Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 27 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Target AKI 70 pada 2030, Indonesia Masih di Angka 144 Kematian per 100 Ribu Kelahiran
Kesehatan

Target AKI 70 pada 2030, Indonesia Masih di Angka 144 Kematian per 100 Ribu Kelahiran

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Agustus 27, 2026 2:22 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
Ilustrasi ibu saat melahirkan
Ilustrasi ibu saat melahirkan (Foto: pexels.com)
SHARE

Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk mencapai target penurunan angka kematian ibu (AKI) sesuai Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.

Berdasarkan hasil SUPAS 2025, AKI Indonesia memang turun 23,8 persen dari 189 pada 2020 menjadi 144 kematian per 100.000 kelahiran hidup, tetapi angka tersebut masih lebih dari dua kali lipat target SDGs sebesar 70 kematian per 100.000 kelahiran hidup.

Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Made Natasya Restu Dewi Pratiwi, mengatakan penurunan AKI secara nasional merupakan kemajuan, tetapi pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk mengejar target tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

Penurunan AKI secara nasional merupakan kemajuan, tetapi angka nasional tidak boleh membuat kita mengabaikan kelompok dan wilayah yang masih menghadapi hambatan berlapis,”

ujar Natasya dalam keterangannya dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.

Tata Kelola Kesehatan

Menurutnya, upaya mengejar target AKI 70 per 100.000 kelahiran hidup tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan pelayanan medis.

Baca juga:
Wabah Ebola di Kongo Makin Mematikan, Tewaskan 2.325 Orang dan… Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo kembali menggila. Menurut data pemerintah, penyakit…
Ada Kusta di Antara Kita: Obatnya Gratis di Puskesmas, Pengidap… Penyakit kusta masih menjadi ancaman kesehatan di Indonesia karena banyak kasus terlambat…
Wabah Ebola di Kongo Makin Meluas, Korban Tewas Bertambah Jadi… Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) kembali memicu kekhawatiran dunia. Per…
  • Wabah Ebola di Kongo Makin Mematikan, Tewaskan 2.325 Orang dan Lampaui Wabah…
  • Ada Kusta di Antara Kita: Obatnya Gratis di Puskesmas, Pengidap Haram Dikucilkan!
  • Wabah Ebola di Kongo Makin Meluas, Korban Tewas Bertambah Jadi 131 Orang

Pemerintah perlu memperkuat tata kelola kesehatan sekaligus mengatasi berbagai faktor sosial yang memengaruhi keselamatan ibu selama kehamilan dan persalinan.

Natasya menyebut faktor seperti kondisi sosial ekonomi, tingkat pendidikan dan literasi kesehatan, kondisi geografis, kapasitas sistem kesehatan, norma gender, dukungan keluarga, hingga kerentanan terhadap bencana dan perubahan iklim turut memengaruhi risiko kematian ibu.

Percepatan penurunan AKI tidak dapat hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi perlu memperkuat tata kelola, pemerataan akses, serta intervensi terhadap determinan sosial kesehatan,”

katanya.

Tantangan tersebut juga terlihat dari masih lebarnya kesenjangan AKI antarwilayah. Kawasan Nusa Tenggara-Maluku-Papua mencatat AKI mencapai 317 kematian per 100.000 kelahiran hidup, atau sekitar 2,8 kali lebih tinggi dibandingkan angka nasional.

Angka Kematian Ibu di Indonesia Timur 2,8 Kali Lebih Tinggi Dibanding Daerah Lain, Ini Pemicunya

Menurut Natasya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan penurunan AKI harus memperhitungkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Kebijakan yang seragam berisiko tidak mampu menjawab hambatan yang dihadapi perempuan di daerah dengan akses layanan kesehatan terbatas.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat audit penyebab kematian ibu dengan menggunakan data yang lebih terpilah.

Data tersebut perlu melihat kondisi wilayah, sosial ekonomi, pendidikan, usia, disabilitas, serta kerentanan terhadap bencana dan perubahan iklim.

Ketimpangan antarwilayah juga masih menjadi tantangan serius. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa percepatan penurunan AKI tidak dapat hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi perlu memperkuat tata kelola, pemerataan akses, serta intervensi terhadap determinan sosial kesehatan,”

ujar Natasya.

Ia menilai pemerintah perlu memastikan setiap kematian ibu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan dan respons di daerah.

Dengan begitu, penurunan AKI tidak hanya terlihat dalam angka nasional, tetapi juga diikuti penyempitan kesenjangan antarwilayah dan kelompok masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan kebijakan penurunan AKI seharusnya tidak hanya diukur dari seberapa jauh angka kematian ibu nasional sudah turun, tetapi juga dari apakah kesenjangan antarwilayah dan kelompok masyarakat berhasil diperkecil,”

tutup Natasya.

Tag:AkiSDGsTata Kelola KesehatanWHO
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Tiga Bocah Bobol Toko di Padang, Ngaku Belajar dari Roblox hingga Aksinya Viral di Medsos
By Ani Ratnasari
Tiga bocah yang diduga melakukan aksi pembobolan sejumlah toko di Plaza Andalas, Padang, Sumatra Barat.
1
Budi Arie ‘Senggol’ Percepatan Pemilu, PKS: Sebaiknya Jokowi Jelaskan agar Tak Jadi Bola Liar
By Hardani Triyoga
Kepala Kantor Staf Presiden PKS, Pipin Sopian.
2
Di Depan Warga Pati, Dasco Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Gagal Disahkan di 2026
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjawab pertanyaan wartawan usai rapat pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nym)
3
Kemenkeu Luruskan Omongan Purbaya Soal Rp7 T ke BPS, Ternyata Bukan Cuma DTSEN
By Anisa Aulia
Petugas sensus mendata meteran listrik rumah warga saat melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Kelurahan Maliaro, Ternate, Maluku Utara. (Sumber: Antara Foto/Andri Saputra/hma)
4
Warga Pati Ketuk Pintu DPR soal RUU Perampasan Aset, Tenggat 15 Desember
By Rika Pangesti
Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyantap hidangan di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi kematian ibu
Kesehatan

Angka Kematian Ibu di Indonesia Timur 2,8 Kali Lebih Tinggi Dibanding Daerah Lain, Ini Pemicunya

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia Timur masih menjadi persoalan serius. Kawasan…

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
10 jam lalu
Sejumlah anak bermain gawai di depan tenda pengungsian di Pota, Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).
Kesehatan

Bom Waktu di Balik Pengungsian Gempa NTT: Kelompok Rentan Hadapi Ancaman Berlapis

Ahli manajemen bencana dari Griffith University Dicky Budiman berpendapat jumlah pengungsi akibat gempa…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
11 jam lalu
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (24/8/2026).
Kesehatan

Bom Waktu Pengungsian Gempa NTT: Pemerintah Jangan Gebyah Uyah Layanan Kesehatan

Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
12 jam lalu
Pemanis jenis madu
Kesehatan

Sering Dianggap Lebih Sehat, Ternyata Tiga Pemanis Ini Tetap Bisa Bikin Gula Darah Naik

Kalau kamu pikir mengganti gula pasir atau gula putih dengan gula aren,…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up