Tomat tak hanya dikenal sebagai buah yang kaya nutrisi dan menyegarkan, tetapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan kulit.
Dari sejumlah penelitian menunjukkan kandungan likopen (lycopene) di dalam tomat bisa membantu meningkatkan perlindungan alami kulit terhadap dampak buruk paparan sinar ultraviolet (UV).
Informasi mengenai manfaat tersebut juga dibagikan melalui akun Instagram @jeerowan. Dari literasi itu mengulas hasil berbagai penelitian mengenai peran likopen sebagai antioksidan dalam menjaga kesehatan kulit.
Likopen merupakan pigmen alami yang memberikan warna merah pada tomat. Senyawa ini dikenal sebagai antioksidan kuat yang mampu membantu menetralisir radikal bebas akibat paparan sinar UV. Dengan demikian, bisa berpotensi mengurangi kerusakan pada sel-sel kulit.
Sejumlah studi menyebutkan konsumsi tomat secara rutin bisa meningkatkan kemampuan alami tubuh dalam menghadapi efek paparan sinar matahari. Hal itu termasuk membantu mengurangi kemerahan atau sunburn.
Salah satu penelitian dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition. Penelitian itu menemukan adanya manfaat positif yang dirasakan peserta dalam mengonsumsi sekitar 40 gram pasta tomat setiap hari selama 10 minggu.
Peserta mengalami penurunan kemerahan kulit akibat paparan sinar UV hingga sekitar 40 persen dibandingkan kelompok kontrol. Efek tersebut dikaitkan dengan meningkatnya kadar likopen dalam tubuh.
Hasil serupa juga dilaporkan dalam penelitian yang diterbitkan di British Journal of Dermatology. Studi itu menunjukkan konsumsi suplemen berbahan dasar tomat yang kaya likopen selama 12 pekan membantu menekan peningkatan penanda stres oksidatif, peradangan, serta kerusakan kolagen yang umumnya muncul setelah kulit terpapar sinar ultraviolet.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa manfaat likopen bukan berarti bisa menggantikan fungsi tabir surya. Perlindungan yang diberikan bersifat sebagai dukungan dari dalam tubuh dan tetap perlu disertai penggunaan pelindung kulit saat beraktivitas di luar ruangan.
Matthew Gass dari British Association of Dermatologists menjelaskan konsumsi tomat bukan berarti sebagai pengganti tabir surya atau bentuk perlindungan matahari lainnya seperti pakaian pelindung dan tempat teduh.
“Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa suplemen likopen dan lutein ini dapat menjadi alat tambahan untuk melindungi dari kerusakan akibat sinar matahari,” kata Gass dari British Association of Dermatologists, dalam riset yang dikutip pada Minggu, 19 Juli 2026.
Selain mengandung likopen, tomat juga kaya akan vitamin C, vitamin A, kalium, serta berbagai antioksidan lain yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Dengan demikian, dari berbagai penelitian memang mendukung bahwa konsumsi tomat bisa membantu meningkatkan perlindungan alami kulit terhadap paparan sinar matahari.
Namun, manfaat tersebut bersifat sebagai pelengkap. Bukan menggantikan penggunaan sunscreen, pakaian pelindung, maupun langkah perlindungan lainnya saat berada di bawah sinar matahari langsung.
























