Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 17 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Tak Lagi Menyerang Lansia, Penyakit Jantung Kini Banyak Dialami Usia di Bawah 30 Tahun
Kesehatan

Tak Lagi Menyerang Lansia, Penyakit Jantung Kini Banyak Dialami Usia di Bawah 30 Tahun

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Juni 16, 2026 8:34 pm
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Ilustrasi penyakit jantung
Ilustrasi penyakit jantung (Foto: pexels.com)
SHARE

Penyakit jantung tak lagi identik dengan usia tua. Seperti diketahui, penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia dan dunia.

Daftar isi Konten
  • Perubahan Pola Hidup
  • Mendeteksi Risiko Penyakit Jantung

Dokter Spesialis Patologi Klinis, Dr. dr. Teguh Triyono, Sp.PK(K) menjelaskan, kini semakin banyak anak muda berusia di bawah 30 tahun mengalami gangguan jantung, bahkan tanpa gejala yang disadari sebelumnya.

Sekarang banyak ditemukan juga pasien-pasien yang sejauh ini datang di bawah usia 30 tahun,”

ujar dr Teguh.

Perubahan Pola Hidup

Dokter Teguh menjelaskan penyebab tingginya kasus penyakit jantung pada anak muda karena perubahan pola hidup.

Baca juga:
Banyak UMKM Sulit Kantongi SNI, DPR Minta BSN Gratiskan Sertifikasi Komisi VII DPR RI menyoroti masih rendahnya jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil,…
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Bebas Denda hingga… Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta dan HUT ke-81…
Kemasan Rokok dan Vape Bakal Berubah, Kemenkes Ingin Kurangi Daya… Kemasan rokok dan vape yang selama ini identik dengan warna mencolok dan…
  • Banyak UMKM Sulit Kantongi SNI, DPR Minta BSN Gratiskan Sertifikasi
  • Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Bebas Denda hingga 31 Agustus
  • Kemasan Rokok dan Vape Bakal Berubah, Kemenkes Ingin Kurangi Daya Tarik bagi…

Hal itu meliputi kebiasaan kurang bergerak atau sedentary lifestyle, konsumsi makanan cepat saji, hingga minim aktivitas fisik disebut ikut memperburuk kondisi kesehatan pembuluh darah.

Kalau bahasa kerennya sedentary. Dikit-dikit naik kendaraan, pesan makanan online, aktivitas fisik jadi berkurang,”

tambahnya.

Lebih lanjut dr Teguh menjelaskan, kerusakan pembuluh darah dapat berdampak pada berbagai organ vital. Jika terjadi di otak, risikonya stroke.

Skrining Jantung Gratis, Langkah Sederhana dan Murah Selamatkan Hidup Sejak Dini

Bila terjadi di jantung, bisa memicu serangan jantung. Sementara jika mengenai ginjal, dapat menyebabkan gagal ginjal.

Mendeteksi Risiko Penyakit Jantung

Untuk itu, pemeriksaan laboratorium dinilai memiliki peran penting untuk mendeteksi risiko penyakit jantung sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul.

Salah satu pemeriksaan yang umum dilakukan adalah profil lemak atau lipid profile untuk melihat kadar kolesterol dalam tubuh. Pemeriksaan ini membantu memprediksi risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.

Menurutnya, pemeriksaan laboratorium tidak hanya berfungsi untuk mendeteksi risiko, tetapi juga membantu proses diagnosis hingga pemantauan pasien setelah menjalani terapi.

Diagnosis penyakit jantung itu membutuhkan pemeriksaan laboratorium. Setelah terapi pun tetap harus dimonitor lewat hasil lab,”

tandasnya.
Tag:Berita PentingKesehatanPenyakit JantungPerubahan Pola HidupSpesialis Patologi Klinis
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Anggaran Boros MBG Dibongkar, Insentif Rp6 Juta untuk Semua Dapur Bakal Disikat Habis
By Rika Pangesti
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
1
Tiga Pejabat Prabowo ‘Diusir’ Mahasiswa UGM, Teriakan Revolusi Menggema!
By Rahmat Tunny
Tiga Menteri Prabowo saat diskusi di UGM. (Sumber: Ig @jogjastudent)
2
PDIP soal Isu Jokowi Merapat ke PSI: Wong, Anaknya Sudah Ketum, Kami Tidak Takut!
By Hardani Triyoga
Politisi PDIP, Deddy Sitorus. doc: @Deddysitorus
3
Anggaran MBG Rp268 Triliun, BGN Pastikan Masih Masuk Pos Pendidikan dan Kesehatan
By Rika Pangesti
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
4
Jurus Bahlil Kurangi Elpiji-Bensin: Usulkan Rp1,45 Triliun demi Kompor & Motor Listrik
By Natania Longdong
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) berjabat tangan dengan anggota Komisi XII DPR usai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Kemasan rokok standar
Kesehatan

Kemasan Rokok dan Vape Bakal Berubah, Kemenkes Ingin Kurangi Daya Tarik bagi Anak

Kemasan rokok dan vape yang selama ini identik dengan warna mencolok dan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
18 jam lalu
Ilustrasi obat
Kesehatan

Kemenkes Pastikan Harga Obat BPJS Tak Naik Meski Dolar Menguat

Nilai tukar rupiah yang berfluktuasi terhadap dolar Amerika Serikat belakangan memunculkan kekhawatiran…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Ganjar Pranowo fisioterapi
Kesehatan

Usai Lari 21K di Jakarta Marathon, Ganjar Pranowo Jalani Fisioterapi, Apa Manfaatnya?

Mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengikuti ajang BTN Jakarta International Marathon…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
2 hari lalu
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin
Kesehatan

Menkes Budi: Makan Sambil Main HP Kebiasaan Terburuk, Nilainya 0 dari 10

Makan sambil main handphone sudah menjadi kebiasaan masyarakat. Padahal kebiasaan itu memberi…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up