, dan penyandang disabilitas harus menjadi prioritas dalam fase tanggap darurat. Sebab, pengungsian massal dengan jumlah lebih dari 100 ribu orang dapat menciptakan kondisi yang mendukung terjadinya penularan penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, penyakit kulit, hingga campak.

“Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, menyusui, penyandang disabilitas, dan perempuan itu selalu masuk kategori populasi berisiko tinggi dalam fase tanggap darurat,”

kata Dicky, dikutip pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Baca juga:
Angka Kematian Ibu di Indonesia Timur 2,8 Kali Lebih Tinggi… Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia Timur masih menjadi persoalan serius. Kawasan…
Bom Waktu di Balik Pengungsian Gempa NTT: Kelompok Rentan Hadapi… Ahli manajemen bencana dari Griffith University Dicky Budiman berpendapat jumlah pengungsi akibat gempa…
Enam Gerakan Peregangan Sebelum Tidur Bikin Tubuh Rileks dan Tidur… Aktivitas sepanjang hari dapat membuat tubuh terasa pegal dan tegang, terutama setelah…
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Timur 2,8 Kali Lebih Tinggi Dibanding Daerah…
  • Bom Waktu di Balik Pengungsian Gempa NTT: Kelompok Rentan Hadapi Ancaman Berlapis
  • Enam Gerakan Peregangan Sebelum Tidur Bikin Tubuh Rileks dan Tidur Lebih Nyenyak

Kerentanan

Ia menjelaskan risiko pada kelompok rentan tidak hanya berasal dari penyakit menular. Lansia, misalnya, banyak yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung yang membutuhkan pengobatan rutin.

Masalahnya, dalam kondisi bencana, obat-obatan untuk penyakit kronis justru berpotensi terlewat dalam distribusi bantuan darurat.

“(Hal) yang paling sering terlewat dalam distribusi bantuan-bantuan darurat adalah obat-obatan kronis, obat-obatan untuk penyakit kronis. Bukan makanan,”

ujar dia.

Dicky berpendapat terputusnya pengobatan pada lansia dapat meningkatkan risiko komplikasi akut, seperti stroke dan krisis hipertensi. Kondisi tersebut menjadi semakin berbahaya ketika sistem rujukan kesehatan ikut terganggu akibat kerusakan infrastruktur dan akses jalan belum pulih.

Akurat Data

Maka ia mendorong pemerintah melakukan pendataan kesehatan pengungsi secara lebih terperinci atau disaggregated health surveillance. Data pengungsi, kata dia, perlu dipilah berdasar usia dan status kerentanan sejak awal masa tanggap darurat.

“Jangan generalisasi layanan kesehatan untuk semua. Harus ada pemilahan data,”

ucap Dicky.

Pemilahan tersebut penting agar pemerintah dapat mengetahui titik pengungsian yang berisiko kesehatan paling tinggi, sekaligus menentukan jenis bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

Baca juga:
Sering Dianggap Lebih Sehat, Ternyata Tiga Pemanis Ini Tetap Bisa… Kalau kamu pikir mengganti gula pasir atau gula putih dengan gula aren,…
Gempa NTT, TII Ingatkan Ancaman Krisis Kesehatan Ibu Hamil hingga… Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII),…
Gempa NTT Bikin Warga Mampu Jatuh Miskin, DPR Minta Kemensos… Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya meninggalkan kerusakan…
  • Sering Dianggap Lebih Sehat, Ternyata Tiga Pemanis Ini Tetap Bisa Bikin Gula…
  • Gempa NTT, TII Ingatkan Ancaman Krisis Kesehatan Ibu Hamil hingga Bayi di…
  • Gempa NTT Bikin Warga Mampu Jatuh Miskin, DPR Minta Kemensos Perluas Perlindungan…
Tag:EpidemiologgempaKesehatanNTTPengungsiPengungsian
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Budi Arie ‘Senggol’ Percepatan Pemilu, PKS: Sebaiknya Jokowi Jelaskan agar Tak Jadi Bola Liar
By Hardani Triyoga
Kepala Kantor Staf Presiden PKS, Pipin Sopian.
1
Otot Tanpa Peluru: 18.504 Personel Siap Kawal Demonstrasi di DPR
By Rahmat Baihaqi
Kepolisian melaksanakan apel jelang unjuk rasa di DPR, 27 Agustus 2026.
2
FWK Kritik Pembekuan Rekening Milik Aktivis Pati, Ingatkan Bank agar Tidak Jadi Alat Represif
By Ani Ratnasari
Pendiri FWK Hendry Ch. Bangun dan Ketua FWK Raja Parlindungan Pane
3
Demo 27 Agustus di DPR, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas: Tak Ada Pengalihan Jika Lancar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi lalin aksi DPR.
4
Penyusup Jelang Demo 27 Agustus: Menko Polkam Klaim Kantongi Peta Gerak Anarko
By Rahmat Baihaqi
Menkopolkam Djamari Chaniago didampingi Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi, 27 Agustus 2026, di Jakarta.
5

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi kematian ibu
Kesehatan

Angka Kematian Ibu di Indonesia Timur 2,8 Kali Lebih Tinggi Dibanding Daerah Lain, Ini Pemicunya

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia Timur masih menjadi persoalan serius. Kawasan…

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
40 menit lalu
Sejumlah anak bermain gawai di depan tenda pengungsian di Pota, Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).
Kesehatan

Bom Waktu di Balik Pengungsian Gempa NTT: Kelompok Rentan Hadapi Ancaman Berlapis

Ahli manajemen bencana dari Griffith University Dicky Budiman berpendapat jumlah pengungsi akibat gempa…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
1 jam lalu
Pemanis jenis madu
Kesehatan

Sering Dianggap Lebih Sehat, Ternyata Tiga Pemanis Ini Tetap Bisa Bikin Gula Darah Naik

Kalau kamu pikir mengganti gula pasir atau gula putih dengan gula aren,…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
19 jam lalu
Foto udara kawasan Bundaran Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo yang tertutup kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan
Kesehatan

Bahaya PM2.5 di Balik Kabut Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh

Kabut asap yang muncul saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up