Ketakutan terhadap kenaikan berat badan terkadang membuat seseorang membatasi makanan secara berlebihan.
Kondisi tersebut tidak selalu sekadar keinginan untuk menjaga bentuk tubuh, tetapi bisa menjadi salah satu tanda gangguan makan yang dikenal sebagai anorexia nervosa.
Isu mengenai gangguan makan dan perubahan berat badan juga pernah menjadi sorotan ketika penampilan Ariana Grande ramai dikomentari publik.
Namun, kondisi kesehatan seseorang tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan bentuk tubuh atau perubahan berat badan yang terlihat.
Gangguan Makan, Anoreksia
Anorexia nervosa adalah gangguan makan dan kondisi kesehatan mental yang membuat seseorang membatasi asupan makanan secara berlebihan karena memiliki ketakutan intens terhadap kenaikan berat badan.
Penderitanya dapat memiliki pandangan yang tidak sesuai terhadap bentuk tubuh sendiri. Mereka mungkin merasa tubuhnya masih terlalu besar meskipun berat badannya sudah sangat rendah.
Anoreksia bukan sekadar soal ingin memiliki tubuh kurus. Jika berlangsung dalam jangka panjang, pembatasan makanan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan mengganggu fungsi berbagai organ tubuh.
Penyebab Anoreksia
Tidak ada satu penyebab pasti yang membuat seseorang mengalami anoreksia. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis, psikologis, dan lingkungan.
Secara biologis, seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat gangguan makan dapat memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.
Dari sisi psikologis, sifat perfeksionis, rendahnya rasa percaya diri, serta keinginan kuat untuk mengontrol berat dan bentuk tubuh menjadi faktor pemicu utama.
Sementara itu, tekanan dari lingkungan, komentar mengenai bentuk tubuh, standar kecantikan, hingga pengaruh media sosial juga dapat membuat seseorang semakin terobsesi terhadap berat badan dan penampilannya. Tak heran jika kebanyakan penderitanya adalah figur publik atau artis.
Gejala Anoreksia
Anoreksia dapat menunjukkan tanda-tanda yang terlihat dari perilaku maupun kondisi fisik. Beberapa di antaranya adalah:
- Memiliki ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan.
- Sering melewatkan waktu makan atau membatasi jenis makanan tertentu.
- Terlalu sering menimbang berat badan.
- Terus merasa gemuk meskipun orang lain tidak melihatnya demikian.
- Terlalu fokus pada kalori, makanan, atau bentuk tubuh.
- Berolahraga secara berlebihan untuk mencegah kenaikan berat badan.
- Menyembunyikan atau berbohong mengenai jumlah makanan yang dikonsumsi.
- Berat badan turun secara signifikan.
- Mudah lelah, pusing, atau merasa kedinginan.
- Rambut menipis atau mudah rontok.
- Mengalami menstruasi tidak teratur atau berhenti menstruasi.
Bedanya dengan Bulimia
Anoreksia dan bulimia sama-sama merupakan gangguan makan, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda. Pada anoreksia, seseorang umumnya sangat membatasi asupan makanan karena takut mengalami kenaikan berat badan.
Sementara itu, bulimia nervosa ditandai dengan episode makan dalam jumlah banyak yang kemudian diikuti oleh perilaku memuntahkannya kembali secara paksa.
Dampak Anoreksia
Anoreksia yang tidak mendapatkan penanganan dapat menyebabkan tulang dan otot melemah, gangguan hormon dan kesuburan, tekanan darah rendah, gangguan irama jantung, kerusakan ginjal atau hati, hingga komplikasi yang mengancam nyawa.
Selain dampak fisik, anoreksia juga dapat berkaitan dengan masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, hingga pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
Anoreksia merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan profesional. Yang terpenting, jangan mendiagnosis anoreksia hanya berdasarkan bentuk tubuh seseorang.
Orang yang terlihat sangat kurus belum tentu mengalami anoreksia, begitu pula gangguan makan yang tidak selalu mudah dikenali hanya dari penampilan fisik.


















