Tanda-tanda peningkatan infeksi Covid-19 di Korea Selatan mulai terlihat dalam aktivitas masyarakat.
Selain angka deteksi yang melonjak, kekhawatiran terhadap penularan juga tercermin dari meningkatnya pembelian masker, alat tes mandiri, hingga obat flu di sejumlah jaringan minimarket.
Dilansir dari The Straits Times, Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA) menunjukkan tingkat deteksi Covid-19 mencapai 9,1 persen pada 9–15 Agustus 2026.
Angka tersebut hampir 2,8 kali lipat dibandingkan tiga pekan sebelumnya yang berada di level 3,2 persen.
Pada periode yang sama, jumlah pasien Covid-19 yang menjalani rawat inap di rumah sakit umum juga meningkat.
Kenaikan indikator Covid-19 itu turut mengubah pola belanja masyarakat. Tiga jaringan minimarket besar di Korea Selatan, yakni 7-Eleven, GS25, dan CU, sama-sama mencatat peningkatan penjualan produk yang berkaitan dengan Covid-19 dan penyakit pernapasan sepanjang Agustus.
Alat Tes Mandiri
Di 7-Eleven, penjualan alat tes mandiri Covid-19 naik 62 persen pada 1–26 Agustus dibandingkan bulan sebelumnya.
Penjualan masker juga meningkat 17 persen, sementara obat flu naik 15 persen dan obat penurun demam serta pereda nyeri bertambah 14 persen.
Tren serupa terlihat di GS25. Penjualan alat tes Covid-19 meningkat 30,3 persen dan obat flu naik 10,3 persen.
Namun, lonjakan paling mencolok terjadi pada masker untuk anak-anak dan bayi yang penjualannya melonjak 341 persen atau lebih dari empat kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, CU mencatat penjualan alat tes mandiri naik 45,7 persen pada 1–23 Agustus. Penjualan obat flu di jaringan tersebut juga meningkat 12,2 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.
Masker Anak
Meningkatnya permintaan masker anak juga terlihat di fasilitas penitipan anak di Seoul. Hwang Ji-mi, seorang guru di pusat penitipan anak di Dongjak-gu, Seoul, mengatakan pihaknya mulai meminta orang tua membekali anak dengan masker sejak pertengahan Agustus.
Sejak pertengahan Agustus, kami telah meminta orang tua untuk mengirim anak-anak mereka ke tempat penitipan anak dengan mengenakan masker setelah serangkaian penyakit mirip flu yang disertai demam tinggi di antara anak-anak berusia satu hingga dua tahun,”
kata Hwang kepada The Korea Herald.
Peningkatan penjualan tersebut dinilai menjadi salah satu tanda kembalinya kebiasaan belanja yang sempat umum selama pandemi.
Masyarakat kembali menyediakan alat tes dan masker sebagai langkah antisipasi ketika indikator penularan Covid-19 mulai meningkat.
Permintaan diperkirakan masih bertahan seiring dimulainya kembali aktivitas sekolah. Pergantian musim juga dinilai dapat mendorong kebutuhan terhadap masker, alat tes mandiri, dan obat-obatan untuk gejala flu dalam beberapa waktu ke depan.




















