Kacamata hitam atau sunglasses sering kali dipakai sebagai pelengkap penampilan saat beraktivitas di luar ruangan.
Padahal, fungsi utamanya bukan sekadar menunjang gaya, melainkan membantu melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet (UV) yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan mata.
Pesan tersebut disampaikan dokter spesialis mata dr. Elisa Husin melalui unggahan di akun Threads pribadinya. Unggahan itu mendapat perhatian luas dan telah ditonton ratusan ribu kali.
Melalui unggahannya, dr. Elisa mengajak masyarakat mulai membiasakan diri menggunakan kacamata hitam setiap kali beraktivitas di luar ruangan.
Plis normalisasi pakai kacamata hitam saat di luar ruangan,”
tulis dr. Elisa dikutip dari akun Threads pribadinya, Rabu, 22 Juli 2026.
Paparan Sinar UV Bisa Memicu Pterygium
Menurut dr. Elisa, salah satu gangguan mata yang berkaitan dengan paparan sinar ultraviolet adalah pterygium, yaitu pertumbuhan jaringan berbentuk segitiga pada bagian putih mata yang dapat meluas hingga menutupi kornea.
Kondisi ini umumnya berkembang akibat paparan sinar matahari, debu, angin, dan lingkungan kering dalam waktu lama. Meski tidak selalu berbahaya, pterygium dapat menyebabkan mata merah, iritasi.
Selain itu, bisa mengganggu penampilan, hingga menurunkan kualitas penglihatan jika ukurannya semakin besar.
Terbentuk karena sinar UV, dan hanya bisa dihilangkan dengan operasi,”
ujarnya.
Selain membantu menurunkan risiko pterygium, penggunaan kacamata hitam dengan perlindungan UV juga dapat melindungi kulit di sekitar mata dari paparan sinar matahari yang berpotensi mempercepat munculnya kerutan.
dr. Elisa juga meluruskan anggapan yang masih banyak beredar bahwa lensa berwarna gelap otomatis lebih aman bagi mata.
Menurutnya, tingkat perlindungan tidak ditentukan oleh warna lensa, melainkan kemampuan lensa menyaring sinar ultraviolet.
Warna tidak berpengaruh, mau cokelat, biru, pink, dan lainnya boleh, selama kacamatanya memiliki anti-UV,”
tulisnya.
Karena itu, masyarakat disarankan tidak hanya memilih kacamata berdasarkan model atau warna, tetapi juga memastikan produk tersebut memiliki perlindungan terhadap sinar UV.
Kacamata Gelap Tanpa Anti-UV Justru Berisiko
dr. Elisa mengingatkan bahwa tidak semua kacamata hitam yang beredar di pasaran telah dilengkapi filter ultraviolet.
Menurutnya, penggunaan lensa gelap tanpa perlindungan UV justru dapat meningkatkan risiko kerusakan mata. Hal itu terjadi karena lensa gelap membuat pupil melebar. Kondisi itu bakal lebih banyak sinar ultraviolet masuk ke mata apabila tidak ada lapisan pelindung UV.
Oleh sebab itu, ia menyarankan masyarakat memilih produk yang mencantumkan spesifikasi UV400 atau 100 persen UV Protection.
Bagaimana dengan Visor Helm Gelap?
Menanggapi pertanyaan warganet mengenai penggunaan visor helm berwarna gelap, dr. Elisa mengatakan pengendara motor tidak selalu membutuhkan kacamata hitam tambahan.
Menurutnya, pengguna cukup memastikan visor helm yang digunakan memang telah memiliki perlindungan anti-UV dari produsennya.
Kalau kaca helm sudah anti-UV, tidak perlu dobel kacamata lagi,”
jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa lensa photochromic maupun bluechromic tetap dapat digunakan selama memiliki perlindungan terhadap sinar ultraviolet.

















