Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, serta membatasi aktivitas di luar ruangan.
Imbauan tersebut penting dilakukan untuk mencegah paparan partikel halus PM2,5 dalam asap karhutla yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan riwayat asma dan penyakit paru.
“(Perihal) karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5, banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru dan pernapasan. Banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA,”
kata Budi, dalam keterangannya, dikutip pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Waspada
Budi menjelaskan bahwa PM2,5 merupakan partikel udara yang dihasilkan dari pembakaran hutan dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer. Partikel ini sangat berbahaya karena mampu terhirup hingga ke rongga terdalam paru-paru.






