Istilah medis sering kali terdengar rumit, termasuk dalam pembahasan tentang diabetes. Padahal, memahami istilah-istilah ini penting agar masyarakat bisa lebih aware terhadap kondisi kesehatan dan cara penanganannya.
Melalui unggahan Instagram akun Fimela, dijelaskan bahwa diabetes merupakan penyakit kronis yang berkaitan dengan tingginya kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh.
Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif.
Dalam dunia medis, terdapat berbagai istilah yang sering digunakan untuk menjelaskan kondisi diabetes. Sayangnya, tidak semua orang familiar dengan istilah-istilah tersebut.
Padahal, pemahaman ini bisa membantu pasien maupun masyarakat umum dalam mengenali gejala, risiko, hingga cara pengelolaan penyakit.
Istilah Penting Diabetes
Beberapa istilah penting yang sering muncul antara lain seperti glukosa darah, insulin, resistensi insulin, hingga hiperglikemia.
Istilah-istilah ini menjadi dasar dalam memahami bagaimana diabetes bekerja dalam tubuh. Berikut penjelasannya:
- Diabetes Melitus
Secara umum, penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan cukup atau tidak dapat menggunakannya secara efektif. - Glukosa Darah
Glukosa adalah gula dalam darah yang menjadi sumber energi utama dalam tubuh. Para penderita diabetes biasanya akan mengalami kadar glukosa darah yang terlalu tinggi - Insulin
Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan berfungsi membantu glukosa masuk ke dalam sel sebagai energi. - Hiperglikemia
Kondisi ketika kadar gula darah berada di atas normal. Ini merupakan ciri utama diabetes yang tidak terkontrol. - Hipoglikemia
Ini merupakan kondisi ketika gula darah terlalu rendah. Ini bisa terjadi akibat penggunaan obat diabetes yang berlebihan atau terlambat makan. - Diabetes Tipe 1
Diabetes yang biasanya terjadi sejak usia muda karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin karena sistem imun menyerang sel pankreas. Diabetes tipe 1 tergolong penyakit autoimun yang biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja. - Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah penyakit yang menyebabkan kadar gula darah meningkat akibat kelainan pada kemampuan tubuh untuk menggunakan hormon insulin. Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling sering terjadi.Diabetes tipe 2 terjadi akibat resistensi insulin, yaitu ketika tubuh menjadi kebal atau tidak responsif terhadap insulin. Akibatnya, gula tidak dapat masuk ke dalam sel dan menumpuk di dalam darah. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pankreas harus bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin agar glukosa dapat masuk ke sel. Namun, seiring waktu, kemampuan pankreas menurun sehingga kadar gula darah tetap tinggi. - Resistansi Insulin
Kondisi dimana sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik sehingga glukosa tetap berada dalam darah. Saat seseorang mengalami resistensi insulin, pankreas tetap memproduksi insulin, tetapi sel-sel tubuh tidak menyerap glukosa sebagaimana mestinya. Kondisi ini menyebabkan penumpukan glukosa di dalam darah, sehingga kadar glukosa tubuh berada di atas normal. - HbA1c (Hemoglobin A1c)
Tes darah yang menunjukkan rata-rata kadar gula darah selama 2-3 bulan terakhir. Ini merupakan indikator penting untuk mengontrol diabetes. - Komplikasi diabetes
Kadar gula yang tinggi dalam darah pada jangka waktu yang lama dapat merusak pembuluh darah secara serius. Jika pembuluh darah tidak berfungsi dengan baik, darah tidak dapat mengalir ke bagian tubuh yang diperlukan. Ini berarti saraf juga tidak akan berfungsi dengan baik dan berat kehilangan perasaan di beberapa bagian tubuh. - Indeks Glikemik
Indeks glikemik adalah indikator seberapa cepat makanan berkarbohidrat memengaruhi kenaikan gula darah dalam tubuh. Makanan dengan indeks glikemik tinggi mengandung karbohidrat yang dapat dicerna secara cepat oleh tubuh, sehingga membuat kadar gula darah naik dengan lebih cepat. Beberapa jenis makanan dengan IG tinggi adalah nasi putih, roti tawar putih, kentang, minuman bersoda, dan minuman manis. Sementara itu, makanan dengan indeks glikemik rendah adalah makanan yang dicerna oleh tubuh secara perlahan, sehingga tidak menyebabkan kadar gula darah naik secara drastis. Jika dibarengi dengan olahraga rutin, gula darah bahkan bisa turun dan lebih terkontrol. - Pengelolaan diabetes
Melibatkan beberapa informasi tentang penyakit diabetes, seperti cara mengukur dan mengontrol kadar gula darah, manajemen diet, aktivitas fisik, pengelolaan stres, serta pemahaman tentang penggunaan obat-obatan atau insulin (jika diperlukan).


