Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan adanya penurunan signifikan kasus suspek dan terkonfirmasi campak di Indonesia.
Hingga minggu ke-12 tahun 2026, kasus harian turun drastis sebesar 93 persen, dari puncak 2.220 kasus pada minggu pertama menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret.
Meski demikian, masyarakat tak boleh abai, sebab penyakit campak salah satu penyakit dengan tingkat penularan tinggi.
Satu penderita campak dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lainnya. Penyakit ini bukan hanya menyerang anak-anak, tapi juga orang dewasa.
Untuk itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) merekomendasikan vaksinasi measles, mumps, rubella (MMR) untuk mencegah infeksi virus penyebab campak pada orang dewasa.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM mengatakan vaksin campak juga perlu dilakukan oleh orang dewasa untuk mencegah infeksi virus penyebab campak.
Vaksinasi campak pada dewasa bukan hanya perlu, tetapi sangat perlu,”
ujar dr. Sukamto dalam acara PAPDI Forum dan Konferensi Pers dengan tema “Campak pada Dewasa: Tanda Bahaya dan Penanganan yang Tepat serta Peran Vaksinasi.”
Menurut dia, vaksinasi MMR direkomendasikan kepada orang dewasa yang tidak terbukti memiliki kekebalan terhadap campak, termasuk mereka yang belum pernah mendapat vaksinasi atau tidak memiliki riwayat infeksi campak sebelumnya.
Kalau belum ada kekebalan, perlu vaksin. Bila tidak yakin kebal perlu vaksin,”
ucapnya.
Dokter Sukamto mengatakan bahwa vaksinasi tidak hanya diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh individu, tetapi juga membangun kekebalan kelompok.
Semakin tinggi cakupan vaksinasi, maka penularan virus akan semakin sulit terjadi,”
tandasnya.
Di sisi lain, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr. dr. Adityo Susilo, Sp.PD, K-P.T.I, FINASIM mengingatkan, meskipun vaksin MRR bagus karena dapat memberikan proteksi tinggi pada virus campak, namun MMR merupakan virus hidup yang dilemahkan.
Sehingga, ada populasi-populasi yang ketika divaksin harus dipastikan dulu statusnya
Pastikan tidak vaksin saat program hamil, untuk mereka yg ingin jalankan vaksin MMR, dipastikan menunda program hamil agar lebih proteksi populasi,”
tandasnya.

