Jangan buru-buru mengucek mata saat tiba-tiba terasa perih setelah terkena sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bukannya menghilangkan abu, kebiasaan ini justru bisa membuat partikel tajam menggores kornea.
Abu vulkanik yang terbawa angin ke sejumlah wilayah bukan sekadar debu biasa. Karena abu ini mengandung partikel yang bersifat abrasif dan dapat menyebabkan iritasi, konjungtivitis, hingga abrasi atau goresan pada permukaan kornea.
Epidemiology Griffith University Australia dr. Dicky Budiman mengingatkan warga agar tidak mengucek mata ketika terkena sebaran abu vulkanik.
Jangan digosok. Jelas ini prinsip yang paling penting karena partikel abu vulkanik ini tajam dan bisa memperparah goresan kornea,”
kata Dicky, dalam keterangan videonya, Senin, 7 September 2026.
Lantas, apa yang harus dilakukan jika mata terkena abu vulkanik? Berikut enam langkah pertama yang bisa dilakukan saat mata terkena sebaran abu vulkanik:
- Jangan Kucek Mata
Hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan mengucek atau menggosok mata, meskipun terasa gatal, perih, atau seperti ada benda yang mengganjal.
Menurut dr. Dicky partikel abu vulkanik yang tajam dapat menggores kornea, dengan mengucek mata justru berisiko memperparah goresan tersebut.
- Segera Bilas dengan Air Bersih
Setelah itu, segera bilas mata menggunakan air bersih yang mengalir atau larutan saline (garam fisiologis) atau bisa juga menggunakan cairan infus.
Saat membilas mata, pastikan buka kelopak mata selebar mungkin agar partikel abu dapat ikut terbawa keluar.
- Lepaskan Lensa Kontak
Bagi pengguna lensa kontak, segera lepaskan lensa sebelum atau saat mata dibilas.
Abu vulkanik bersifat abrasif sehingga penggunaan lensa kontak saat mata terkena abu dapat meningkatkan risiko iritasi dan goresan pada kornea.
- Jangan Gunakan Lensa Kontak Sementara
Setelah mata terkena abu, sebaiknya hindari kembali menggunakan lensa kontak selama mata masih terasa perih, merah, atau mengalami iritasi.
Berikan waktu agar mata kembali pulih dan jangan memaksakan penggunaan lensa kontak.
- Perhatikan Kondisi Mata Setelah Dibilas
Setelah mata dibilas, perhatikan apakah rasa mengganjal, kemerahan, atau perih mulai membaik.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri hebat, penglihatan kabur, mata sangat merah, atau rasa mengganjal yang tidak kunjung hilang.
- Segera Periksa Jika Gejala Tak Membaik
Jika setelah mata dibilas masih terasa mengganjal, mengalami nyeri hebat, penglihatan kabur, atau kemerahan tidak membaik dalam beberapa jam, segera datang ke fasilitas kesehatan atau dokter mata.
Menurut dr. Dicky, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya abrasi kornea yakni goresan pada permukaan kornea yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain mengetahui pertolongan pertama, masyarakat di wilayah terdampak juga perlu melindungi mata dari paparan abu.
dr. Dicky mengimbau masyarakat yang beraktifitas di luar ruangan seperti petani, nelayan, petugas lalu lintas, dan pekerja konstruksi agar menggunakan kacamata pelindung atau goggles.
Jika abu vulkanik masih banyak di udara, sebisa mungkin batasi aktivitas di luar ruangan.
Jadi, jika abu vulkanik masuk ke mata, jangan dikucek. Segera bilas dengan air bersih atau saline, lepaskan lensa kontak, dan segera periksa ke dokter jika muncul nyeri hebat, penglihatan kabur, atau keluhan tidak membaik.
























